Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mengapa Kota Selalu Bergerak Meninggalkan Pekerja Kecil?

by eko
Agustus 6, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on Facebook
Share on Twitter
Kota terus berkembang, tetapi pekerja kecil semakin terdesak. Mengapa tukang becak dan pedagang pasar paling merasakan dampak kemajuan?

Tabooo.id – Kota terus berubah. Jalan semakin lebar, layanan semakin cepat, dan teknologi memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun, perubahan itu juga mengurangi ruang hidup sebagian pekerja. Tukang becak, buruh angkut, dan pedagang pasar kini menghadapi tantangan yang semakin berat. Mereka kehilangan pelanggan ketika masyarakat mengubah cara bepergian dan berbelanja.

Kemajuan Membawa Peluang, tetapi Juga Tantangan

Teknologi memberi banyak kemudahan. Masyarakat bisa memesan kendaraan hanya melalui telepon genggam. Mereka juga bisa membeli barang tanpa datang ke pasar.

Perubahan itu menghemat waktu. Namun, perubahan itu juga mengubah cara banyak orang mencari nafkah.

Sebagian pekerjaan tumbuh karena teknologi. Di sisi lain, sebagian pekerjaan kehilangan pelanggan.

Becak Masih Ada, Penumpangnya Semakin Sedikit

Setiap pagi, tukang becak tetap datang ke Pasar Klewer. Mereka berharap ada penumpang yang menggunakan jasa mereka.

Ini Belum Selesai

Langit Oranye, Napas Terancam: Kabut Asap Uji Tanggung Jawab Negara

Mengapa Publik Makin Skeptis terhadap Janji Pejabat?

Sayangnya, harapan itu sering tidak terwujud.

Dulu, seorang tukang becak bisa mengantar lima hingga enam penumpang dalam sehari. Kini, satu atau dua penumpang sudah terasa cukup. Bahkan, banyak tukang becak pulang tanpa memperoleh penghasilan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memilih transportasi lain. Ojek online menawarkan layanan yang lebih cepat. Belanja daring juga mengurangi jumlah pengunjung pasar.

Pasar yang Sepi Memukul Banyak Orang

Pasar tradisional bukan hanya tempat berjualan.

Pedagang mencari penghasilan di sana.

Buruh angkut bekerja di sana.

Tukang becak menunggu penumpang di sana.

Warung makan melayani para pekerja dan pembeli.

Ketika jumlah pengunjung turun, semua kelompok itu ikut kehilangan pendapatan.

Karena itu, sepinya pasar tidak hanya menjadi masalah pedagang. Dampaknya menjalar ke seluruh rantai ekonomi rakyat.

Pekerja Harian Menanggung Risiko Paling Besar

Pekerja sektor informal bergantung pada penghasilan harian.

Mereka bekerja hari ini agar bisa memenuhi kebutuhan hari ini.

Jika pelanggan tidak datang, mereka tidak membawa uang pulang.

Sebagian besar dari mereka juga tidak memiliki gaji tetap, pesangon, atau perlindungan pendapatan.

Kondisi itu membuat mereka lebih rentan ketika ekonomi melemah.

Kemajuan Harus Memberi Ruang untuk Semua

Teknologi akan terus berkembang.

Kota juga akan terus berubah.

Namun, pemerintah dan masyarakat tetap perlu memastikan bahwa perubahan itu tidak mengorbankan kelompok yang paling rentan.

Pelatihan kerja, perlindungan sosial, penguatan pasar tradisional, dan pemberdayaan sektor informal dapat membantu pekerja kecil beradaptasi.

Dengan cara itu, kemajuan tidak hanya menguntungkan sebagian orang.

Talk Tabooo | Kota Tidak Hanya Dibangun untuk yang Cepat

Kota yang maju bukan hanya kota yang memiliki gedung tinggi atau layanan digital. Kota yang maju juga memberi kesempatan kepada semua warganya untuk bertahan.

Tukang becak mungkin tidak meminta dunia berhenti berubah. Mereka hanya ingin tetap memiliki kesempatan untuk bekerja.

Kemajuan seharusnya tidak membuat pekerja kecil kehilangan tempat. Sebaliknya, kemajuan harus membuka jalan agar setiap orang bisa ikut melangkah.

Sebab ukuran sebuah kota bukan hanya terlihat dari kecepatannya. Ukuran itu juga terlihat dari cara kota menjaga orang-orang yang selama ini ikut menggerakkan kehidupan ekonomi.@eko

Tags: KotaPasar KlewerPekerja KecilPekerja pasar

Kamu Melewatkan Ini

Harga Emas Tinggi, Tukang Patri Solo Tetap Menyambung Harapan

Harga Emas Tinggi, Tukang Patri Solo Tetap Menyambung Harapan

by eko
Agustus 7, 2026

Harga bahan patri dan emas terus naik. Anwar, tukang patri emas di Jalan Radjiman, Surakarta, bertahan selama 29 tahun meski...

Hidup dari Pasar yang Tak Lagi Ramai

Hidup dari Pasar yang Tak Lagi Ramai

by eko
Agustus 6, 2026

Pasar Klewer tak lagi seramai dulu. Perubahan pola belanja, transportasi online, dan lesunya ekonomi membuat tukang becak, buruh angkut, hingga...

Realitas Tukang Becak Klewer: Satu Hari Tanpa Penumpang, Kini Jadi Kenyataan

Tukang Becak Klewer: Satu Hari Tanpa Penumpang, Kini Jadi Kenyataan

by eko
Agustus 6, 2026

Pendapatan tukang becak di Pasar Klewer terus menurun. Perubahan pola transportasi, belanja online, dan lesunya ekonomi membuat mereka semakin sulit...

Next Post
Bondoloemakso, Jejak Ekonomi Keraton Surakarta

Bondoloemakso, Jejak Ekonomi Keraton Surakarta

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id