Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kekerasan Berujung Akhir Karier, PSSI Jatim tindak Tegas Hilmi Gimnastiar

by dimas
Januari 7, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Sepak bola kerap menghadirkan duel fisik. Namun, ketika emosi mengalahkan nalar, olahraga ini berubah menjadi ancaman keselamatan. Pesan tegas itu ditegaskan Komite Disiplin (Komdis) PSSI Provinsi Jawa Timur saat menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Muh Hilmi Gimnastiar.

Komdis menjatuhkan sanksi terberat tersebut setelah Hilmi melakukan aksi kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, dalam laga Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur musim 2025-2026. Putusan itu tercantum dalam Surat Keputusan Nomor 001/Komdis/PSSI-JTM/I/2026 tertanggal 6 Januari 2026.

Menurut Komdis PSSI Jawa Timur, tindakan Hilmi tidak hanya melanggar aturan pertandingan, tetapi juga mengancam keselamatan pemain lain serta merusak integritas kompetisi sepak bola daerah.

Insiden di Lapangan yang Menjadi Titik Balik

Insiden terjadi pada pertandingan babak 32 besar Grup CC Liga 4 Jawa Timur antara Putra Jaya Pasuruan dan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Senin (5/1/2026) sore. Saat itu, Putra Jaya yang mengenakan kostum kuning tertinggal jauh 0-4 dari Perseta yang tampil dengan jersey hijau.

Ketegangan memuncak pada menit ke-71. Dalam kondisi tertekan, Hilmi secara sadar melayangkan tendangan keras ke arah dada Firman Nugraha. Aksi tersebut terjadi di tengah lapangan dan terekam jelas kamera pertandingan. Wasit yang memimpin laga langsung mengeluarkan kartu merah tanpa kompromi.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Firman langsung terjatuh dan terkapar. Tim medis bergerak cepat memberikan pertolongan sebelum menandu korban keluar lapangan. Tak lama berselang, rekaman insiden itu menyebar luas di media sosial melalui unggahan akun resmi Perseta 1970 Tulungagung dan memicu kecaman publik.

Cedera Berat yang Memperkuat Sanksi

Hasil pemeriksaan Komdis menunjukkan Firman mengalami luka serius di bagian dada. Cedera tersebut berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kondisi fisiknya. Fakta ini memperkuat dasar Komdis untuk menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku.

Melalui unggahan lanjutan di media sosial, Perseta memperlihatkan kondisi Firman setelah pertandingan. Pemain tersebut mengaku masih merasakan nyeri hebat yang semakin memburuk hingga akhirnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Pemain memang sudah meminta maaf, tetapi kami tidak melihat iktikad yang jelas,” ujar perwakilan Perseta dalam keterangannya.

Dinyatakan Violent Conduct

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Komite Disiplin PSSI Jawa Timur H. Samiaji Makin Rahmat, bersama anggota Rohmad Amrulloh dan Dimas Nur Arif Putra Suwandi, Komdis menyimpulkan bahwa Hilmi melakukan pelanggaran kategori violent conduct.

Komdis menilai tindakan tersebut melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 serta Pasal 10 dan Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025. Selain melarang Hilmi beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup, Komdis juga menjatuhkan denda sebesar Rp 2,5 juta yang wajib disetorkan ke rekening Badan Liga Nusantara Provinsi Jawa Timur.

“Perbuatan ini tidak hanya mencederai sportivitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pemain lain. Karena itu, kami menjatuhkan sanksi tegas,” tegas Samiaji.

Alarm Keras bagi Sepak Bola Jawa Timur

Komdis memastikan mekanisme banding tetap terbuka sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, keputusan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh insan sepak bola di Jawa Timur, mulai dari pemain, pelatih, hingga ofisial tim.

Di tengah upaya membangun kompetisi yang sehat dan profesional, kasus ini menegaskan satu hal emosi sesaat dapat menghancurkan karier panjang. Sepak bola bukan hanya soal menang, tetapi juga tentang menjaga nilai kemanusiaan di dalam lapangan. @dimas

Tags: AtletDisiplinJawa TimurKeamanan NegarakekerasanLapanganPSSISepak Bola

Kamu Melewatkan Ini

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

by teguh
Juni 3, 2026

"TPA Randegan membutuhkan revitalisasi secara komprehensif. Beban sampah harian yang masif tanpa dukungan infrastruktur memadai adalah bom waktu ekologis." Tabooo.id...

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Next Post
Dokter Richard Lee akan Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Hari Ini

Dokter Richard Lee akan Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Hari Ini

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id