Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Madiun Melebar, KPK Panggil Orang Dekat Maidi dan Komut Hemas Buana

by dimas
Mei 11, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur. Penyidik kini memeriksa sejumlah nama yang diduga mengetahui detail pengaturan proyek dan pengelolaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan penyidik memeriksa Aang Imam Subarkah, mantan orang kepercayaan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Selain itu, penyidik juga meminta keterangan Soegeng Prawoto, Komisaris Utama PT Hemas Buana Indonesia yang juga menjabat Direktur Utama PT Darmayu Puri Kencana. Tim penyidik menggelar pemeriksaan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Madiun.

Tak berhenti di sana, KPK turut memanggil perwakilan CV Madiun Berkat Konstruksi, pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun, unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, hingga pengurus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun. Dengan langkah ini, penyidik berupaya menelusuri rantai peran dan aliran dana secara menyeluruh.

OTT Jadi Titik Awal

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan pada 19 Januari 2026. Saat itu, tim KPK menangkap Maidi dan mengamankan sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik pengaturan proyek.

Keesokan harinya, KPK menetapkan tiga tersangka Maidi, Rochim Ruhdiyanto sebagai orang kepercayaannya, serta Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah. Penyidik kemudian memetakan perkara ini dalam dua klaster.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Pertama, klaster dugaan pemerasan terkait imbalan proyek dan pengumpulan dana CSR yang melibatkan Maidi dan Rochim. Kedua, klaster dugaan gratifikasi yang menyeret Maidi dan Thariq. Dengan pemetaan tersebut, KPK ingin memperjelas pola praktik yang mereka duga berjalan sistematis.

Dampak Langsung ke Warga

Kasus ini tidak sekadar menyangkut elite birokrasi. Sebaliknya, perkara ini langsung menyentuh kepentingan warga Kota Madiun. Jika pejabat memperdagangkan proyek publik, maka kualitas pembangunan berpotensi menurun. Akibatnya, masyarakat bisa menerima infrastruktur yang tidak optimal.

Selain itu, pelaku usaha lokal menghadapi tekanan serius. Jika praktik “imbalan proyek” benar terjadi, maka kontraktor harus menanggung biaya tambahan di luar mekanisme resmi. Pada akhirnya, beban tersebut dapat memengaruhi kualitas pekerjaan atau bahkan harga layanan publik.

Di sisi lain, dana CSR yang seharusnya mendukung kegiatan sosial justru berisiko berubah fungsi menjadi alat transaksi kekuasaan. Padahal, masyarakat kecil sering menggantungkan harapan pada program CSR untuk pendidikan, lingkungan, dan kegiatan sosial lainnya.

Ujian Tata Kelola Daerah

Karena itu, pemeriksaan saksi-saksi terbaru menjadi krusial. Penyidik kini menggali keterangan untuk memperjelas konstruksi perkara sekaligus memperkuat pembuktian. Semakin rinci KPK memetakan alur dana dan komunikasi antar pihak, semakin terang pola dugaan korupsi tersebut.

Namun publik tentu menuntut lebih dari sekadar penetapan tersangka. Warga menginginkan transparansi proses hukum, pengembalian kerugian negara, serta pembenahan sistem pengadaan dan pengawasan proyek daerah.

Kasus Madiun kembali menunjukkan satu ironi lama ketika pejabat sibuk membagi proyek, masyarakat justru harus menanggung akibatnya. Dan seperti biasa, publik hanya bisa berharap agar hukum kali ini benar-benar menyentuh akar persoalan, bukan sekadar memotong cabangnya. @dimas

Tags: anggaranDaerahDana CSRGratifikasiKorupsi di IndonesiaKPKkpk Kota MadiunmadiunMaidiottPemerasanpemerintahproyektransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

Dana karhutla diduga ikut dikorupsi dalam perkara Dana Siap Pakai BNPB. KPK menelusuri pengadaan alat komunikasi HT untuk penanganan kebakaran...

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

KPK menyita aset Rp5,47 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan BNPB. Lima tersangka terseret dugaan suap dan konflik kepentingan. Tabooo.id...

OTT Bupati Klaten: KPK Tetapkan Tersangka, Rp1,9 Miliar Jadi Barang Bukti

OTT Bupati Klaten: KPK Tetapkan Tersangka, Rp1,9 Miliar Jadi Barang Bukti

by teguh
Oktober 16, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo ke tahap penyidikan....

Next Post
Check: Isu Transfer Dana MBG ke Orang Tua Ternyata Tak Benar

Check: Isu Transfer Dana MBG ke Orang Tua Ternyata Tak Benar

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id