Senin, Agustus 24, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jumbo: Animasi Lokal, Guncang Box Office Negeri Oppa

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Film – Siapa sangka, film animasi Indonesia bisa nongkrong santai di daftar box office internasional Korea Selatan? Bukan cameo. Bukan numpang lewat. Tapi enam besar.

Film Jumbo resmi tayang pada 18 Februari 2026. Dalam sepekan, hingga 25 Februari, data dari Korean Film Council mencatat 45.828 tiket terjual dengan pendapatan 286.121 dolar AS atau sekitar Rp 4,7 miliar. Untuk ukuran animasi Indonesia di pasar luar negeri, ini bukan angka receh. Ini headline.

Peta Persaingan: Jumbo Tak Sendirian

Di daftar film internasional, Jumbo bersaing dengan judul-judul besar. Peringkat pertama ditempati film China Ne Zha 2. Lalu ada film Amerika HAMNET. Dari Jepang, Aikatsu! Pripara THE MOVIE – Miraculous Meeting! juga meraih puluhan ribu penonton sejak awal Februari.

Secara keseluruhan box office Korea, Jumbo berada di posisi 12. Ia masih berada di bawah film lokal seperti The King’s Warden yang sudah menembus 6,5 juta tiket. Namun, untuk film animasi Indonesia yang bermain di pasar global, capaian ini terasa seperti lompatan besar.

Jumbo juga tidak hanya singgah di Korea. Film ini tayang di Meksiko sejak 1 Januari 2026. Di Indonesia, Jumbo telah mengumpulkan 10,2 juta penonton dan menjadi film terlaris kedua sejak 2007, tepat di bawah Agak Laen: Menyala Pantiku!.

Ini Belum Selesai

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

Ritek Surakarta Kenalkan Jaranan Sentherewe di Pakuwon Mall Solo

Cerita Sederhana, Dampak Universal

Jumbo mengisahkan Don, anak yatim-piatu yang sering mengalami perundungan. Ia memiliki dua sahabat setia, Mae dan Nurman. Petualangan mereka dimulai ketika bertemu Meri, hantu kecil yang ingin menyelamatkan orangtuanya. Meri membantu Don mewujudkan mimpinya tampil membawakan dongeng, sementara Don dan kawan-kawan membantu Meri menyelamatkan keluarganya.

Kisah ini terdengar sederhana. Namun, di balik visual warna-warni dan petualangan fantasi, tersimpan isu yang dekat dengan realitas: perundungan, rasa minder, kehilangan, dan arti persahabatan.

Itulah yang membuat Jumbo terasa relevan lintas budaya. Rasa takut ditolak dan keinginan untuk didengar bukan milik satu negara saja. Anak di Jakarta, Seoul, atau Mexico City bisa memahami kegelisahan yang sama.

Lebih dari Sekadar Film Anak

Kita sering menyebut animasi sebagai tontonan anak-anak. Padahal, di sanalah pesan paling jujur sering disisipkan. Jumbo tidak berteriak soal moral. Ia membiarkan penonton merasakannya.

Di tengah dominasi gelombang budaya Korea yang selama ini kita konsumsi, kehadiran film Indonesia di layar bioskop Korea menghadirkan ironi yang menyenangkan. Untuk sekali ini, arusnya bergerak dua arah.

Jumbo mungkin belum menjadi raja box office global. Namun, ia membuktikan bahwa cerita lokal bisa berdiri sejajar. Bahwa industri kreatif Indonesia punya daya saing jika diberi ruang dan dukungan.

Kini pertanyaannya sederhana. Apakah kita akan terus meragukan karya sendiri, atau mulai merawatnya dengan lebih percaya diri?

Karena kalau Don saja berani naik panggung membawa dongengnya ke negeri orang, mungkin sudah saatnya kita ikut percaya bahwa cerita dari rumah sendiri juga layak mendunia. @eko

Tags: Box OfficeKorea

Kamu Melewatkan Ini

402 Rumah Sakit Angker Korea, Adaptasi yang Tak Sekadar Remake

402 Rumah Sakit Angker Korea, Adaptasi yang Tak Sekadar Remake

by eko
Juli 11, 2026

402 Rumah Sakit Angker Korea mengadaptasi Gonjiam: Haunted Asylum dengan cerita baru, misteri ruang 402, dan sentuhan horor Korea yang...

Mario Balik Lagi: Box Office Meledak, Tapi Masih Kalah dari Versi Lama?

Mario Balik Lagi: Box Office Meledak, Tapi Masih Kalah dari Versi Lama?

by teguh
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Film - Libur panjang biasanya identik dengan jalan-jalan. Tapi kali ini, banyak orang justru memilih “traveling” ke bioskop dan...

Kpop Melemah, BTS Datang Layaknya Superhero

Kpop Melemah, BTS Datang Layaknya Superhero

by jeje
Maret 28, 2026

Tabooo.id: Vibes - Ada momen ketika musik bukan sekadar suara, tapi denyut. Dan minggu ini, denyut itu datang lagi dari...

Next Post
Setelah 20 Tahun Berkarier, Sammy Siap Tuntaskan Mimpi di Konser 20SSS

Setelah 20 Tahun Berkarier, Sammy Siap Tuntaskan Mimpi di Konser 20SSS

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id