Sabtu, September 26, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pitchamon Positif Doping, Thailand Kena Pukulan di Asian Games

by eko
September 22, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Pitchamon Opatniputh positif dalam tes doping Asian Games 2026. ITA menemukan furosemide dan memberi skorsing sementara kepada atlet Thailand itu.

Tabooo.id: Pitchamon Opatniputh positif dalam tes doping Asian Games Aichi-Nagoya 2026. ITA menemukan zat furosemide dalam sampel atlet bulu tangkis Thailand itu. ITA kemudian memberi skorsing sementara kepada Pitchamon.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 baru berjalan, tapi Thailand sudah mendapat kabar yang bikin kaget.

Pebulu tangkis muda Thailand, Pitchamon Opatniputh, dinyatakan positif zat terlarang furosemide. International Testing Agency (ITA) langsung menjatuhkan skorsing sementara kepada pemain berusia 19 tahun tersebut.

Pitchamon menjadi kasus doping pertama yang terungkap pada Asian Games 2026.

Ini Belum Selesai

FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia 2-0 Singapura, 90 Menit Mengubah Cerita di GBK

Bapenda Solo Gratiskan Soto bagi Warga yang Bayar Pajak

Sampel Diambil di Nagoya

ITA mengambil sampel Pitchamon pada 17 September 2026. Tes berlangsung di luar kompetisi dan dilakukan di Nagoya.

Hasil pemeriksaan kemudian menemukan furosemide dalam sampel atlet tersebut.

ITA mengumumkan temuan itu pada Senin, 21 September 2026. Skorsing sementara berlaku sejak keputusan tersebut keluar.

Selama menjalani skorsing, Pitchamon tidak boleh bertanding. Ia juga tidak boleh berlatih, melatih, atau mengikuti aktivitas olahraga dalam Asian Games.

Furosemide merupakan zat yang dapat meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh. Zat ini juga masuk dalam daftar zat terlarang dalam aturan antidoping.

Harusnya Lawan China

Situasi ini datang tepat sebelum Pitchamon menjalani pertandingan penting.

Pemain peringkat 18 dunia itu dijadwalkan memperkuat Thailand menghadapi China pada nomor beregu, Selasa, 22 September.

Kini rencana tersebut berubah.

Skorsing membuat Pitchamon tidak bisa turun ke lapangan.

Padahal, namanya sedang naik. Ia pernah meraih gelar Juara Dunia Junior 2023 dan menjadi salah satu pemain muda Thailand yang mendapat perhatian di level internasional.

Satu hasil tes akhirnya mengubah seluruh agenda.

Kasusnya Belum Final

Ada satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan.

Positif dalam sampel bukan berarti proses kasus langsung selesai.

Pitchamon masih memiliki hak untuk meminta analisis sampel B. Ia juga dapat mengajukan keberatan atas skorsing sementara melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS.

Artinya, proses pemeriksaan masih berjalan.

ITA juga menyebut keputusan sementara tersebut berlaku sampai ada proses lanjutan sesuai aturan antidoping.

Thailand Dapat Pukulan Ganda

Kabar Pitchamon datang setelah tim voli putri Thailand gagal mencapai final.

Thailand kalah dari China dalam semifinal pada Senin, 21 September 2026.

Kekalahan itu membuat Thailand harus mengejar medali perunggu.

Dua cabang berbeda. Dua masalah berbeda.

Namun, keduanya memberi warna pahit bagi perjalanan Thailand di Aichi-Nagoya.

Ini Bukan Cuma Soal Satu Atlet

Kasus Pitchamon memperlihatkan satu sisi keras olahraga elite.

Atlet mengejar podium. Negara mengejar medali. Publik menunggu kemenangan.

Tetapi di balik semua itu ada sistem antidoping yang terus mengawasi.

Satu sampel bisa menghentikan seorang atlet dari arena.

Ini bukan sekadar cerita tentang doping. Ini tentang betapa tipisnya jarak antara mengejar prestasi dan menjaga integritas olahraga.

Untuk Pitchamon, prosesnya belum selesai.

Untuk Thailand, Asian Games juga masih panjang.

Tapi satu hal sudah berubah: nama Pitchamon kini masuk dalam cerita Aichi-Nagoya 2026 dengan alasan yang tidak pernah diinginkan seorang atlet.

Dan kali ini, bukan karena medali.@eko

Tags: Asian Games 2026doping badmintonPitchamon Opatniputh

Kamu Melewatkan Ini

Asian Games 2026: Bulu Tangkis Putra Pecahkan Telur Emas Indonesia

Asian Games 2026: Bulu Tangkis Putra Pecahkan Telur Emas Indonesia

by teguh
September 25, 2026

Indonesia akhirnya pecah telur di Asian Games 2026. Tim bulu tangkis beregu putra merebut emas setelah menumbangkan China 3-2 dalam...

Emas Pertama Indonesia, Ubed Bawa Merah Putih Naik Tujuh Posisi

Emas Pertama Indonesia, Ubed Bawa Merah Putih Naik Tujuh Posisi

by dimas
September 24, 2026

Ubed mengantar Indonesia meraih emas pertama Asian Games 2026 sekaligus mengerek posisi Merah Putih naik tujuh tingkat ke peringkat 16...

Indonesia Koleksi 8 Medali, Masih di Posisi 16 Asian Games

Indonesia Koleksi 8 Medali, Masih di Posisi 15 Asian Games

by dimas
September 22, 2026

Indonesia mengoleksi delapan medali di Asian Games 2026 setelah tambahan perunggu Agung Sanistyarani. Indonesia kini berada di posisi 15 klasemen....

Next Post
G30S 1965: Ketika Satu Malam Mengubah Arah Sejarah Indonesia

G30S: Ketika Satu Malam Mengubah Arah Sejarah Indonesia

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id