Kamis, September 17, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Narasi Pedas, Fakta Tipis: Hoaks Luhut Tuding Dedi Mulyadi Pencitraan

by dimas
Januari 5, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Check – Linimasa media sosial kembali memanas. Sebuah unggahan Facebook menyebar luas dengan klaim bahwa Luhut Binsar Pandjaitan menuding Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang ke Sumatra hanya demi pencitraan.

Narasi dalam unggahan itu sengaja dibuat tajam dan provokatif. Kalimatnya ditulis seolah kutipan langsung, lengkap dengan sentilan, “Dia kan gubernur konten kreator.” Kombinasi foto tokoh nasional dan kalimat pedas membuat banyak orang langsung bereaksi marah, setuju, atau ikut membagikan.

Namun seperti banyak drama viral lainnya, klaim ini perlu ditarik napas sejenak sebelum dipercaya.

Fakta Sebenarnya: Foto Asli, Cerita Rekaan

Tim Cek Fakta Tabooo.id menelusuri foto yang digunakan dalam unggahan tersebut melalui pencarian gambar. Hasilnya cukup jelas foto itu bukan foto baru dan tidak berkaitan dengan Dedi Mulyadi.

Media CNBCIndonesia.com telah menggunakan foto yang sama sejak tahun 2021. Saat itu, pemberitaan membahas isu yang sama sekali berbeda, mulai dari hubungan internasional hingga persoalan kelautan. Tidak ada satu pun artikel yang memuat pernyataan Luhut tentang kunjungan Dedi Mulyadi ke Sumatra, apalagi soal pencitraan.

Ini Belum Selesai

Polisi Bakal Razia Kendaraan ke Rumah? Ini Faktanya

Benarkah Kota Malang Hentikan MBG? Ini Faktanya

Dengan kata lain, gambarnya valid. Narasinya yang bermasalah.

Mengapa Klaim Ini Mudah Dipercaya?

Hoaks seperti ini biasanya mengikuti pola lama yang masih efektif. Pembuatnya memanfaatkan foto tokoh terkenal, lalu menambahkan narasi emosional agar pembaca langsung bereaksi. Setelah itu, unggahan dilepas ke media sosial dan dibiarkan menyebar lewat komentar dan algoritma.

Masalahnya, foto tidak pernah menjadi bukti ucapan. Tanpa rekaman resmi, wawancara, atau rilis media, sebuah klaim hanya berdiri di atas asumsi. Jika foto bisa “berbicara” sesuka caption, maka siapa pun bisa dituduh mengatakan apa saja.

Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Luhut Binsar Pandjaitan yang membenarkan klaim tersebut.

Kesimpulan: Hoaks, Titik

Klaim yang menyebut Luhut menuding Dedi Mulyadi datang ke Sumatra hanya untuk pencitraan tidak didukung fakta. Unggahan itu memelintir foto lama, menciptakan kutipan palsu, dan tidak bersumber dari media tepercaya.

Kesimpulannya tegas ini hoaks.

Penutup: Jangan Jadi Tim “Emosi Dulu, Verifikasi Nanti”

Di era digital, kabar bohong sering tampil lebih rapi daripada kebenaran. Kalimat pedas memang cepat memancing emosi, tetapi nalar tetap perlu ikut bekerja.

Sebelum membagikan unggahan yang bikin panas kepala, luangkan waktu untuk mengecek sumber dan konteksnya. Karena satu klik ceroboh bisa memperpanjang umur kebohongan.

Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @dimas

Tags: Cek FaktaCheckDedi MulyadiDigitalDisinformasiGubernurHoaksjawa baratLiterasiPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Polisi Bakal Razia Kendaraan ke Rumah? Ini Faktanya

Polisi Bakal Razia Kendaraan ke Rumah? Ini Faktanya

by eko
September 15, 2026

Klaim polisi bakal razia kendaraan ke rumah mulai akhir September 2026 beredar di Facebook. Faktanya, klaim itu hoaks. Tabooo.id: -...

Benarkah Semua Gunung Api Indonesia Aktif Bersamaan?

Benarkah Semua Gunung Api Indonesia Aktif Bersamaan?

by eko
September 10, 2026

Klaim semua gunung api Indonesia aktif bersamaan beredar di X dan YouTube. Cek faktanya, tidak semua gunung sedang erupsi. Tabooo.id...

Benarkah DPR Masukkan RUU Larangan Membeli Rokok di Indonesia?

Benarkah DPR Masukkan RUU Larangan Membeli Rokok di Indonesia?

by eko
September 7, 2026

Benarkah DPR buat RUU larangan membeli rokok? Cek fakta klaim viral dan aturan rokok yang sebenarnya berlaku di Indonesia. Tabooo.id...

Next Post
Konsep Otomatis

Box Office 2025: Saat Hollywood Kalah oleh Dewa Animasi dari China

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id