Sabtu, April 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Kepala SMK Ubah Sekolah Jadi Arena Oplosan Gas, Sistem Mana yang Bocor?

April 11, 2026
in News, Regional
A A
Kepala SMK Ubah Sekolah Jadi Arena Oplosan Gas, Sistem Mana yang Bocor?

Polres Brebes saat konferensi pers ungkap kasus pengoplosan tabung melon elpiji subsidi ke dalam tabung non subsidi pada Jumat (10/4/2026). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kepala SMK Jadikan Sekolah Arena Oplosan Gas, Di Mana Sistem Mengawasi?

Kasus dugaan pengoplosan elpiji subsidi 3 kilogram ke tabung 12 kilogram mengguncang Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Polisi menangkap kepala SMK berinisial KH (50) yang diduga menjalankan praktik ilegal itu dari gudang sekolah.

Peristiwa ini langsung memunculkan pertanyaan besar tentang batas moral dan pengawasan di dunia pendidikan.

Sekolah yang Berubah Fungsi

Polisi mengungkap KH menjalankan praktik pengoplosan di gudang SMK swasta di Desa Kretek, Brebes. Ia bekerja bersama seorang karyawan berinisial TR (46).

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menjelaskan aktivitas ini sudah berjalan sejak Februari 2026. Pelaku membeli elpiji subsidi 3 kg seharga Rp18.000 hingga Rp21.000 per tabung.

BacaJuga

Artemis II: Kemajuan atau Ilusi Kontrol atas Luar Angkasa?

Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

Setelah itu, pelaku memindahkan isi gas ke tabung Bright Gas 12 kg menggunakan regulator ganda.

Keuntungan Mengalir, Subsidi Bocor

KH menjual gas oplosan itu sekitar Rp190.000 per tabung. Harga tersebut berada di bawah HET Rp266.000, namun tetap menghasilkan keuntungan besar.

Negara kemudian mencatat kerugian hingga Rp802 juta akibat penyalahgunaan distribusi subsidi tersebut.

Skema Sederhana yang Sulit Terdeteksi

Polisi menemukan pola kerja yang cukup sederhana namun efektif.

Pelaku menempatkan tabung 3 kg berisi di atas tabung 12 kg kosong, lalu menghubungkannya dengan regulator ganda. Gas kemudian berpindah secara ilegal tanpa mekanisme resmi distribusi.

Pertamina Soroti Kerusakan Sistem

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengecam keras kasus ini.

Ia menilai tindakan tersebut merusak dunia pendidikan dan terjadi di tengah ketidakstabilan energi global.

“Kasus di Brebes ini sangat menyayat hati. Oknum pendidik melakukan tindakan kriminal di sekolah di saat situasi energi global seperti saat ini,” ujar Taufiq.

Pertamina juga mengapresiasi langkah cepat Polres Brebes yang mengungkap kasus ini.

Proses Hukum Mulai Bergerak

Polisi menjerat KH dan TR dengan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Ancaman hukuman mencapai 6 tahun penjara dan denda hingga Rp500 juta.

Penyidik juga menerapkan UU Perlindungan Konsumen dalam proses hukum yang berjalan.

Sekolah yang Seharusnya Mendidik, Justru Jadi Jalur Bisnis Ilegal

Kasus ini tidak berhenti pada pelanggaran hukum. Kasus ini menunjukkan bagaimana ruang pendidikan ikut masuk ke dalam rantai ekonomi ilegal.

Ketika institusi pendidikan kehilangan pengawasan, celah penyimpangan ikut tumbuh di dalamnya.

Yang Paling Terdampak Justru Warga Kecil

Ini dampaknya buat kamu: penyalahgunaan elpiji subsidi langsung mengganggu distribusi kebutuhan dasar masyarakat.

Ketika pelaku mengalihkan subsidi untuk keuntungan pribadi, rumah tangga kecil yang bergantung pada harga murah justru ikut menanggung dampaknya.

Analisis Tabooo

Kasus ini menunjukkan pola yang sering terabaikan: kejahatan ekonomi tidak selalu muncul dari luar sistem, tetapi juga tumbuh dari dalam institusi yang dipercaya publik.

Ketika seorang pendidik terlibat, dampaknya tidak hanya hukum, tetapi juga kepercayaan sosial yang ikut runtuh.

Pertanyaan penting muncul: jika sekolah ikut terseret, lalu ruang mana yang benar-benar bebas dari penyimpangan?

Closing

Kasus ini tidak hanya berbicara tentang pelanggaran hukum, tetapi juga tentang krisis kepercayaan.

Ketika ruang pendidikan ikut berubah menjadi tempat praktik ilegal, publik perlu menilai ulang apakah masalah ini hanya soal individu, atau ada sistem yang memang membiarkan celah itu terbuka? @dimas

Tags: BrebesDistribusiEkonomiElpijiGas SubsidihukumIlegalIndonesiaInvestigasiKasusKepala SekolahLPGminyakOplosanPendidikanPenyalahgunaanPertaminaPolres BrebesSMKTabung

REKOMENDASI TABOOO

Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Regional - KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam OTT, 16 Orang Diamankan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap...

OTT ke-10 2026: Kita Sedang Melihat Sistem atau Sekadar Rutinitas?

OTT ke-10 2026: Kita Sedang Melihat Sistem atau Sekadar Rutinitas?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Deep - Publik kembali merasakan pola yang sama kaget, lelah, lalu diam sambil bertanya dalam kepala. Operasi tangkap tangan...

Garuda Terbang ke Final: Menang Tipis, Mental Tebal!

Garuda Terbang ke Final: Menang Tipis, Mental Tebal!

by teguh
April 11, 2026

Tabooo.id: Sports - Di tengah tekanan dan tensi tinggi, Timnas Futsal Indonesia menunjukkan satu hal mereka bukan cuma datang untuk...

Next Post
Konsep Otomatis

Sebelum Tiga Puluh: Ambisi atau Ilusi Sukses di Usia Muda?

Recommended

Tanpa Gelar Kuliah, Lulusan SMA Kini Punya Jalan Masuk Bea Cukai

Tanpa Gelar Kuliah, Lulusan SMA Kini Punya Jalan Masuk Bea Cukai

April 10, 2026
Zakat, Scam, Salah Paham Digital: Ketika Niat Baik Indosat Jadi Bumerang

Zakat, Scam, Salah Paham Digital: Ketika Niat Baik Indosat Jadi Bumerang

April 5, 2026

Popular

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

“Jangan Buang Ibu”: Kisah Haru atau Cermin Realita yang Kita Hindari?

April 10, 2026

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

21 Ribu Motor Listrik MBG Tuai Sorotan, Ada Apa?

April 10, 2026

Tambang Tanpa Izin Berujung Maut, Siapa Bertanggung Jawab?

April 10, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.