Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Motor Listrik MBG: Saat Pengadaan Mendahului Kebutuhan

by Anisa
Juli 31, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter

Motor Listrik MBG menjadi contoh ketika sebuah proyek mencari fungsi setelah barangnya tersedia. Pemerintah memastikan kendaraan itu tetap dimanfaatkan melalui pengalihan ke instansi lain. Namun, perubahan itu justru menghidupkan kembali pertanyaan yang seharusnya muncul sejak awal: apakah kebutuhan benar-benar menjadi dasar pengadaan?

Tabooo.id – BGN menegaskan setiap aset yang dibeli dengan uang negara harus memberi manfaat. Karena itu, pemerintah tidak ingin membiarkan ribuan motor listrik MBG hanya tersimpan di gudang. Sejumlah kementerian bahkan mulai mengajukan usulan agar mereka bisa memakai kendaraan tersebut. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut usulan itu datang dari Kemendukbangga/BKKBN, sektor pertanian, hingga tenaga pendidik. Menurutnya, pihak yang membutuhkan dipersilakan mengajukan permohonan kepada Presiden.

Namun, pernyataan Agustina berikut justru menjadi sorotan.

“Sebenarnya tadinya itu kan mau untuk kepala SPPG. Sebenarnya menurut kami nggak membutuhkan lah, karena fungsi mereka kan sebenarnya lebih kepada pengawasan di dalam situ, mereka nggak yang perlu motor ke lapangan dan sebagainya.” ujarnya dalam konferensi pers BGN seperti ditayangkan CNN Indonesia.

Agustina juga mengakui sebagian kendaraan yang telanjur dibeli merupakan motor trail. Menurutnya, jenis kendaraan itu tidak cocok untuk seluruh petugas, terutama petugas perempuan.

Pengakuan itu mengubah arah persoalan.

Ini Belum Selesai

Api Dipadamkan, Masalahnya Jangan Ikut Dibiarkan

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Kalau pejabat BGN sendiri menyatakan kepala SPPG tidak membutuhkan kendaraan operasional untuk bekerja di lapangan, maka publik wajar mempertanyakan dasar yang melandasi pengadaan ribuan motor listrik itu sejak awal. Persoalannya bukan lagi soal bagaimana pemerintah mengalihkan fungsi kendaraan tersebut, melainkan mengapa kebutuhan itu sempat menjadi dasar pengadaan.

Pemerintah Menyelamatkan Aset, Bukan Menjawab Pertanyaan

Pemerintah beralasan uang negara sudah keluar sehingga motor harus tetap memberikan manfaat. Dari sisi pengelolaan aset, langkah itu memang masuk akal. Namun, penjelasan itu belum menyentuh akar persoalan. Mengapa pemerintah membeli kendaraan sebelum memastikan kebutuhan operasional benar-benar ada?

Justru berbagai kementerian bisa memakai motor itu, apakah sejak awal pemerintah sudah menyusun analisis kebutuhan secara matang? Atau justru mereka baru mencari fungsi setelah kontrak selesai?

Siapa yang Paling Diuntungkan?

Pertanyaan publik seharusnya tidak berhenti pada siapa yang akan memakai ribuan motor listrik MBG itu. Publik justru perlu bertanya siapa yang memperoleh keuntungan ketika proyek pengadaan mulai berjalan.

Penyidik masih menelusuri dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Mereka juga menyelidiki dugaan mark-up pengadaan motor listrik yang nilainya mencapai sekitar Rp1 triliun. Sementara itu, pemerintah tetap menyatakan motor tersebut merupakan aset negara yang harus mereka manfaatkan.

Artinya, proses hukum masih berjalan.

Karena itu, pemanfaatan aset tidak boleh menggeser perhatian publik dari proses pengadaannya. Publik tetap berhak mengetahui apakah pemerintah menyusun proyek ini berdasarkan kebutuhan riil atau sekadar mengejar realisasi anggaran.

Ini Bukan Sekadar Motor

Persoalan terbesar dalam banyak proyek pemerintah sering kali bukan terletak pada barang yang mereka beli. Masalah muncul ketika pemerintah lebih dulu menandatangani kontrak, lalu mencari alasan agar barang itu terlihat berguna.

Motor listrik MBG mungkin akhirnya membantu BKKBN, penyuluh pertanian, guru, atau instansi lain. Langkah itu tentu lebih baik daripada membiarkan kendaraan menumpuk di gudang. Namun, pengalihan fungsi tidak boleh menghapus evaluasi terhadap keputusan awal.

Karena publik tidak sedang memperdebatkan apakah motor itu masih bisa dipakai. Publik sedang mempertanyakan mengapa pemerintah mengeluarkan uang rakyat sebelum memastikan kebutuhan tersebut benar-benar ada.

Pola yang Terlihat

Kasus ini memperlihatkan pola yang berulang dalam banyak proyek pemerintah.

Alih-alih memastikan kebutuhan sejak awal, pemerintah memilih mencari cara agar barang yang sudah mereka beli tetap memiliki fungsi. Padahal, pemerintah seharusnya lebih dulu memastikan bahwa motor listrik MBG memang menjadi kebutuhan. Perencanaan yang baik selalu mendahului pengadaan. Ketika urutannya terbalik, negara bukan hanya berisiko memboroskan anggaran, tetapi juga menggerus kepercayaan publik.

Ukuran keberhasilan bukan sekadar memastikan aset tidak menjadi mubazir. Ukuran keberhasilan terletak pada kemampuan pemerintah membelanjakan uang rakyat untuk kebutuhan yang benar-benar nyata sejak hari pertama. Karena tanpa jawaban atas pertanyaan itu, satu pertanyaan akan terus mengikuti setiap proyek besar pemerintah:

Siapa sebenarnya yang paling diuntungkan ketika proyek ini dimulai? @anisa

Tags: Gizi AnakMakan Bergizi GratisMBGMotor ListrikProgram Pemerintah

Kamu Melewatkan Ini

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026

Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi...

Pengadaan Motor MBG Bermasalah, Pengawasan Negara Diuji

Pengadaan Motor MBG Bermasalah, Pengawasan Negara Diuji

by teguh
Oktober 10, 2026

Ribuan kendaraan listrik dalam pengadaan motor MBG untuk Badan Gizi Nasional menghadapi persoalan baterai, pelat nomor, dan pencatatan aset. Kerugian...

Korupsi Motor MBG: Negara Rugi Rp863,85 Miliar, Ribuan Kendaraan Bermasalah

Korupsi Motor MBG: Negara Rugi Rp863,85 Miliar, Ribuan Kendaraan Bermasalah

by teguh
Oktober 10, 2026

Kejaksaan Agung mencatat kerugian negara dalam dugaan korupsi motor MBG untuk pengadaan 19.269 motor listrik untuk Badan Gizi Nasional. Lima...

Next Post
Tunjangan TNI Naik, Kapan Guru Honorer Diprioritaskan?

Tunjangan TNI Naik, Kapan Guru Honorer Diprioritaskan?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id