Tabooo.id: Global – Pemerintah Indonesia meminta warga negara Indonesia (WNI) menunda perjalanan ke Meksiko. Gelombang kerusuhan meledak setelah aparat menewaskan gembong narkoba paling diburu, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho. Situasi keamanan di sejumlah wilayah masih tidak stabil.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan bahwa kondisi di beberapa daerah masih rawan. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat menunda keberangkatan hingga situasi benar-benar kondusif.
“Kami mengimbau WNI menunda perjalanan ke Meksiko sampai keadaan aman,” tegasnya, Selasa (24/2/2026).
WNI di Jalisco Harus Waspada
Pemerintah juga mengingatkan WNI yang tinggal di negara bagian Jalisco agar membatasi aktivitas di luar rumah. Mereka perlu memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan otoritas setempat.
KBRI Mexico City segera menyebarkan peringatan resmi kepada seluruh WNI. Petugas meminta warga tetap berada di rumah, mengikuti arahan pemerintah setempat, dan rutin melapor kepada perwakilan Indonesia. Vahd menegaskan bahwa keselamatan WNI menjadi prioritas utama.
Baku Tembak Picu Kerusuhan
Aparat keamanan menangkap El Mencho, pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), dalam operasi militer di kawasan hutan Tapalpa, Jalisco, Minggu (22/2/2026). Kontak senjata antara aparat dan anggota kartel memicu korban jiwa di kedua pihak. Setelah itu, kelompok bersenjata merespons dengan aksi kekerasan di berbagai titik.
Akibat eskalasi tersebut, pemerintah Meksiko langsung menambah pasukan untuk mengendalikan situasi. Aktivitas warga di puluhan wilayah sempat terhenti karena bentrokan dan blokade jalan.
Pemerintah Terus Pantau Situasi
Hingga kini, aparat keamanan Meksiko terus mengawasi wilayah rawan. Di sisi lain, pemerintah Indonesia aktif berkoordinasi dengan seluruh perwakilan RI guna memastikan kondisi WNI tetap aman.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa konflik kartel tidak hanya menelan korban dari aparat dan kelompok kriminal. Dampaknya juga menjalar ke warga sipil, termasuk WNI, yang harus menunda rencana perjalanan demi keselamatan. @dimas




