Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KGPH Purbaya: Pewaris Tahta Keraton Surakarta

by sigit
November 19, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Sri Susuhunan Pakubuwono XIII tutup usia, menutup satu bab penting dalam kisah panjang Keraton Surakarta. Sosok yang dikenal kalem namun teguh ini bukan sekadar raja ia adalah penjaga napas tradisi di tengah gempuran zaman digital.


Lahir dengan nama Gusti Raden Mas (GRM) Suryadi pada 28 Juni 1948, PB XIII adalah putra tertua Pakubuwono XII. Masa kecilnya sempat diwarnai sakit-sakitan, hingga namanya diubah menjadi GRM Surya Partana sebuah doa agar kesehatan dan cahaya selalu menyertai.

Setelah wafatnya sang ayah pada 2004, ia resmi dinobatkan sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, penerus tahta ke-13 Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sejak itu, ia menjadi figur yang menenangkan: tak banyak bicara, tapi tindakannya jelas menjaga adat, membina sentono dalem, dan memastikan keraton tetap hidup di hati rakyat.

Selama lebih dari dua dekade, PB XIII menjadi simbol kesinambungan budaya Jawa di era serba cepat. Di tangannya, keraton bukan sekadar bangunan tua, tapi ruang hidup bagi seni, adat, dan spiritualitas. Ia rajin menghadiri upacara adat, bahkan hingga awal 2025 masih sempat memimpin Tingalan Dalem Jumenengan ke-21, momen terakhirnya sebagai raja.

Dikenal bijak dan lembut, PB XIII juga sosok keluarga. Dari beberapa pernikahan, ia dikaruniai anak-anak yang kini menjadi penerus darah biru Mataram Surakarta. Sebelum wafat, ia menegaskan arah masa depan keraton dengan menetapkan KGPH Purbaya sebagai putra mahkota pada 27 Februari 2022 dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Sudibyo Rajaputra Narendra ing Mataram atau KGPAA Hamangkunagoro. Keputusan itu meneguhkan harapan: bahwa api budaya Jawa tak akan padam.

Ini Belum Selesai

Kapitalisme Fleksibel Lahirkan ‘Dangerous Class’?

Realita Program Chromebook Jadi Barang Bukti Politik

Kenapa ini penting buat pembaca Tabooo.id ? Karena di balik kabar duka ini, ada pesan tentang merawat akar identitas di tengah derasnya arus modernitas. PB XIII bukan hanya raja, tapi simbol bagaimana tradisi bisa tetap tegak tanpa menolak perubahan.


Kini, sang penjaga adat telah berpulang. Namun nilai yang ia tanam tentang ketenangan, kesabaran, dan cinta pada budaya masih terasa di setiap langkah gamelan dan tarian keraton.
Seberapa jauh kita rela menjaga warisan yang tak bisa diunggah ke cloud? (red)

Tags: hadiningratKraton SolomataramPB XIIIpurbayaSurakartatahta

Kamu Melewatkan Ini

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Unram?

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Unram?

by Tabooo
Mei 15, 2026

Film Pesta Babi memicu ketegangan di lingkungan Universitas Mataram pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Mahasiswa menggelar acara nonton bareng....

Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

by jeje
Mei 6, 2026

Pagi belum benar-benar terang ketika Slamet mengayuh becaknya pelan di sudut kota. Roda tuanya berderit kecil. Tangannya kasar. Punggungnya sedikit...

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

by jeje
Mei 1, 2026

Kita selalu percaya pengalaman adalah kunci. Tapi di sini, tidak ada yang bertanya kamu sudah sejauh apa belajar. Sistem hanya...

Next Post
Rp53 M Kisah Mongol dan Ilmu Ikhas

Rp53 M Kisah Mongol dan Ilmu Ikhas

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id