Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Terbang ke AS: Misi Dagang dan Diplomasi Perdamaian Gaza

by dimas
Februari 16, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Pagi itu, landasan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menjadi titik awal langkah diplomasi baru Presiden Prabowo Subianto. Senin (16/2/2026), Prabowo menaiki pesawat kepresidenan menuju Amerika Serikat. Ia tidak pergi sendirian. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ikut mendampingi, menandai bahwa perjalanan ini membawa agenda yang lebih besar dari sekadar kunjungan seremonial.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melepas langsung keberangkatan tersebut. Di belakangnya, berdiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan sejumlah pejabat tinggi negara. Kehadiran mereka menegaskan satu pesan: kunjungan ini penting, bukan hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi arah ekonomi dan posisi Indonesia di panggung global.

Melalui akun resmi kepresidenan, pemerintah menyebut kunjungan ini bertujuan menghadiri forum strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Namun, di balik kalimat diplomatis itu, tersimpan kepentingan yang jauh lebih konkret perdagangan, investasi, dan pengaruh geopolitik.

Perjanjian Dagang dan Akses Pasar Jadi Taruhan

Salah satu agenda utama Prabowo di Amerika Serikat adalah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade. Perjanjian ini membuka peluang timbal balik perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang selama ini menjadi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

Pemerintah berharap kesepakatan tersebut dapat memperluas akses pasar bagi produk Indonesia. Selain itu, Prabowo juga membawa misi meningkatkan produktivitas industri nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Langkah ini tidak terjadi tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan global semakin ketat. Negara-negara berlomba menarik investasi dan memperluas ekspor. Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada pasar domestik.

Karena itu, keberhasilan atau kegagalan perundingan ini akan berdampak langsung pada sektor industri, terutama manufaktur, energi, dan ekspor komoditas.

Bagi pelaku usaha, kesepakatan ini bisa membuka pintu baru. Namun bagi pekerja, dampaknya akan terasa dalam bentuk yang lebih sederhana: apakah lapangan kerja bertambah, atau justru tetap sulit ditemukan.

Diplomasi Gaza dan Ambisi Peran Global

Selain agenda ekonomi, Prabowo juga dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace. Forum ini menjadi bagian dari upaya diplomasi Indonesia dalam isu konflik internasional.

Kehadiran Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia ingin memainkan peran lebih aktif dalam isu global, bukan hanya menjadi penonton.

Langkah ini sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan pengaruh diplomatik di dunia internasional, terutama dalam isu Timur Tengah.

Namun, bagi sebagian pihak, pertanyaan yang muncul sederhana sejauh mana peran global itu berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat di dalam negeri?

Siapa yang Paling Terdampak?

Kunjungan ini mungkin terlihat jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun dampaknya sebenarnya sangat dekat.

Pelaku industri dan eksportir menjadi kelompok pertama yang akan merasakan hasilnya. Jika perjanjian dagang berhasil, mereka akan mendapat pasar lebih luas.

Sebaliknya, pekerja menjadi kelompok kedua yang terdampak. Kesepakatan perdagangan bisa menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga berisiko meningkatkan persaingan tenaga kerja.

Di sisi lain, sektor energi juga ikut menjadi perhatian, terutama karena Menteri ESDM ikut dalam rombongan. Hal ini mengindikasikan kemungkinan pembahasan kerja sama energi, investasi, atau pasokan sumber daya.

Artinya, kunjungan ini tidak hanya soal diplomasi, tetapi juga soal harga energi, industri, dan masa depan ekonomi nasional.

Antara Harapan dan Realitas

Keberangkatan Prabowo ke Amerika Serikat membawa harapan besar. Pemerintah ingin membuka peluang ekonomi, memperluas pengaruh diplomasi, dan memperkuat posisi Indonesia.

Namun, pada akhirnya, masyarakat tidak akan menilai dari jumlah forum yang dihadiri atau perjanjian yang ditandatangani.

Mereka hanya akan melihat satu hal sederhana: apakah hidup mereka menjadi lebih baik setelah pesawat itu kembali mendarat di tanah air.

Karena dalam politik global, tepuk tangan di luar negeri sering terdengar keras tetapi yang paling penting tetap suara rakyat di dalam negeri. @dimas

Tags: Board Of PeacediplomasiEkonomi IndonesiaForumHubunganKerja SamaKunjunganNasionalPerdaganganPerdamaianPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Mundurnya Perry Warjiyo, Alarm bagi Independensi Bank Indonesia

Mundurnya Perry Warjiyo, Alarm bagi Independensi Bank Indonesia

by dimas
Juli 28, 2026

Mundurnya Perry Warjiyo memicu pertanyaan tentang independensi Bank Indonesia. Di tengah tekanan rupiah, kepercayaan pasar menjadi ujian terbesar bagi bank...

‘Jurnalis Bukan Londo Ireng’, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

by jeje
Juli 28, 2026

Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi profesi di Solo Raya turun ke jalan, Selasa (28/7/2026). Mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta...

Perry Warjiyo Mundur: Mampukah BI Menjaga Rupiah?

Perry Warjiyo Mundur: Mampukah BI Menjaga Rupiah?

by dimas
Juli 27, 2026

Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi ujian baru bagi Bank Indonesia. Mampukah BI menjaga stabilitas rupiah, mempertahankan kepercayaan pasar, dan tetap...

Next Post
Imlek dan Ramadhan Belum Tiba, Harga Pangan Sudah Lebih Dulu Melonjak

Imlek dan Ramadhan Belum Tiba, Harga Pangan Sudah Lebih Dulu Melonjak

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id