Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PB XIV Serahkan Nawala Kekancingan ke Takmir Masjid Agung Solo

by dimas
Januari 2, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Susuhunan Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan (SISKS) Pakoe Boewono XIV melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Solo, Jumat (2/1/2026). Usai ibadah, PB XIV langsung menyerahkan Nawala Kekancingan, surat keputusan resmi Kraton, kepada Takmir Masjid Agung Solo, Muhtarom.

Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan sarat makna simbolik. Dalam kesempatan yang sama, PB XIV hadir bersama Pengageng Parentah Kraton Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Panembahan Dipokusumo. Kehadiran keduanya sekaligus menegaskan kuatnya relasi historis antara Kraton Kasunanan Surakarta dan Masjid Agung Solo.

Masjid Agung dan Keraton Tak Terpisahkan

PB XIV menegaskan bahwa Masjid Agung Solo memiliki keterikatan historis dan struktural yang kuat dengan Kraton Kasunanan Surakarta. Karena itu, ia menilai penyerahan Nawala Kekancingan sebagai langkah wajar yang berangkat dari niat baik Kraton.

“Masjid Agung adalah bagian dari Kraton Kasunanan yang tidak bisa dipisahkan. Oleh sebab itu, pemberian Nawala ini tidak keliru,” ujar PB XIV di Masjid Agung Solo.

Lebih lanjut, PB XIV menjelaskan bahwa Muhtarom selama ini menjalankan tugas sebagai pengelola masjid. Dengan adanya Nawala Kekancingan, Kraton ingin memperjelas peran dan tanggung jawab takmir secara kelembagaan.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Penegasan Peran dan Tanggung Jawab Takmir

Melalui Nawala Kekancingan, PB XIV berharap takmir Masjid Agung dapat menjalankan tugas secara lebih terarah. Secara khusus, ia menekankan pentingnya peran takmir dalam menjaga, merawat, dan mengelola masjid sebagai simbol spiritual Kraton Surakarta.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung juga berstatus sebagai kagungan dalem yang menyimpan nilai sejarah dan religius tinggi. Dengan kejelasan peran, PB XIV meyakini pengelolaan masjid akan berjalan lebih tertib dan berkelanjutan.

Sinyal Pembenahan Fisik Masjid

Di sisi lain, PB XIV turut menyoroti kondisi fisik bangunan Masjid Agung Solo. Ia mengingatkan bahwa Kraton telah melakukan renovasi pada periode sebelumnya. Namun demikian, Kraton tetap membuka peluang pembenahan lanjutan bila kebutuhan itu muncul.

“Masjid Agung sudah sempat direnovasi. Jika masih ada kekurangan, Kraton bisa membenahinya kembali di waktu mendatang,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian Kraton terhadap kelayakan Masjid Agung sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat Solo.

Substansi Nawala Kekancingan

Sementara itu, Wakil Pengageng Sasana Wilapa Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KRMT Pustoko Ningrat, memaparkan isi Nawala Kekancingan. Ia menyebut surat tersebut memuat prinsip-prinsip utama yang harus dijalankan oleh takmir Masjid Agung.

Pertama, Nawala Kekancingan menegaskan kesetiaan kepada Kraton Surakarta Hadiningrat, Susuhunan yang sedang jumeneng, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya, Kraton menekankan kewajiban takmir untuk melayani umat sekaligus menjaga tata cara peribadatan di Masjid Agung Kraton Solo.

Tak hanya itu, Nawala tersebut juga menggarisbawahi pentingnya menjaga manhaj atau tradisi keagamaan Kraton Surakarta. Tradisi ini telah hidup ratusan tahun, sejak era Demak, Pajang, Mataram, Kartasura, hingga Surakarta saat ini.

Peran Raja sebagai Sayidin Panatagama

Pustoko Ningrat menegaskan bahwa penyerahan Nawala Kekancingan mencerminkan peran PB XIV sebagai Sayidin Panatagama. Dalam posisi tersebut, raja bertanggung jawab menjaga tatanan keagamaan di lingkungan Kraton.

Menurutnya, langkah PB XIV bukan hal baru. Sebaliknya, tindakan ini melanjutkan tradisi para raja sebelumnya. Seorang raja yang jumeneng, kata dia, memiliki kewajiban menetapkan dan menegaskan paugeran yang harus dijalankan oleh takmir Masjid Kraton Surakarta Hadiningrat.

Pada akhirnya, di tengah dinamika zaman, langkah ini kembali menegaskan satu pesan penting urusan ibadah, tradisi, dan otoritas simbolik Keraton masih saling terkait dan Masjid Agung tetap berdiri di titik temu ketiganya. @dimas

Tags: BudayaIslamJawaNusantaraPB XIV

Kamu Melewatkan Ini

IKN Dulu Dibilang Kota Hantu, PBB Mulai Lihat: Kita Pindah Beneran Kapan?

IKN Dulu Dibilang Kota Hantu, PBB Mulai Lihat: Kita Pindah Beneran Kapan?

by teguh
Mei 11, 2026

Dulu IKN dibilang kota hantu dan banyak yang menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti proyek ambisi yang terlalu cepat diumumkan,...

IKN Dipuji Dunia, Tapi Kenapa Sebagian Warga Masih Ragu?

IKN Dipuji Dunia, Tapi Kenapa Sebagian Warga Masih Ragu?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau badan PBB mulai melirik Ibu Kota Nusantara (IKN) bahkan IKN dipuji dunia, apa itu bikin kamu lebih yakin proyek...

IKN Dilihat PBB: Validasi Global atau Diplomasi Basa-Basi?

IKN Dilihat PBB: Validasi Global atau Diplomasi Basa-Basi?

by teguh
Mei 10, 2026

Panas siang di Nusantara belum surut ketika rombongan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasuki Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Di tengah kritik...

Next Post
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional

Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id