Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pengaderan FMIPA Unhas Dibekukan Usai Dugaan Kekerasan Yang Viral

by teguh
September 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Universitas Hasanuddin (Unhas) membekukan sementara kegiatan pengaderan Keluarga Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) setelah video dugaan perpeloncoan dan kekerasan yang viral di media terhadap mahasiswa.

Tabooo.id: Makasar – Akun Instagram @unhas.distopia mengunggah sejumlah rekaman video, ilustrasi, dan tangkapan layar percakapan yang menyoroti dugaan praktik senioritas dalam pengaderan. Materi tersebut memperlihatkan dugaan bentakan, hukuman fisik, hingga tamparan terhadap mahasiswa baru sehingga membentuk opini kekerasan yang viral di media.

Unggahan itu juga menyinggung dugaan tekanan terhadap mahasiswa yang menolak mengikuti pengaderan, termasuk persoalan pengurusan Kartu Rencana Studi (KRS) dan kegiatan laboratorium. Unhas masih memeriksa seluruh dugaan tersebut dan belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

Kampus Langsung Periksa Laporan Kekerasan Yang Viral di Media

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, mengatakan pimpinan universitas bersama pimpinan FMIPA langsung mengecek laporan setelah menerima informasi pada Minggu, 06/09/2026.

“Pihak Pimpinan Universitas bersama Pimpinan Fakultas langsung melakukan koordinasi dan pengecekan lapangan.”

Ruslin menyampaikan pernyataan itu pada Selasa, 08/09/2026. Sehari setelah pengecekan, Unhas menggelar rapat evaluasi bersama pimpinan FMIPA, ketua program studi, pengurus organisasi mahasiswa, dan panitia pengaderan.

Dari klarifikasi awal, kampus menemukan bahwa video yang beredar tidak seluruhnya merekam kejadian terbaru.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

“Sebagian merupakan peristiwa pada saat pengaderan 2026 dan sebagian merupakan potongan video lama pada periode September 2025 sampai dengan Maret 2026.”

Meski menemukan perbedaan waktu rekaman, Unhas tetap menyelidiki seluruh dugaan pelanggaran untuk memastikan fakta dan konteks setiap video.

Unhas Hentikan Pengaderan KM FMIPA

Setelah mengevaluasi laporan tersebut, Unhas mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas pengaderan KM FMIPA.

“Universitas membekukan sementara kegiatan pengaderan KM FMIPA.”

Ruslin mengatakan kampus meminta organisasi mahasiswa mengevaluasi sistem pengaderan secara menyeluruh. Organisasi mahasiswa juga harus menyusun format baru yang tidak menggunakan bullying maupun tindakan militeristik.

Unhas menegaskan kegiatan pengaderan tetap dapat berjalan sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa, tetapi organisasi tidak boleh menggunakan relasi senior-junior maupun asisten-praktikan untuk melakukan kekerasan atau intimidasi.

Kampus Siapkan Sanksi

Unhas belum menyimpulkan siapa yang melakukan pelanggaran. Kampus masih mengumpulkan informasi dan memeriksa dugaan tindakan kekerasan yang viral dan muncul dalam materi digital tersebut.

Jika investigasi menemukan pelanggaran, Unhas akan menggunakan mekanisme internal untuk menjatuhkan sanksi kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab.

“Kami akan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku pelanggaran melalui instrumen atau kanal yang dimiliki Universitas.”

Kampus juga meminta mahasiswa yang pernah mengalami kekerasan dalam kegiatan pengaderan untuk menyampaikan laporan.

Mahasiswa Bisa Melapor

Unhas membuka kanal pengaduan melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) serta bagian akademik dan kemahasiswaan fakultas.

Mahasiswa angkatan 2026 maupun angkatan sebelumnya dapat menggunakan kanal tersebut apabila mengalami kekerasan atau intimidasi dalam kegiatan pengaderan.

Langkah itu sekaligus memberi ruang bagi kampus untuk menelusuri apakah persoalan hanya muncul pada kegiatan terbaru atau memiliki riwayat lebih panjang.

Senioritas Bukan Tiket untuk Mengintimidasi

Kasus FMIPA Unhas kini berada di meja investigasi. Kampus sudah menghentikan pengaderan dan meminta organisasi mahasiswa mengevaluasi sistemnya. Namun, publik masih menunggu hasil pemeriksaan.

Jika investigasi menemukan pelanggaran, Unhas harus memastikan sanksi berjalan sesuai aturan. Jika kampus menemukan kelemahan dalam sistem pengawasan, pembenahan juga harus menyentuh mekanisme pengaderan, bukan sekadar menghentikan kegiatannya.

Pengaderan boleh membentuk mental. Tetapi kekerasan tidak boleh menyamar sebagai pendidikan. @teguh

Tags: bullyingFMIPA UnhasKekerasan KampusMahasiswaPengaderan MahasiswaPerpeloncoanSenioritasUnhas

Kamu Melewatkan Ini

Jadi Kader atau Dipaksa Tunduk? Senioritas di Balik Jurit Malam UIN Kendari

Jadi Kader atau Dipaksa Tunduk? Senioritas di Balik Jurit Malam UIN Kendari

by teguh
September 10, 2026

Pukul 01.30 WITA, Minggu, 06/09/2026, kegiatan jurit malam UIN Kendari masih berlangsung. Di tengah gelapnya malam, seorang mahasiswi berusia 19...

Senioritas Jadi Kekerasan: Ada Apa dengan Pengaderan Kampus?

Senioritas Jadi Kekerasan: Ada Apa dengan Pengaderan Kampus?

by teguh
September 9, 2026

Universitas Hasanuddin (Unhas) membekukan sementara kegiatan pengaderan kampus di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) setelah dugaan perpeloncoan dan...

Laporan Ke Polisi Dicabut: Apa yang Sebenarnya Terjadi di SMPN 1 Blora?

Laporan Ke Polisi Dicabut: Apa yang Sebenarnya Terjadi di SMPN 1 Blora?

by teguh
Agustus 16, 2026

Kasus dugaan bullying di SMPN 1 Blora, Jawa Tengah memasuki, memasuki babak baru dimana laporan ke polisi dicabut. Korban berinisial...

Next Post
Pasal Santet Digugat: Frasa “Memberikan Harapan” Dipersoalkan

Pasal Santet Digugat: Frasa “Memberikan Harapan” Dipersoalkan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id