Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Menkomdigi Siap Rem Thrifting Online, Siapa Kena Sikat?

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Kompak: Thrifting Berpotensi Direm Total

Tabooo.id: Teknologi – Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa kementeriannya akan mengikuti arah kebijakan besar pemerintah bila aktivitas penjualan barang bekas akhirnya dilarang. Sikapnya jelas jika regulasi turun, maka pasar online ikut terimbas.

“Kalau memang aturannya pelarangan, ya kita mengikuti,” kata Meutya di Jakarta, Kamis (20/11/2025). Karena banyak yang bertanya soal teknis penindakan, ia menyebut penjelasan lengkap akan disampaikan Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital yang dipimpin Alex. Dengan kata lain, aturan main tinggal menunggu waktu.

Langkah ini tidak berjalan sendirian. Sebelumnya, Menteri UMKM Maman meminta pedagang thrift berpindah ke produk lokal. Ia menilai perpindahan itu penting karena industri dalam negeri terus terpukul oleh banjir barang bekas impor yang harganya sangat murah.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah memerintahkan Bea Cukai memperketat pintu masuk balpres ilegal. Ia mendesak aparat menindak importir yang masih nekat membawa barang bekas ke Indonesia.

Thrifting Itu Budaya, Bukan Sekadar Belanja Hemat

Tren thrifting lahir dari kebutuhan. Dari Cimol Bandung sampai Poncol Senen, pasar barang bekas tumbuh karena masyarakat ingin tampil gaya tanpa merusak dompet. Selain itu, generasi muda juga melihat thrifting sebagai cara mengurangi limbah fesyen sekaligus menemukan barang unik yang tidak ada duanya.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Tren ini punya sejarah panjang. Di Amerika, thrifting mulai berkembang sejak akhir abad ke-19. Produksi massal membuat pakaian menjadi gampang dibuang, sehingga organisasi seperti Salvation Army dan Goodwill mengumpulkan baju bekas dan menjualnya murah untuk para imigran. Konsep ini kemudian menyebar dan menjadi bagian dari kultur fesyen global.

Siapa Untung, Siapa Kena Dampak?

Aturan baru ini menghadirkan dua sisi yang berbeda.

1. Yang Untung: Industri Lokal dan UMKM

Karena pasar akan lebih bersih dari barang bekas impor murah, produsen lokal bisa melebarkan pasar. Selain itu, pelaku UMKM yang menjual produk baru memiliki peluang lebih besar untuk bersaing.

2. Yang Rugi: Pedagang Kecil dan Konsumen

Para pedagang thrift kecil harus memikirkan ulang cara bertahan. Selain itu, konsumen berpenghasilan menengah-bawah kehilangan opsi belanja hemat yang selama ini membantu mereka menjaga gaya hidup tetap “aman di kantong.”

Di sisi lain, banyak anak muda yang menjadikan thrift sebagai hobi kreatif mulai dari mencari barang langka sampai merombak pakaian menjadi sesuatu yang baru. Bila aturan terlalu keras, kreativitas itu ikut terjepit.

Kebijakan Siap Jalan, Tapi Apakah Dampaknya Akan Adil?

Pemerintah mengklaim aturan ini demi industri dalam negeri. Namun, pertanyaannya tetap sama apakah perlindungan ini benar-benar untuk rakyat atau justru untuk pemain besar yang ingin pasar lebih steril dari kompetisi?

Di tengah perubahan cepat ini, publik berhak bertanya kalau thrifting harus hilang, siapa sebenarnya yang diminta berhemat?. @teguh

Tags: Bea CukaiGlobalIlegalIndustriMenkomdigiRegulasi

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

22 Detik Video: Satu Indonesia Mendadak Jadi Penyidik

22 Detik Video: Satu Indonesia Mendadak Jadi Penyidik

by teguh
Mei 9, 2026

;: Cuma 22 detik. Namun video dua petugas Bea Cukai yang masuk ke Warung Madura pada malam hari langsung mengubah...

Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

by teguh
Mei 9, 2026

Dulu, seragam aparat identik dengan rasa aman. Kini, banyak warga justru refleks mengambil ponsel saat petugas datang. Tabooo.id - Video...

Next Post
MForce Bawa Zontes 368 Series ke Indonesia

MForce Bawa Zontes 368 Series ke Indonesia

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id