Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Madiun Melebar, KPK Panggil Orang Dekat Maidi dan Komut Hemas Buana

by dimas
Mei 11, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur. Penyidik kini memeriksa sejumlah nama yang diduga mengetahui detail pengaturan proyek dan pengelolaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan penyidik memeriksa Aang Imam Subarkah, mantan orang kepercayaan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Selain itu, penyidik juga meminta keterangan Soegeng Prawoto, Komisaris Utama PT Hemas Buana Indonesia yang juga menjabat Direktur Utama PT Darmayu Puri Kencana. Tim penyidik menggelar pemeriksaan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Madiun.

Tak berhenti di sana, KPK turut memanggil perwakilan CV Madiun Berkat Konstruksi, pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun, unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, hingga pengurus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun. Dengan langkah ini, penyidik berupaya menelusuri rantai peran dan aliran dana secara menyeluruh.

OTT Jadi Titik Awal

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan pada 19 Januari 2026. Saat itu, tim KPK menangkap Maidi dan mengamankan sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik pengaturan proyek.

Keesokan harinya, KPK menetapkan tiga tersangka Maidi, Rochim Ruhdiyanto sebagai orang kepercayaannya, serta Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah. Penyidik kemudian memetakan perkara ini dalam dua klaster.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Pertama, klaster dugaan pemerasan terkait imbalan proyek dan pengumpulan dana CSR yang melibatkan Maidi dan Rochim. Kedua, klaster dugaan gratifikasi yang menyeret Maidi dan Thariq. Dengan pemetaan tersebut, KPK ingin memperjelas pola praktik yang mereka duga berjalan sistematis.

Dampak Langsung ke Warga

Kasus ini tidak sekadar menyangkut elite birokrasi. Sebaliknya, perkara ini langsung menyentuh kepentingan warga Kota Madiun. Jika pejabat memperdagangkan proyek publik, maka kualitas pembangunan berpotensi menurun. Akibatnya, masyarakat bisa menerima infrastruktur yang tidak optimal.

Selain itu, pelaku usaha lokal menghadapi tekanan serius. Jika praktik “imbalan proyek” benar terjadi, maka kontraktor harus menanggung biaya tambahan di luar mekanisme resmi. Pada akhirnya, beban tersebut dapat memengaruhi kualitas pekerjaan atau bahkan harga layanan publik.

Di sisi lain, dana CSR yang seharusnya mendukung kegiatan sosial justru berisiko berubah fungsi menjadi alat transaksi kekuasaan. Padahal, masyarakat kecil sering menggantungkan harapan pada program CSR untuk pendidikan, lingkungan, dan kegiatan sosial lainnya.

Ujian Tata Kelola Daerah

Karena itu, pemeriksaan saksi-saksi terbaru menjadi krusial. Penyidik kini menggali keterangan untuk memperjelas konstruksi perkara sekaligus memperkuat pembuktian. Semakin rinci KPK memetakan alur dana dan komunikasi antar pihak, semakin terang pola dugaan korupsi tersebut.

Namun publik tentu menuntut lebih dari sekadar penetapan tersangka. Warga menginginkan transparansi proses hukum, pengembalian kerugian negara, serta pembenahan sistem pengadaan dan pengawasan proyek daerah.

Kasus Madiun kembali menunjukkan satu ironi lama ketika pejabat sibuk membagi proyek, masyarakat justru harus menanggung akibatnya. Dan seperti biasa, publik hanya bisa berharap agar hukum kali ini benar-benar menyentuh akar persoalan, bukan sekadar memotong cabangnya. @dimas

Tags: anggaranDaerahDana CSRGratifikasiKorupsi di IndonesiaKPKkpk Kota MadiunmadiunMaidiottPemerasanpemerintahproyektransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Bersih Desa Winongo, Tradisi yang Menjaga Identitas

Bersih Desa Winongo, Tradisi yang Menjaga Identitas

by dimas
Juni 27, 2026

Bersih Desa Winongo 2026 menjadi tradisi yang menjaga identitas, memperkuat gotong royong, dan melestarikan budaya di Kota Madiun. Tabooo.id -...

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

by dimas
Juni 27, 2026

Tabooo Network Indonesia menghadirkan TABOOO Corner di Winongo, ruang baru yang mengajak publik memahami realitas sosial dan budaya. Tabooo.id: Madiun...

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta menghidupkan kisah Raden Ronggo Prawirodirjo III dari Madiun, sosok yang berani melawan kolonialisme sebelum Perang Jawa....

Next Post
Check: Isu Transfer Dana MBG ke Orang Tua Ternyata Tak Benar

Check: Isu Transfer Dana MBG ke Orang Tua Ternyata Tak Benar

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id