Langit Gelap, Kejadian Datang Tanpa Peringatan
Tabooo.id: Nasional – Liburan itu seharusnya sederhana laut, angin, dan waktu untuk berhenti sejenak. Namun begitu, Sabtu (28/03/2026) sore berubah jadi momen yang tak terlupakan dengan cara yang paling kelam.
Petir menyambar kawasan wisata Pantai Watu Pecak dan Pantai Bambang, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Akibatnya, 10 orang tersambar, dan satu di antaranya meninggal dunia.
Dua Pantai, Satu Kejadian yang Sama
Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan kronologi kejadian.
Menurutnya, dua orang tersambar petir di Pantai Watu Pecak, sementara delapan lainnya berada di Pantai Bambang. Kedua lokasi tersebut berada dalam satu kecamatan yang sama.
Hujan deras disertai petir mulai turun sejak sore. Sebagian wisatawan memang sudah pulang, namun sebagian lainnya memilih bertahan dan mencari tempat berteduh.
Berteduh yang Berujung Petaka
Di Pantai Bambang, delapan wisatawan awalnya menikmati suasana pantai. Ketika hujan datang, mereka memutuskan berteduh di sebuah pondok terpal yang mereka dirikan sendiri.
Namun nahas, keputusan itu justru membawa mereka ke titik paling berbahaya.
Tidak lama setelah mereka berkumpul, petir menyambar tepat di area tenda. Dalam sekejap, suasana berubah panik. Beberapa korban mengalami luka serius, bahkan ada yang langsung kehilangan kesadaran.
Petugas keamanan dan panitia segera bergerak cepat. Mereka mengevakuasi para korban ke Puskesmas Pasirian dan RSUD Pasirian untuk penanganan lebih lanjut.
Satu Nyawa Tak Tertolong, Lainnya Berjuang
Dari delapan korban di Pantai Bambang, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Korban tersebut adalah Alvin (23), warga Desa Candipuro.
Sementara itu, satu korban lain, Radit, masih dalam kondisi koma dan menjalani perawatan intensif di RSUD Pasirian.
Enam korban lainnya mengalami luka ringan. Mereka antara lain Riyanto, Tomi, Dadang, Junaidi, Sutikno, dan Fagis Gama yang seluruhnya berasal dari wilayah Candipuro dan sekitarnya.
Watu Pecak: Kejadian yang Tak Kalah Mengagetkan
Di lokasi berbeda, Pantai Watu Pecak, dua orang juga menjadi korban sambaran petir. Keduanya merupakan kakek dan cucu yang sehari-hari menjaga warung di sekitar pantai.
Saat petir menyambar di dekat pondok, keduanya langsung kaget dan kehilangan kesadaran. Beruntung, petugas segera membawa mereka ke RSUD Pasirian untuk mendapatkan penanganan medis.
Cuaca Ekstrem, Ancaman yang Sering Diremehkan
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa cuaca ekstrem bukan sekadar gangguan, tetapi ancaman nyata. Apalagi, kawasan pantai selatan dikenal memiliki kondisi cuaca yang cepat berubah.
Ipda Suprapto pun mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk lebih waspada. Jika cuaca memburuk, langkah terbaik bukan bertahan di tempat terbuka, melainkan segera mencari perlindungan yang aman.
Closing: Ketika Alam Mengubah Segalanya
Hari itu dimulai sebagai liburan. Namun, alam punya rencana lain. Dalam hitungan detik, tawa berubah jadi kepanikan. Rencana sederhana berubah jadi duka.
Dan kini, satu pertanyaan tersisa di tengah keindahan alam yang memikat, sudahkah kita benar-benar siap menghadapi risikonya?. @teguh




