Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Masih Relevan Nggak Sih Tari Tradisional di Era TikTok?

by eko
April 30, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Kita hidup di zaman serba cepat. Scroll, swipe, like semuanya terjadi dalam hitungan detik. Namun di Solo, Rabu (29/4), ritme itu berubah. Sebanyak 1.700 penari turun ke jalan dalam gelaran Solo Menari 2026.

Tabooo.id: Talk – Alih-alih viral dalam 15 detik, mereka memilih bergerak pelan. Dan justru di situlah pertanyaan besar muncul: di era TikTok, masih relevan nggak sih tari tradisional?

Ketika 1.700 Orang Menjawab Tanpa Kata

Jawabannya sebenarnya sudah ada di jalanan Solo.

Ribuan orang tidak hanya menonton mereka bertahan, menyaksikan, bahkan larut dalam gerakan.
Tanpa filter, editan dan algoritma.

Menurut Heru Mataya, acara ini bukan sekadar pertunjukan.
“Ini panggung inklusi. Semua bisa terlibat dari penari, buruh, hingga penyintas,” ujarnya.

Artinya, budaya tidak kehilangan relevansi.
Ia hanya jarang diberi ruang sebesar itu.

Ini Belum Selesai

TNI Turun Amankan Demonstrasi, Di Mana Batas Kewenangannya?

Aksi 28 Oktober: Retaknya Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah

Gen Z Nggak Peduli, atau Nggak Ketemu?

Banyak yang bilang generasi sekarang makin jauh dari budaya.
Katanya, Gen Z lebih hafal tren dance TikTok daripada tari tradisional.

Tapi lihat Solo Menari 2026.
Ribuan orang datang. Ribuan penari ikut.

Jadi masalahnya bukan di minat.
Masalahnya: apakah budaya hadir di ruang yang sama dengan mereka?

Karena faktanya, timeline kita jarang memunculkan budaya.
Algoritma lebih suka yang cepat, ringan, dan instan.

Tari Tradisional vs Konten 15 Detik

Di satu sisi, TikTok memberi panggung besar.
Siapa pun bisa viral.

Namun di sisi lain, durasi pendek memaksa segalanya jadi ringkas.
Termasuk seni.

Padahal, tari tradisional bukan sekadar gerakan.
Ia menyimpan cerita, filosofi, bahkan identitas.

Ketika semua dipadatkan jadi 15 detik,
yang tersisa sering kali hanya visual bukan makna.

Solo Menari: Bukti atau Pengecualian?

Di titik ini, Solo Menari 2026 jadi penting.

Ia membuktikan satu hal:
kalau diberi ruang, budaya tidak kalah menarik.

Namun, pertanyaannya bergeser:
apakah ini pengecualian atau bisa jadi kebiasaan?

Karena satu event besar tidak cukup untuk melawan arus digital setiap hari.

Masalahnya Bukan Relevansi, Tapi Prioritas

Tari tradisional tidak pernah benar-benar tidak relevan.
Yang berubah hanyalah prioritas kita.

Kita lebih sering memilih yang cepat daripada yang bermakna.
Lebih memilih yang viral daripada yang berakar.

Padahal, tanpa budaya, kita hanya ikut arus global tanpa identitas.

Lalu, Kita Mau Pilih Apa?

Solo sudah memberi contoh.
1.700 penari membuktikan bahwa budaya masih hidup.

Sekarang, pertanyaannya balik ke kita.

Kita mau terus jadi penonton tren?
Atau mulai jadi penjaga identitas?

Karena pada akhirnya,
yang hilang bukan budaya tapi perhatian kita.@eko

Tags: Balaikota SoloEvent Budaya Kota SoloJawa TengahKomunitas Menari Kota SoloSolo Menari 2026Surakarta

Kamu Melewatkan Ini

Karhutla Gunung Lawu Tembus 490 Hektare, Medan Curam Hambat Pemadaman

Karhutla Gunung Lawu Tembus 490 Hektare, Medan Curam Hambat Pemadaman

by dimas
Oktober 24, 2026

Karhutla Gunung Lawu mencapai 490 hektare. Medan terjal, kabut asap, dan angin tak menentu menghambat petugas menjangkau titik api dan...

Karhutla Gunung Sumbing Meluas, Api Mengancam Hutan dan Permukiman

Karhutla Gunung Sumbing Meluas, Api Mengancam Hutan dan Permukiman

by dimas
Oktober 21, 2026

Karhutla Gunung Sumbing meluas hingga 306 hektare. Petugas terus memadamkan api yang mengancam hutan pinus, lahan pertanian, dan permukiman warga...

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beredar pada Kamis, 15/10/2026. Informasi itu turut menyebut nama...

Next Post
Timlo Solo, Kuliner Ikonik yang Perlu Dikritik

Timlo Solo, Kuliner Ikonik yang Perlu Dikritik

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id