Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pedagang Es Gabus Kemayoran Dituduh Pakai Bahan Spons

by dimas
Januari 28, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Suderajat (49) berhenti mendorong gerobak es gabusnya. Selama tiga hari terakhir, ia memilih bertahan di rumahnya di Depok, Jawa Barat. Tuduhan menjual es gabus berbahan spons dan kekerasan yang ia alami di Kemayoran, Jakarta Pusat, membuatnya takut kembali ke lapak.

“Sudah tiga hari belum jualan. Gara-gara kejadian hari Sabtu itu. Takutnya saya dikeroyokin lagi kalau ke Kemayoran,” ujar Suderajat, pada Selasa (27/1/2026).

Luka gores masih tampak di pipinya. Memar di bahu belum menghilang. Jejak kekerasan itu muncul setelah sekelompok orang menuding es gabus dagangannya mengandung busa.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Empat hingga lima orang mendatangi Suderajat dengan alasan ingin membeli es. Alih-alih bertransaksi, mereka menginjak-injak es gabus, meremasnya, lalu melemparkannya ke arah Suderajat.

“Dia bilang beli es kue. Habis itu esnya dibejek-bejek. Dilempar juga sampai kena ke saya,” tambahnya.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Suderajat berusaha menjelaskan bahwa seluruh es gabus berasal dari produksi rumahan di Depok dan tidak mengandung bahan berbahaya. Namun, orang-orang itu menolak mendengar. Beberapa di antaranya memukul wajah dan bahu Suderajat.

Dalam kondisi tertekan, Suderajat mengemasi sisa dagangan yang rusak. Ia pulang menggunakan KRL Commuter Line. Sejak saat itu, gerobaknya tak lagi muncul di Kemayoran.

Laporan Warga Picu Kecurigaan

Kecurigaan terhadap Suderajat bermula dari laporan seorang warga bernama M. Arief Fadillah (43), wiraswasta yang tinggal di Utan Panjang III, Kemayoran. Arief melapor ke call center 110 pada Sabtu (24/1/2026).

Ia menduga ada pedagang yang menjual es gabus berbahan Polyurethane Foam (PU Foam), material yang umum digunakan sebagai busa kasur atau spons.

Dalam laporan itu, Arief menyebut Suderajat sebagai pedagang yang menjual es kue, es gabus, agar-agar, coklat meses, serta sisa kue yang sempat ia beli.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim piket Reskrim Polsek Kemayoran mendatangi lokasi tempat Suderajat biasa berjualan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyatakan, polisi mengamankan barang dagangan Suderajat untuk keperluan pemeriksaan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas kami. Karena itu, kami mengamankan barang dagangan pedagang untuk diuji,” ujar Roby, Minggu (25/1/2026).

Pemeriksaan Awal Nyatakan Aman

Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memeriksa seluruh sampel dagangan Suderajat. Pemeriksaan mencakup es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan seluruh sampel aman dan layak dikonsumsi.

“Tim Dokkes melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya, produk tersebut tidak mengandung zat berbahaya,” tambahnya.

Untuk memperkuat kepastian, polisi juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Aparat masih menunggu hasil uji lanjutan dari kedua lembaga tersebut.

Selain itu, polisi menelusuri lokasi produksi es di Depok. Langkah ini bertujuan memastikan proses pembuatan es tidak menggunakan bahan spons atau material berbahaya.

Pedagang Kecil Menanggung Kerugian

Meski hasil awal menyatakan aman, kerugian sudah lebih dulu menimpa Suderajat.

Ia kehilangan penghasilan harian. Dagangannya rusak. Reputasinya tercemar. Yang paling berat, rasa aman untuk bekerja di ruang publik ikut hilang.

Kasus ini menunjukkan betapa cepat tuduhan menyebar, sementara klarifikasi berjalan lebih lambat. Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap pangan, masyarakat kerap melupakan prinsip kehati-hatian dalam menilai seseorang.

Suderajat hanya ingin kembali berjualan tanpa rasa takut.

“Saya cuma mau cari makan,” pungkasnya.

Di tengah semangat melindungi konsumen, kasus ini mengingatkan bahwa keadilan juga harus hadir bagi pedagang kecil. Sebab, ketika tuduhan lebih cepat dipercaya daripada fakta, yang pertama kali tumbang bukanlah kebenaran, melainkan nasib orang kecil. @dimas

Tags: AmanEs GabusJakartaKasusKeadilanKeamanan NegaraKlarifikasiPanganPedagangPerlindunganPolda Metro JayaPolisiPolri

Kamu Melewatkan Ini

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

by dimas
Mei 13, 2026

Benarkah Jakarta sudah bukan ibu kota negara? Simak fakta status konstitusi IKN, Keppres pemindahan, dan polemik UU DKJ. Tabooo.id -...

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

by dimas
Mei 10, 2026

Kejahatan siber di Indonesia kian terorganisir dan lintas negara. Namun di balik penggerebekan besar jaringan judi online di Jakarta dan...

Markas Judi Online di Jakarta Digerebek, Bagaimana Bisa Tak Terdeteksi?

Markas Judi Online di Jakarta Digerebek, Bagaimana Bisa Tak Terdeteksi?

by dimas
Mei 10, 2026

Markas judi online di Jakarta yang bersembunyi di balik wajah kota yang sibuk dan modern itu justru berada di ruang-ruang...

Next Post
KA Gajayana Tabrak Truk di Kebumen, Sopir Truk Tewas di Tempat

KA Gajayana Tabrak Truk di Kebumen, Sopir Truk Tewas di Tempat

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id