Tabooo.id: Edge – Pernah nggak sih, ada orang hilang di kampung, lalu dalam waktu 3 detik langsung muncul dua teori: “diculik makhluk gaib” atau “disembunyikan penunggu hutan”? Polisi belum sempat buka map, tapi grup WhatsApp keluarga sudah full investigasi ala paranormal universe.
Narasi Instan: Pohon Besar = Portal Dimensi
Narasinya selalu mirip. “Terakhir terlihat di dekat pohon besar.” Fix. Itu bukan pohon biasa, itu portal. Kalau ada kabut sedikit, levelnya naik jadi “dimensi lain.” Netflix kalah cepat sama ibu-ibu RT.
Fakta yang Kurang Laku: Dunia Nyata Lebih Ribet
Padahal kalau ditarik ke fakta, sebagian besar kasus orang hilang itu ya, dunia nyata banget. Ada yang tersesat, ada yang kabur karena masalah pribadi, ada juga yang memang jadi korban kejahatan manusia. Menurut data kepolisian, mayoritas kasus orang hilang berujung pada faktor sosial, ekonomi, atau kriminal—bukan karena jin lagi butuh teman nongkrong.
Kenapa Harus Gaib? Karena Lebih Simpel & Viral
Tapi tetap saja, narasi “makhluk gaib” lebih laku. Kenapa? Karena lebih dramatis, lebih gampang viral, dan jujur aja… lebih nyaman. Kita jadi nggak perlu mikir ribet soal keamanan lingkungan, kesehatan mental, atau konflik keluarga. Lebih simpel menyalahkan sesuatu yang nggak bisa dimintai klarifikasi.
Error Sosial: Logika Di-downgrade Jadi Mitos
Ini kayak bug klasik di masyarakat: kalau sesuatu terlalu rumit, kita downgrade penjelasannya jadi mitos. Kayak error 404: logika not found.
Teknologi Canggih, Pola Pikir Jadul
Lucunya lagi, teknologi makin canggih GPS ada, CCTV di mana-mana, digital footprint jelas tapi mindset kita kadang masih stuck di “kayaknya dia ditarik ke alam lain.” Padahal bisa jadi dia cuma keluar dari coverage sinyal atau dari tekanan hidup yang nggak kelihatan.
Kambing Hitam Paling Efisien: Makhluk Gaib
Di titik ini, “makhluk gaib” jadi semacam kambing hitam paling efisien. Nggak bisa protes, nggak bisa bikin konferensi pers, dan jelas nggak akan nuntut pencemaran nama baik.
Dampak Nyata: Fokus Pencarian Ikut Tersesat
Yang jadi masalah, narasi ini bikin kita lalai. Fokus pencarian jadi bias. Empati jadi salah arah. Dan yang paling bahaya, kita jadi menormalisasi ketidaktahuan dengan bumbu mistis. Akhirnya, setiap ada orang hilang, kita lebih sibuk bikin cerita daripada cari solusi.
Punchline: Yang Gaib Bukan Mereka, Tapi Cara Kita Berpikir
Mungkin yang benar-benar “gaib” itu bukan makhluknya tapi logika kita yang suka menghilang tiap ada kejadian serius.@eko



