Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemerasan Bupati Tulungagung: Kasus Biasa atau Sistem Tekanan yang Disengaja?

by dimas
April 13, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan kamu bekerja dalam tekanan yang tak terlihat.
Bukan ancaman langsung, tetapi satu kertas bisa menjatuhkanmu kapan saja.

Inilah praktik yang diungkap KPK dalam kasus Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

Modus: Surat Kosong yang Jadi Senjata

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap pola ini secara terang.

Gatut meminta kepala OPD menandatangani surat pengunduran diri tanpa tanggal.
Lalu, ia menyimpan surat itu sebagai alat kendali.

“Dia mengontrol dengan surat pengunduran diri,” ujar Asep, Sabtu (11/4/2026).

Ini Belum Selesai

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

Kipas Angin Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

Akibatnya, para pejabat tidak punya posisi tawar.
Sebab, kapan pun Gatut bisa mengisi tanggal dan langsung mengakhiri jabatan mereka.

Tekanan Berlapis: Dari Jabatan ke Uang

Karena itu, para pejabat memilih patuh.
Mereka tidak berani menolak.

Bahkan, sebagian pejabat mencari pinjaman dan memakai uang pribadi.
Di sisi lain, ajudan bupati, Dwi Yoga Ambal, terus menagih setoran.

“Bahkan hampir setiap minggu dua sampai tiga kali nagih,” kata Asep.

Situasi ini membuat tekanan terasa nyata dan terus berulang.

Target Rp 5 Miliar dan Pola Pengaturan

Selain menekan pejabat, Gatut juga memasang target besar.

Ia menargetkan setoran hingga Rp 5 miliar.
Sampai penangkapan, ia sudah mengumpulkan sekitar Rp 2,7 miliar.

Kemudian, ia memakai dana itu untuk kebutuhan pribadi.
Di saat yang sama, ia juga mengatur proyek pengadaan.

Mulai dari alat kesehatan hingga jasa cleaning service dan keamanan.

Ini Bukan Sekadar Uang

Sekilas, kasus ini terlihat seperti korupsi biasa.
Namun, jika ditelusuri, polanya jauh lebih dalam.

Ini bukan soal uang.
Ini soal kontrol.

Surat kosong itu berubah menjadi alat kendali.
Dengan cara itu, Gatut mengunci banyak orang tanpa suara.

Jadi, yang terlihat administratif justru menjadi alat tekanan.

Ini Dampaknya Buat Kamu

Ketika pejabat bekerja karena takut, sistem langsung berubah.

Akibatnya, mereka tidak lagi fokus melayani publik.
Sebaliknya, mereka sibuk menyelamatkan posisi.

Lalu, anggaran bisa bergeser.
Prioritas pun bisa dimanipulasi.

Pada akhirnya, masyarakat yang menanggung dampaknya.

Sistem yang Diam-Diam Membusuk

Kasus ini menunjukkan pola yang sering tersembunyi.

Pertama, kekuasaan membangun kontrol.
Kemudian, kontrol menciptakan ketakutan.

Akhirnya, ketakutan melahirkan kepatuhan tanpa batas.

Rantai ini berjalan diam-diam.
Namun, dampaknya nyata dan merusak sistem dari dalam.

Penutup

Satu tanda tangan bisa jadi awal masalah.
Apalagi jika tanpa tanggal.

Dari situ, satu orang bisa mengendalikan banyak pihak.

Sekarang pertanyaannya jelas, ini satu kasus atau pola yang selama ini kita biarkan? @dimas

Tags: ASNBupati TulungagungKasus KorupsikekuasaanKorupsi di IndonesiaKPKNasionalOPDPemerasanPenyalahgunaanPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

D.N. Aidit: Dari Muazin Belitung ke Ketua PKI

D.N. Aidit: Dari Muazin Belitung ke Ketua PKI

by Tabooo
Juli 18, 2026

D.N. Aidit tumbuh dalam keluarga Muslim terpandang di Belitung. Perjalanannya membawanya dari surau, gerakan pemuda, hingga puncak kepemimpinan PKI dan...

Kipas Anginnya Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

Kipas Angin Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

by teguh
Juli 17, 2026

Di era media sosial, satu tangkapan layar bisa memicu kegaduhan nasional sebelum pemerintah sempat membuka konferensi pers. Itulah yang terjadi...

Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka

Di Balik Kasus Febrie: Hukum atau Pertarungan Elite?

by dimas
Juli 16, 2026

Kasus Febrie Adriansyah memicu pertanyaan besar: murni penegakan hukum atau pertarungan elite? Transparansi kini menjadi taruhan kepercayaan publik. Tabooo.id -...

Next Post
Kenapa Manusia Lebih Suka Mitos daripada Realita? – Madilog Series #1.2

Kenapa Manusia Lebih Suka Mitos daripada Realita? – Madilog Series #1.2

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id