Tabooo.id: Regional – Ngawi kembali unjuk taring di gelanggang pencak silat. Kontingen Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ngawi sukses menyabet gelar juara umum dalam Kejuaraan Pencak Silat Setia Hati Terate MPR RI–EBY 2025 yang digelar di GOR Singodimejo, Ponorogo, pada 13–14 Oktober 2025.
Meski menurunkan pesilat-pesilat baru, Kota Ramah ini membuktikan konsistensinya di dunia silat pelajar. Hasilnya tak main-main: 4 emas, 3 perak, dan 3 perunggu dibawa pulang. Torehan itu menempatkan Ngawi di posisi teratas, mengungguli Ponorogo, Pacitan, dan Magetan empat daerah yang bersaing ketat di ajang se-Dapil Jatim VII ini.
Pelatih PSHT Ngawi, Rosyideva Yulienugroho, mengaku bersyukur atas hasil manis itu, namun menegaskan masih banyak pekerjaan rumah bagi timnya.
“Alhamdulillah bisa juara umum, tapi kita tetap perlu evaluasi. Terutama di sisi fisik atlet yang menurut saya masih kurang. Kejuaraan ini juga jadi ajang uji nyali bagi atlet-atlet baru,” ujarnya saat dihubungi, Senin (14/10/2025).

Kontingen Kota Ramah foto bersama Edi Baskoro Yudhoyono
Deva, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa para pesilat muda ini memang disiapkan untuk ajang Popda Jatim mendatang. Setelah dari Ponorogo, tim akan kembali digembleng untuk menghadapi Kejuaraan Bupati Cup Ngawi, dengan target mempertahankan gelar juara umum.
“Kami fokus di regenerasi. Ini bagian dari membangun tradisi juara yang berkelanjutan,” tegasnya.
Tak hanya memuji anak asuhnya, Deva juga menyoroti kemajuan pesilat dari daerah lain.
“Pacitan dan Ponorogo punya potensi besar. Teknik dan fisik mereka jauh berkembang. Kompetisi seperti ini penting untuk saling mengasah kemampuan,” tambahnya.
Adapun hasil akhir mencatat Ngawi juara umum pertama (4 emas, 3 perak, 3 perunggu), disusul Ponorogo di posisi kedua (2 emas, 2 perak, 4 perunggu), dan Pacitan di urutan ketiga (2 emas, 2 perak, 2 perunggu). (red)




