Jumat, April 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Vibes

Makam Tan Malaka: Ingatan yang Sengaja Disembunyikan?

April 10, 2026
in Vibes
A A
Makam Tan Malaka: Pahlawan atau Ingatan yang Disembunyikan?

Makam Tan Malaka (Dok. Pribadi - 2019)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Banyak orang datang ke makam untuk mencari ketenangan. Makam Tan Malaka tidak bekerja seperti itu. Begitu kamu tiba, kamu tidak hanya merasakan hening, tapi kamu langsung sadar ada sesuatu yang terasa tidak biasa, tapi sulit kamu jelaskan.

Di sana, kamu melihat nama besar, tetapi kamu berdiri di tempat yang terasa terlalu sederhana. Dan saat itu, kamu tidak bisa menahan satu pertanyaan, kenapa kita tidak menempatkan tokoh sebesar ini di pusat ingatan nasional?

Di Lereng Gunung Wilis

Makam Tan Malaka berada di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Secara geografis, lokasi ini berada di lereng Gunung Wilis, tempat para pejuang dulu bersembunyi, bergerak, dan bertahan saat sedang bergerilya.

Kamu tidak akan cukup mudah mencapai tempat ini, karena lokasi ini berdiri di zona perbukitan yang terisolasi. Jaraknya sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Kediri.

Akses menuju lokasi melewati jalan sempit, tanjakan curam, dan tikungan tajam. Selain itu, perjalananmu langsung berbatasan dengan jurang di beberapa titik. Bahkan, sinyal GPS sering hilang saat memasuki kawasan ini. Namun, sepanjang perjalanan, kamu akan melihat papan kayu sederhana sebagai petunjuk arah.

BacaJuga

Si Binatang Jalang: Cara Chairil Anwar Menolak Dikendalikan

“Jangan Buang Ibu”: Kisah Haru atau Cermin Realita yang Kita Hindari?

Semua ini membuat perjalanan terasa seperti memasuki ruang yang berbeda.

Seolah kamu meninggalkan dunia modern dan memasuki lapisan sejarah yang orang-orang sengaja tidak buka.

Makam Tan Malaka Bukan Monumen

Makam Tan Malaka berada di Tempat Pemakaman Umum warga. Bukan di taman makam pahlawan resmi, layaknya makam pahlawan nasional lain.

Tidak ada struktur besar ataupun desain monumental pada makamnya. Mereka membangun jirat sederhana dari batu bata dan semen.

Tapi, justru di situlah kekuatannya. Kesederhanaan ini tidak terasa seperti kekurangan. Lebih terasa seperti kejujuran. Tidak ada simbol kekuasaan di makam Tan Malaka. Ia berada di tengah kehidupan biasa.

Dan mungkin, itu lebih dekat dengan realitas hidupnya.

Perjalanan Menuju Makam

Untuk sampai ke makam, perjalanan tidak berhenti di kendaraan. Setelah mencapai titik parkir, kamu harus berjalan kaki.

Jalur menurun menunggu. Anak tangga tanah liat dengan kemiringan tajam sekitar 45 derajat yang membuat harus berhati-hati saat melangkah. Apalagi, saat kondisi tanah basah. Jaraknya tidak jauh, sekitar 30 meter.

Setiap langkah terasa seperti membawa kamu lebih dalam ke ruang yang hening. Di kiri dan kanan, hamparan sawah terbuka. Makamnya tersembunyi di antara alam.

Makam Tan Malaka: Pahlawan atau Ingatan yang Disembunyikan?
Jalan menuju Makam Tan Malaka (Dok. Pribadi – 2019)

Sunyi yang Penuh Makna

Keheningan terasa saat kamu berdiri di depan makam Tan Malaka. Tapi, ini bukan keheningan biasa. Suara angin gunung terdengar jelas. Air mengalir perlahan di kejauhan. Tidak ada suara kendaraan, ataupun gangguan kota.

Ada sesuatu yang terasa hidup di dalam keheningan itu. Tempat ini tidak terasa kosong. Seolah-olah sejarah tidak benar-benar selesai di sini, dan seakan ada cerita yang belum selesai.

Petok Mojo: Titik Kematian yang Terpisah dari Peristirahatan

Makam ini bukan tempat mengeksekusi Tan Malaka. Lokasi eksekusinya di Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kediri. Lokasi itu berada di tepi sungai, dan menjadi saksi akhir hidupnya pada 21 Februari 1949.

Artinya, ada dua titik dalam cerita ini. Tempat kematian, dan tempat peristirahatan. Keduanya tidak berada di lokasi yang sama.

Tan Malaka dan Selopanggung

Hal yang paling menarik justru datang dari warga Selopanggung. Mereka tidak melihat Tan Malaka sebagai tokoh dari jauh. Bahkan, Mereka menganggapnya bagian dari desa.

Makamnya berdampingan dengan punden leluhur, dan warga juga melakukan doa dan tahlil secara rutin. Namun ini bukan sekadar ritual formal, melainkan sebuah bentuk penerimaan Selopanggung kepada Tan Malaka.

Warga Selopanggung tidak hanya mengenang Tan Malaka, mereka terus “menghidupkannya” dalam keseharian. Di titik ini, sejarah nasional bertemu dengan budaya lokal.

Pemindahan yang Tidak Terjadi

Sempat muncul wacana pemindahan jasad Tan Malaka ke Sumatera Barat. Akan tetapi, rencana itu memicu penolakan warga. Akhirnya, solusi unik pun dipilih.

Jasad Sang Bapak Republik tidak dipindahkan. Melainkan, dengan mengambil delapan genggam tanah dari makam. Kemudian, tanah itu dibawa ke kampung halamannya. Keputusan ini terasa simbolik.

Namun justru di situlah letak komprominya. Jasad Tan Malaka tetap berada di Kediri, tetapi tetap terhubung dengan asalnya.

Makam Ini Adalah Ruang Literasi dan Kesadaran

Hari ini, makam Tan Malaka tidak hanya menjadi tempat ziarah. Melainkan juga berubah menjadi ruang diskusi.

Kelompok pemuda datang untuk membaca buku. Disitu, mereka mengadakan tadarus pemikiran.

Nama Tan Malaka tidak berhenti di batu nisan, namun ia hidup dalam gagasan. Kegiatan ini menunjukkan satu hal penting, bahwa pemikiran tidak bisa dikubur.

Bukan Sekadar Makam

Di titik ini, kita perlu jujur, bahwa ini bukan hanya soal lokasi makam, tapi soal cara kita mengelola ingatan.

Tan Malaka adalah tokoh besar. Ia seorang pemikir radikal, namun ditempatkan jauh dari pusat. Apakah ini kebetulan? Atau sebuah pola?

Sejarah tidak hanya ditulis, tapi juga dipilih.

Dan apa yang tidak ditampilkan… sering kali sama pentingnya dengan apa yang ditampilkan.

Kalau kamu hanya melihat makam ini sebagai tempat ziarah, artinya kamu hanya melihat permukaan.

Tetapi, jika kamu melihatnya sebagai simbol, kamu mulai memahami sesuatu yang lebih dalam. Bahwa sejarah tidak pernah sepenuhnya netral.

Dan cara kita mengingat… menentukan cara kita berpikir.

Kamu bisa datang ke makam ini kapan saja. Namun pertanyaannya bukan soal kunjungan, melainkan setelah kamu melihat tempat ini… apakah kamu masih percaya bahwa semua sejarah diceritakan secara utuh? @tabooo

Tags: eksekusi tan malakaheritage tourism indonesialokasi makam tan malakamakam tan malakapahlawan indonesiaperjalanan sejarahpetok mojo kedirisejarah kemerdekaan indonesiasejarah tan malakaselopanggung kedirisitus sejarah indonesiaTabooo Vibestan malaka kediriwisata sejarah kediri

REKOMENDASI TABOOO

Si Binatang Jalang: Cara Chairil Anwar Menolak Dikendalikan

Si Binatang Jalang: Cara Chairil Anwar Menolak Dikendalikan

by Tabooo
April 10, 2026

Tabooo.id: Vibes - Banyak orang mengenal Chairil Anwar dari satu baris yang terasa seperti petir, “Aku ini binatang jalang”. Kalimat itu...

Gapura Slompretan: Gerbang Sejarah yang Kini Terjebak Macet

Gapura Slompretan: Gerbang Sejarah yang Kini Terjebak Macet

by Tabooo
April 8, 2026

Tabooo.id: Vibes - Di bawah lengkung putih Gapura Slompretan, waktu seperti terbelah dua. Di satu sisi, kamu melihat struktur megah yang...

Ken Arok: Dari Anak Buangan ke Pendiri Dinasti

Ken Arok: Dari Anak Buangan ke Pendiri Dinasti

by Tabooo
April 4, 2026

Tabooo.id: Vibes - Ken Arok menulis sejarah bukan sekadar angka. Tahun 1222, 1247, 1255 memang tercatat rapi, tapi di balik itu...

Next Post
Si Binatang Jalang: Cara Chairil Anwar Menolak Dikendalikan

Si Binatang Jalang: Cara Chairil Anwar Menolak Dikendalikan

Recommended

5 Bulan Langsung Jadi Polisi, Publik Pertanyakan Kualitasnya

5 Bulan Langsung Jadi Polisi, Publik Pertanyakan Kualitasnya

April 3, 2026
Perang Iran-AS Guncang Pasar Energi, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dollar

Perang Pause, Pasar Langsung Gas: Minyak Jatuh, Emas Naik

April 8, 2026

Popular

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

April 9, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Kenapa Damai di Timur Tengah Selalu Rapuh?

April 9, 2026

Madilog: Kenapa Logika Jadi Hal Paling Ditakuti?

April 9, 2026

Benarkah Gencatan Iran-Israel Sudah Gagal Total? Ini Faktanya

April 9, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.