Jumat, Oktober 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polda DIY Pulangkan 34 Peserta Demo, Isu Penahanan Jadi Sorotan

by dimas
Oktober 30, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter
Polda DIY pulangkan 34 peserta demo di Gedung DPRD DIY setelah kericuhan. Isu penahanan sempat beredar dan menjadi sorotan publik.

Tabooo.id: Yogyakarta – Kericuhan dalam aksi penyampaian aspirasi di Gedung DPRD DIY, Rabu (28/10/2026), menyisakan pertanyaan setelah massa meninggalkan lokasi. Di media sosial, muncul kabar bahwa sejumlah peserta aksi masih menjalani penahanan. Namun, Polda DIY menyatakan seluruh 34 orang yang sempat diamankan telah kembali ke keluarga masing-masing.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menyampaikan klarifikasi tersebut melalui keterangan tertulis pada Kamis (29/10/2026) malam. Ia memastikan keluarga dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta telah menjemput seluruh peserta aksi yang sempat diamankan.

“Sebanyak 34 orang yang sempat kita berikan perlindungan pada saat kericuhan di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan dan dijemput oleh keluarga masing-masing dan dari pihak LBH Yogyakarta,” ujar Ihsan.

Pengamanan dan Penahanan Bukan Hal yang Sama

Pernyataan kepolisian itu menjawab kabar mengenai keberadaan peserta aksi setelah kericuhan. Meski demikian, publik tetap membutuhkan penjelasan yang lebih terperinci mengenai proses pengamanan dan pemeriksaan mereka.

Ihsan menjelaskan bahwa polisi menjalankan pendataan dan pemeriksaan sebagai bagian dari prosedur penanganan situasi. Ia juga menyebut personel menerapkan langkah taktis secara profesional sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Ini Belum Selesai

Joko Widodo Pastikan Hadir sebagai Saksi dalam Sidang Roy Suryo pada 5 November

IQ Superior, Gaji Fantastis: Profil Terduga Pembunuh Ibu dan Anak di Madiun

Menurut Ihsan, polisi mengambil tindakan secara terukur dan proporsional berdasarkan fakta objektif serta koridor hukum. Namun, penjelasan tersebut belum menguraikan secara terperinci durasi pemeriksaan, dasar administrasi pengamanan, maupun proses yang setiap peserta jalani.

Di sinilah pentingnya membedakan pengamanan, pemeriksaan, dan penahanan. Ketiganya memiliki konsekuensi berbeda. Karena itu, kepolisian perlu menjelaskan proses yang berlangsung secara transparan agar publik tidak mencampuradukkan istilah maupun menyimpulkan sesuatu tanpa dasar.

Informasi Resmi dan Pertanyaan Publik

Polda DIY juga mengimbau masyarakat agar memeriksa informasi melalui saluran resmi. Kepolisian meminta publik tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Imbauan tersebut penting di tengah derasnya arus informasi media sosial. Namun, lembaga publik juga perlu menyampaikan keterangan secara cepat, terbuka, dan mudah dipahami. Ruang informasi yang kosong dapat memicu spekulasi, terutama ketika sebuah peristiwa melibatkan aparat dan peserta aksi.

Hingga klarifikasi tersebut muncul, bahan keterangan kepolisian belum memuat tanggapan langsung dari LBH Yogyakarta maupun peserta aksi. Padahal, keterangan dari pihak-pihak yang mengalami langsung proses pengamanan dapat membantu publik memahami peristiwa secara lebih utuh.

Hak Menyampaikan Aspirasi Tetap Harus Terlindungi

Kericuhan dalam aksi di depan Gedung DPRD DIY tidak hanya menyangkut persoalan keamanan. Peristiwa ini juga menyentuh hubungan antara kewenangan aparat dan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

Aparat memang memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban. Namun, tanggung jawab tersebut harus berjalan seiring dengan perlindungan hak warga dalam menyampaikan aspirasi.

Klarifikasi mengenai pemulangan 34 peserta aksi menjadi informasi penting. Meski begitu, transparansi tidak berhenti pada pernyataan bahwa seluruh peserta telah kembali ke keluarga. Publik juga berhak mengetahui bagaimana polisi menjalankan proses pengamanan dan pemeriksaan.

Sebab, dalam demokrasi, jalanan boleh kembali tenang. Namun, hak masyarakat untuk bertanya tidak boleh ikut dibungkam. @dimas

Tags: Demo JogjaDPRD DIYKebebasan BerpendapatKericuhanLBH YogyakartaPeserta AksiPolda DIY

Kamu Melewatkan Ini

Dari Gang Malioboro, Massa Tak Dikenal Picu Kericuhan di DPRD DIY

Dari Gang Malioboro, Massa Tak Dikenal Picu Kericuhan di DPRD DIY

by dimas
Oktober 29, 2026

Massa tak dikenal muncul dari gang-gang Malioboro dan memicu kericuhan di Gedung DPRD DIY, Yogyakarta, dengan lemparan batu, petasan, dan...

Kericuhan Demo Prabowo-Gibran, Malioboro Jadi Arena Kejaran

Kericuhan Demo di DPRD DIY, Massa Berlarian hingga Malioboro

by dimas
Oktober 21, 2026

Kericuhan mewarnai demo dua tahun Prabowo-Gibran di Yogyakarta. Massa berlarian hingga Malioboro saat aparat mengejar demonstran. Tabooo.id - Suara dentuman...

Aksi Mahasiswa di Yogyakarta: Gedung Dewan Terbuka, Jawaban Kebijakan Masih Dinanti

Aksi Mahasiswa di Yogyakarta: Gedung Dewan Terbuka, Jawaban Kebijakan Masih Dinanti

by teguh
Oktober 20, 2026

Gedung wakil rakyat kembali menjadi tempat aksi mahasiswa menyuarakan kegelisahan. Sejumlah kelompok mahasiswa mendatangi Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),...

Next Post
Joko Widodo Pastikan Hadir sebagai Saksi dalam Sidang Roy Suryo pada 5 November

Joko Widodo Pastikan Hadir sebagai Saksi dalam Sidang Roy Suryo pada 5 November

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id