Tabooo.id: Sports – Ada laga yang selesai saat peluit panjang berbunyi. Namun, ada pula pertandingan yang terus hidup jauh setelahnya, bergema di kepala penonton dan para pelaku futsal dunia. Final AFC Futsal 2026 antara Timnas Futsal Indonesia vs Iran berada di kategori kedua. Duel panas itu bahkan memantik ide gila dari legenda futsal Spanyol, Carlos Ortiz laga ini pantas digelar di Madrid Arena, Spanyol.
Bukan sekadar pujian. Ucapan tersebut juga bukan basa-basi media sosial. Pengakuan itu datang dari sosok yang paham betul standar pertandingan elite.
Ide “Delapan Final” dari Carlos Ortiz
Melalui unggahan di media sosial X, Carlos Ortiz mantan pemain timnas futsal Spanyol menyebut duel Indonesia vs Iran sejajar dengan laga-laga futsal paling bergengsi di dunia. Dalam cuitannya, ia membayangkan Madrid Arena berkapasitas 12 ribu penonton menjadi panggung delapan final besar dari empat benua.
“Ide gila. Alih-alih satu final besar, bisakah Anda membayangkan delapan final?” tulis Ortiz.
Menurutnya, laga-laga elite itu adalah Spanyol vs Portugal dari Eropa, Brasil vs Argentina dari Amerika Selatan, Iran vs Indonesia dari Asia, serta Maroko vs Angola dari Afrika. Semua final. Semua sarat gengsi. Semuanya layak satu panggung megah.
Skor 5-5 dan Adu Penalti yang Menguras Emosi
Alasan di balik kekaguman Ortiz sangat nyata. Final AFC Futsal 2026 berjalan di luar nalar. Indonesia dan Iran terlibat duel sengit yang berakhir imbang 5-5 hingga babak tambahan waktu. Tidak ada tim yang benar-benar menguasai. Tekanan datang silih berganti.
Timnas Futsal Indonesia, yang bahkan belum pernah mencicipi semifinal sebelumnya, tampil tanpa rasa gentar. Mereka mengejar ketertinggalan, menyamakan skor, dan terus memaksa Iran bertahan. Sang “Raja Asia” pun harus mengeluarkan seluruh pengalaman dan mental juaranya.
Penentuan akhirnya terjadi lewat adu penalti. Iran menang tipis 5-4. Trofi memang jatuh ke tangan mereka, tetapi narasi besar justru lahir dari perjuangan Indonesia.
Pengakuan Dunia dari Sosok Bermental Juara
Carlos Ortiz bukan figur sembarangan di dunia futsal. Ia pernah menjuarai Liga Champions Eropa bersama Inter FS dan mengangkat Piala Eropa Futsal bersama Spanyol. Pengalaman menjadi runner-up Piala Dunia Futsal juga pernah ia rasakan.
Ketika nama sebesar Ortiz menyebut Indonesia layak sejajar dengan Spanyol, Portugal, Brasil, dan Argentina, maknanya jelas. Ini bukan sanjungan kosong, melainkan sinyal kuat bahwa Indonesia sudah masuk peta futsal dunia.
Kekalahan yang Mengubah Status Indonesia
Indonesia memang tidak pulang membawa trofi. Namun, final AFC Futsal 2026 menandai titik balik penting. Status Timnas Futsal Indonesia bergeser, dari sekadar tim kejutan menjadi penantang serius.
Madrid Arena mungkin masih sebatas imajinasi hari ini. Akan tetapi, setelah laga ini, mimpi itu terasa lebih dekat. Dunia kini mulai membicarakan Indonesia, bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian dari pertarungan futsal terbesar. @teguh







