Tabooo.id: Tabooo Book Club – Kamu mungkin percaya bahwa sejarah adalah kumpulan fakta yang rapi dan objektif. Namun, buku Sejarah Dunia yang Disembunyikan karya Jonathan Black langsung mengguncang keyakinan itu.
Alih-alih menerima sejarah sebagai kebenaran tunggal, buku ini mengajak kita melihat celah di balik narasi besar dunia. Jadi, bukan hanya apa yang terjadi, tetapi juga siapa yang memilih cerita itu untuk diceritakan.

Sejarah: Fakta atau Pilihan?
Pada dasarnya, sejarah tidak pernah berdiri sendiri. Penulis, penguasa, dan pemenang perang sering menentukan arah cerita. Karena itu, banyak peristiwa tampil dalam versi yang sudah “dipilih”.
Selain itu, Jonathan Black menunjukkan bahwa beberapa bagian sejarah sengaja diabaikan. Bahkan, ia menyoroti bagaimana simbol, tradisi, dan pengetahuan kuno perlahan menghilang dari narasi modern.
“Sejarah tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya berpindah tempat,” tulisnya.
Kalimat ini terasa sederhana, tetapi dampaknya besar.
Antara Logika dan Misteri
Di satu sisi, buku ini membahas peradaban dan peristiwa nyata. Namun di sisi lain, ia juga menyentuh wilayah yang jarang dibahas: mistisisme, simbolisme, dan pengetahuan tersembunyi.
Karena itu, pembaca akan merasakan dua hal sekaligus. Pertama, rasa penasaran. Kedua, keraguan.
Meski begitu, justru di sinilah daya tariknya. Buku ini tidak memaksa kamu percaya. Sebaliknya, ia mendorong kamu berpikir lebih jauh.
Lalu, Siapa yang Diuntungkan?
Jika sejarah ditulis oleh pemenang, maka pertanyaannya jelas siapa yang diuntungkan dari cerita itu?
Banyak narasi besar dunia terlihat rapi dan meyakinkan. Namun, di balik itu, selalu ada kemungkinan cerita lain yang tidak pernah muncul ke permukaan.
Di titik ini, buku ini tidak sekadar bercerita. Ia mulai menggugat.
Kenapa Buku Ini Relevan Hari Ini?
Di era digital, informasi datang dari mana saja. Namun ironisnya, banyak orang justru menerima satu versi cerita tanpa mempertanyakan.
Karena itu, buku ini terasa relevan. Ia mengingatkan bahwa kebenaran tidak selalu tunggal. Selain itu, ia juga mengajak kita lebih kritis saat membaca sejarah, berita, bahkan narasi sehari-hari.
Sejarah atau Sekadar Cerita?
Pada akhirnya, buku ini tidak memberi jawaban pasti. Namun, ia meninggalkan satu hal penting keraguan yang sehat.
Jadi, apakah kita benar-benar memahami sejarah?
Atau kita hanya mengulang cerita yang paling sering kita dengar?
Karena bisa jadi, sejarah bukan hilang.
Ia hanya menunggu untuk kita cari ulang. @dimas






