Jumat, Juni 26, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo, Jokowi, dan Bayangan yang Tak Pernah Pergi

by dimas
November 6, 2025
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Pernah nggak sih kamu ngerasa ada orang yang udah move on tapi tetap dikait-kaitin sama mantannya? Nah, itu kira-kira yang lagi dialami Prabowo sekarang. Bedanya, “mantan” yang dimaksud bukan pacar, tapi… Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo alias Jokowi.

Belum sempat kursi presiden itu hangat dari hasil pelantikan, netizen dan pengamat udah sibuk debat: “Prabowo itu cuma penerus Jokowi aja!”, “Dia masih di bawah bayangan Jokowi!”, bahkan ada yang nyeletuk, “Kayak nonton spin-off film, bedanya cuma pemeran utama.”

Lucu tapi agak kasihan juga. Karena minggu ini, Prabowo akhirnya buka suara dan nadanya bukan defensif, tapi kayak orang capek di grup WhatsApp keluarga yang dituduh mulu.

“Enggak Ada Itu, Saya Nggak Takut Jokowi!”

Kutipan yang paling nyentil datang langsung dari Cilegon, di tengah acara peresmian pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia. Di depan publik dan pejabat, Prabowo dengan tenang tapi tegas bilang, “Prabowo takut sama Jokowi? Nggak ada itu. Pak Jokowi nggak pernah nitip apa-apa ke saya.”

Boom. Satu kalimat yang kayaknya ditujukan buat dua kubu sekaligus kubu yang bilang dia dikendalikan, dan kubu yang pengen banget dia bentrok sama Jokowi.

Ini Belum Selesai

Apakah Sistem Listrik Indonesia Sedang Menuju Krisis?

Indonesia Kaya Budaya, Tapi Kita Terlalu Haus Validasi Asing?

Dan yang menarik, Prabowo bukan cuma ngebantah gosip, tapi juga… ngebela Jokowi. “Sudahlah, beliau memimpin 10 tahun, inflasi bagus, pertumbuhan bagus, dunia pun mengakui.”

Tuh, bahkan Prabowo aja masih tahu cara mengucapkan “terima kasih” politik sesuatu yang sering hilang di negeri yang hobi menghujat mantan pemimpinnya.

Budaya Baru: Dari Sanjung ke Sindir

Prabowo sempat nyeletuk hal yang sebenarnya lebih dalam dari sekadar gosip politik: “Pada saat berkuasa disanjung, setelahnya dicari-cari kesalahannya.”

Dan kalau kamu pikir-pikir, iya juga. Kita ini negara yang mudah banget jatuh cinta… dan sama gampangnya patah hati.

Ingat nggak, dulu Jokowi disanjung habis-habisan kayak “penyelamat rakyat kecil”? Tapi begitu periode keduanya jalan, timeline penuh dengan kritik dan meme sarkas soal tol laut sampai Ibu Kota Baru.

Dan sekarang, giliran Prabowo naik, siklusnya mulai lagi. Yang dulu benci Jokowi, tiba-tiba nempel ke Prabowo. Yang dulu cinta Jokowi, mulai sinis dan bikin analisis panjang di X (Twitter).

Kayak nonton sinetron politik tanpa jeda iklan. Cuma pemerannya yang ganti, ceritanya tetap: “Siapa sebenarnya yang berkuasa di balik layar?”

Tapi Gimana Kalau… Emang Gak Ada Bayangan?

Coba deh kita pikir logis.
Kalau Prabowo dan Jokowi masih sering tampil bareng, ya wajar mereka dulu satu koalisi, dan transisi kekuasaan yang mulus itu justru hal langka di politik kita.

Masalahnya, publik kita lebih percaya drama daripada data. Kalau lihat mereka senyum bareng, langsung bilang “Prabowo dikontrol.” Tapi kalau mereka nggak saling sapa, muncul lagi teori “pecah kongsi di dalam istana.”

Sejujurnya, yang dikontrol tuh bukan Prabowo, tapi… emosi kita sendiri sebagai penonton.
Karena di negeri +62 ini, gosip politik lebih cepat viral daripada klarifikasi resmi.

Jadi, Apa yang Mau Kita Percaya?

Mungkin, pernyataan Prabowo bukan sekadar pembelaan diri, tapi sindiran halus ke budaya politik yang makin toxic. Di mana setiap gestur harus ditafsir, setiap kalimat harus dikode, dan setiap hubungan antar-elit dianggap punya motif tersembunyi.

Padahal, mungkin kadang mereka cuma lagi saling menghormati bukan saling mengatur.
Tapi siapa yang mau percaya hal simpel kayak gitu kalau teori konspirasi lebih “seksi”, kan?

Akhirnya…

Kita boleh skeptis, tapi jangan lupa, politik bukan sinetron yang harus selalu punya tokoh antagonis. Kadang, dua orang bisa tetap punya hubungan baik tanpa harus ada yang “mengendalikan”.

Dan mungkin, yang perlu “move on” itu bukan Prabowo dari bayangan Jokowi… tapi kita, dari obsesi mencari drama di setiap perubahan kekuasaan. @dimas

Tags: Era BaruOpini PublikSuara RakyatTabooo Talk

Kamu Melewatkan Ini

Wahyu Keprabon adalah Suara Rakyat, Takhta adalah Dukungan Rakyat

Wahyu Keprabon adalah Suara Rakyat, Takhta adalah Dukungan Rakyat

by Tabooo
Mei 29, 2026

Wahyu Keprabon hari ini tidak bisa lagi hanya dibaca sebagai tanda langit. Dalam demokrasi modern, rakyatlah yang menghidupkan wahyu itu...

Lampu Malioboro Terang, Tapi Kenapa Empati Terlihat Redup?

Lampu Malioboro Terang, Tapi Kenapa Empati Terlihat Redup?

by teguh
Mei 26, 2026

Kenapa kita justru merasa tenang saat kota mulai kosong? Apakah malam memang membawa kedamaian, atau sebenarnya kita hanya lelah menghadapi...

Namanya Yakuza, Isinya Dzikir: Indonesia Memang Sulit Ditebak

Namanya Yakuza, Isinya Dzikir: Indonesia Memang Sulit Ditebak

by teguh
Mei 25, 2026

Indonesia kembali melahirkan plot twist yang sulit ditebak. Saat nama “YAKUZA Maneges” muncul di media sosial, sebagian orang langsung membayangkan...

Next Post
Darah Biru, Langit Baru: Ketika Penerus Keraton Tumbuh di Zaman Digital

Darah Biru, Langit Baru: Ketika Penerus Keraton Tumbuh di Zaman Digital

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id