Kota terus berkembang, tetapi pekerja kecil semakin terdesak. Mengapa tukang becak dan pedagang pasar paling merasakan dampak kemajuan?
Tabooo.id – Kota terus berubah. Jalan semakin lebar, layanan semakin cepat, dan teknologi memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun, perubahan itu juga mengurangi ruang hidup sebagian pekerja. Tukang becak, buruh angkut, dan pedagang pasar kini menghadapi tantangan yang semakin berat. Mereka kehilangan pelanggan ketika masyarakat mengubah cara bepergian dan berbelanja.
Kemajuan Membawa Peluang, tetapi Juga Tantangan
Teknologi memberi banyak kemudahan. Masyarakat bisa memesan kendaraan hanya melalui telepon genggam. Mereka juga bisa membeli barang tanpa datang ke pasar.
Perubahan itu menghemat waktu. Namun, perubahan itu juga mengubah cara banyak orang mencari nafkah.
Sebagian pekerjaan tumbuh karena teknologi. Di sisi lain, sebagian pekerjaan kehilangan pelanggan.
Becak Masih Ada, Penumpangnya Semakin Sedikit
Setiap pagi, tukang becak tetap datang ke Pasar Klewer. Mereka berharap ada penumpang yang menggunakan jasa mereka.
Sayangnya, harapan itu sering tidak terwujud.
Dulu, seorang tukang becak bisa mengantar lima hingga enam penumpang dalam sehari. Kini, satu atau dua penumpang sudah terasa cukup. Bahkan, banyak tukang becak pulang tanpa memperoleh penghasilan.
Perubahan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memilih transportasi lain. Ojek online menawarkan layanan yang lebih cepat. Belanja daring juga mengurangi jumlah pengunjung pasar.
Pasar yang Sepi Memukul Banyak Orang
Pasar tradisional bukan hanya tempat berjualan.
Pedagang mencari penghasilan di sana.
Buruh angkut bekerja di sana.
Tukang becak menunggu penumpang di sana.
Warung makan melayani para pekerja dan pembeli.
Ketika jumlah pengunjung turun, semua kelompok itu ikut kehilangan pendapatan.
Karena itu, sepinya pasar tidak hanya menjadi masalah pedagang. Dampaknya menjalar ke seluruh rantai ekonomi rakyat.
Pekerja Harian Menanggung Risiko Paling Besar
Pekerja sektor informal bergantung pada penghasilan harian.
Mereka bekerja hari ini agar bisa memenuhi kebutuhan hari ini.
Jika pelanggan tidak datang, mereka tidak membawa uang pulang.
Sebagian besar dari mereka juga tidak memiliki gaji tetap, pesangon, atau perlindungan pendapatan.
Kondisi itu membuat mereka lebih rentan ketika ekonomi melemah.
Kemajuan Harus Memberi Ruang untuk Semua
Teknologi akan terus berkembang.
Kota juga akan terus berubah.
Namun, pemerintah dan masyarakat tetap perlu memastikan bahwa perubahan itu tidak mengorbankan kelompok yang paling rentan.
Pelatihan kerja, perlindungan sosial, penguatan pasar tradisional, dan pemberdayaan sektor informal dapat membantu pekerja kecil beradaptasi.
Dengan cara itu, kemajuan tidak hanya menguntungkan sebagian orang.
Talk Tabooo | Kota Tidak Hanya Dibangun untuk yang Cepat
Kota yang maju bukan hanya kota yang memiliki gedung tinggi atau layanan digital. Kota yang maju juga memberi kesempatan kepada semua warganya untuk bertahan.
Tukang becak mungkin tidak meminta dunia berhenti berubah. Mereka hanya ingin tetap memiliki kesempatan untuk bekerja.
Kemajuan seharusnya tidak membuat pekerja kecil kehilangan tempat. Sebaliknya, kemajuan harus membuka jalan agar setiap orang bisa ikut melangkah.
Sebab ukuran sebuah kota bukan hanya terlihat dari kecepatannya. Ukuran itu juga terlihat dari cara kota menjaga orang-orang yang selama ini ikut menggerakkan kehidupan ekonomi.@eko








