Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Kembali ke Aceh, Pimpin Langsung Rapat Penanganan Bencana

by dimas
Desember 8, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden kembali terbang ke Aceh, daerah yang kini berubah menjadi hamparan lumpur dan serpihan rumah warga. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa presiden mengajak banyak menteri untuk memastikan penanganan bencana di tiga provinsi “dapat dipercepat.”

Menurut Prasetyo, keputusan membawa rombongan besar menunjukkan bahwa pemerintah ingin menggerakkan seluruh mesin birokrasi.

“Beliau ingin mempercepat penanganan. Karena itu, banyak menteri ikut serta,” ujarnya, Minggu (7/12/2025) sore.

Rapat Darurat

Tak berhenti pada kunjungan lapangan, presiden langsung memanggil para menteri ke rapat koordinasi lintas kementerian. Rapat itu berlangsung malam ini untuk menetapkan langkah-langkah percepatan penanganan bencana.

“Bapak Presiden ingin memimpin rapat secara langsung. Kita akan meng-update situasi dan memutuskan langkah-langkah percepatan,” jelas Prasetyo.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Dengan kata lain, malam ini para pejabat berkumpul di ruangan berpendingin untuk memetakan ulang strategi, sementara di luar sana warga Aceh masih menggigil menunggu kabar tentang rumah, keluarga, dan masa depan mereka.

Gotong Royong Masih Menjadi Tulang Punggung

Di tengah kekacauan, bantuan terus mengalir. Pemerintah mengapresiasi masyarakat dari berbagai daerah yang ikut membantu. Prasetyo menyebut semangat gotong royong sebagai alasan mengapa korban bencana tidak sepenuhnya merasa berjalan sendiri.

“Itulah semangat bangsa kita. Ketika satu daerah mengalami kesusahan, yang lain bergerak ikut membantu,” tambahnya.

Namun, di balik pujian itu, publik tetap bertanya mengapa masyarakat selalu bergerak lebih dulu, sementara negara baru berlari ketika kamera menyala?

Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan
  1. Diuntungkan:
    Pemerintah pusat mendapatkan momentum untuk menunjukkan kecepatan respons, apalagi setelah kritik mengenai keterlambatan penanganan sebelumnya. Momen ini juga memperkuat citra bahwa presiden turun langsung ke lapangan.
  2. Dirugikan:
    Warga tetap menanggung beban paling berat. Mereka kehilangan rumah, pekerjaan, dan rasa aman. Koordinasi pemerintah yang seringkali berlapis dari pusat ke daerah membuat bantuan tak selalu tiba secepat narasi yang disampaikan ke publik.
Reflektif atau Sindiran Halus

Rakyat Aceh kini menunggu lebih dari sekadar rapat. Mereka menunggu tindakan nyata. Karena pada akhirnya, air bah selalu datang lebih cepat dibanding keputusan pejabat yang harus melewati lima pintu birokrasi.

Ketika bencana menghantam, alam tak menunggu briefing. Pertanyaannya: kapan pemerintah belajar bergerak setangguh warga yang tak punya pilihan selain bertahan? @dimas

Tags: Banjir AcehKrisis Kemanusiaan

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Masih Hilang

Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Masih Hilang

by dimas
Agustus 29, 2026

Banjir bandang dan longsor menerjang Nepal-Tibet, menewaskan 633 orang dan membuat 2.980 lainnya masih hilang di tengah ancaman banjir susulan....

Papua Terus Berdarah: Saat Senjata Mengalahkan Perdamaian

Papua Terus Berdarah: Saat Senjata Mengalahkan Perdamaian

by dimas
Agustus 3, 2026

Konflik Papua terus memakan korban. Pendekatan militer dinilai memperpanjang kekerasan, sementara jalan damai kian menjauh. Tabooo.id - Malam kembali turun...

Ketika Tanah Adat Berubah Jadi Zona Maut bagi Perempuan Papua

Perempuan Papua dan Tanah Adat Yang Berubah Jadi Zona Maut

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan Papua berdiri di tengah pegunungan yang sunyi, membawa cerita yang tak lagi tentang kampung halaman, melainkan tentang ruang hidup...

Next Post
Prabowo Pimpin Evaluasi Bencana, Setujui Bantuan Hunian Rp60 Juta

Prabowo Pimpin Evaluasi Bencana, Setujui Bantuan Hunian Rp60 Juta

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id