Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pamit Sang Ayah, Arhan Menangis, Sepak Bola Indonesia Ikut Hening

by teguh
Desember 7, 2025
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Minggu Pagi yang Terlalu Sepi

Tabooo.id: Sports – Minggu pagi, 7 Desember 2025, datang tanpa tanda. Saat matahari masih enggan naik, kabar duka menerjang seperti tekel dari arah buta. Di Blora, keluarga sudah lebih dulu tenggelam dalam tangis, sementara publik baru mengetahui bahwa ayah Pratama Arhan, Sutrisno bin Raji, berpulang pada subuh yang terlalu sunyi itu.

Terlebih, Arhan sedang berada jauh dari rumah bersama Bangkok United. Jarak negara tetangga mendadak berubah seperti samudra yang tak bisa disebrangi dalam sekejap. Meski begitu, dukacita itu cepat menyusup ke lini massa, memaksa para pendukung Timnas ikut menahan helaan napas.

Kabar Duka yang Menyebar Secepat Notifikasi

Kabar pertama muncul melalui unggahan para pemain dan pelatih Timnas. Pelatih U-23, Indra Sjafri, menyampaikan pesan yang langsung meremas dada:

“Innalillahi wainnailaihi rajiun… telah meninggal dunia ayahanda Pratama Arhan.”

Kemudian, ia menambahkan doa yang membuat lini waktu ikut menunduk hormat:

“Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.”

Sementara itu, Asnawi Mangkualam yang juga berkarier di Liga Thailand mengirimkan ucapan belasungkawa:

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

“Yang kuat, Ho. Semoga amal ibadah bapak diterima di sisi Allah SWT.”

Unggahan demi unggahan muncul selanjutnya. Bahkan beberapa suporter luar negeri ikut menyampaikan simpati. Momentum ini menegaskan bahwa hubungan para pemain Timnas bukan sekadar rekan kerja, melainkan saudara yang dipersatukan oleh lapangan hijau.

Arhan, Blora, dan Kenangan yang Selalu Mengikuti

Karier Arhan memang melesat cepat, tetapi akarnya selalu tertanam kuat di Blora. Ia berkali-kali menyebut bahwa keluarganya adalah alasan ia berlari lebih keras dari siapa pun. Kita masih ingat air matanya saat Indonesia meraih emas SEA Games 2023 air mata yang katanya dipersembahkan untuk orang tua yang mendukungnya tanpa henti.

Kini, dukungan itu berubah menjadi kenangan. Namun kenangan itulah yang membuat perjalanan Arhan terasa lebih manusiawi. Sementara itu, belum ada konfirmasi apakah ia sudah bertolak ke Indonesia. Perjalanan Bangkok ke Blora yang biasanya terasa dekat tiba-tiba menjadi sangat panjang.

Lebih dari Sekadar Nomor Punggung

Di mata publik, Arhan bukan hanya bek kiri dengan lemparan jauh mematikan. Ia sosok yang memikul harapan generasi baru sepak bola Indonesia. Setiap kali ia berlari menyusuri sisi kiri lapangan, para pendukung yakin bahwa permainan bisa berubah.

Namun, kehilangan orang tua selalu menjadi hal yang tak bisa ditangani dengan tekel keras. Tidak ada skor untuk menenangkan hati. Tidak ada sorakan stadion untuk meredakan getaran dada. Kehilangan ini, akhirnya, menjadi pengingat bahwa atlet idola pun manusia dengan ruang rapuh yang tak terlihat kamera.

Makna Kehilangan di Tengah Hiruk Pikuk Lapangan

Tragedi ini kembali mengingatkan publik bahwa pemain sepak bola tidak pernah lepas dari identitas mereka sebagai anak, saudara, atau bagian dari keluarga. Bahkan ketika sorotan kamera mengejar mereka, ada kehidupan pribadi yang tetap berjalan di balik layar. Karena itulah, dukungan tidak hanya diperlukan saat pertandingan besar, tetapi juga ketika hidup menampar tiba-tiba.

Di sisi lain, momen duka ini menyatukan komunitas sepak bola Indonesia. Suporter yang biasa berdebat soal taktik kini berdiri di baris yang sama—baris simpati.

Hening untuk Arhan

Pada akhirnya, kita biarkan Arhan merangkul duka ini tanpa desakan. Selanjutnya, ketika ia kembali ke lapangan, setiap langkahnya akan membawa nama sang ayah. Dan setiap lemparan jauhnya akan menjadi pengingat bahwa cinta seseorang kadang tetap hidup, bahkan ketika pemiliknya telah pergi.

Untuk sekarang, sepak bola Indonesia menundukkan kepala. Hening untuk Arhan. @teguh

Tags: BerdukaMeninggal DuniaSepak BolaTimnas

Kamu Melewatkan Ini

The Longest Wait: Negara Sibuk Ribut, Timnas Malah Sibuk Menyatukan Kita

The Longest Wait: Negara Sibuk Ribut, Timnas Malah Sibuk Menyatukan Kita

by teguh
April 29, 2026

Di negeri yang sering lebih cepat panas karena politik daripada dingin karena solusi, sepak bola kembali datang sebagai penawar. Sementara...

The Longest Wait: Ketika Timnas Jadi Tempat Bangsa Menaruh Harapan

The Longest Wait: Ketika Timnas Jadi Tempat Bangsa Menaruh Harapan

by teguh
April 29, 2026

Film dokumenter The Longest Wait resmi dikenalkan ke publik. Karya ini merekam perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026....

Timnas ke Bioskop: Saat Mimpi Indonesia Menuju Piala Dunia Masuk Layar Lebar

Timnas ke Bioskop: Saat Mimpi Indonesia Menuju Piala Dunia Masuk Layar Lebar

by teguh
April 29, 2026

Timnas Indonesia kini tidak hanya bermain di stadion. Perjalanan mereka menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026 masuk ke layar lebar lewat...

Next Post
Kasparov Kalah, AI Menang: Duel Catur yang Ubah Sejarah

Kasparov Kalah, AI Menang: Duel Catur yang Ubah Sejarah

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id