Tabooo.id: Health – Pernah merasa harus terlihat punya seseorang?
Di era media sosial, orang tidak hanya menjalani hidup, tapi juga menampilkannya.
Akibatnya, banyak orang tidak lagi nyaman dengan kesendirian. Mereka mulai mencari cara agar tetap terlihat “lengkap”.
Relasi Berbayar, Citra yang Terjaga
Fenomena jasa teman jalan terus berkembang. Tidak sedikit orang menggunakannya, bukan hanya untuk ditemani, tetapi juga untuk menjaga citra.
Psikolog Lena Tri Hastuti menjelaskan, dorongan ini berkaitan dengan kebutuhan validasi sosial.
“Ada kebutuhan untuk terlihat punya pasangan agar memiliki pengakuan dari lingkungan,” ujarnya.
Dengan kata lain, relasi tidak lagi sekadar koneksi emosional. Kini, relasi juga berfungsi sebagai simbol status.
Ketika Rasa Memiliki Tidak Terpenuhi
Pada dasarnya, setiap orang ingin merasa diterima. Mereka ingin dianggap ada.
Namun, ketika kebutuhan itu tidak terpenuhi secara alami, orang mulai mencari alternatif.
“Yang dicari itu lebih ke rasa untuk ditemani, diterima, sama dianggap ada,” jelas Lena.
Karena itu, jasa teman jalan hadir sebagai solusi cepat. Orang bisa langsung merasakan kehadiran tanpa harus membangun hubungan dari awal.
Nyaman, Tapi Tanpa Risiko Komitmen
Selain itu, banyak orang mulai takut dengan hubungan jangka panjang. Narasi seperti “marriage is scary” memperkuat rasa ragu tersebut.
Akibatnya, mereka memilih relasi yang terasa aman.
Jasa teman jalan menawarkan kedekatan tanpa tuntutan.
Ada interaksi, tetapi tidak ada beban.
“Individu merasa lebih aman karena tidak harus berkomitmen jangka panjang,” kata Lena.
Efek Cepat, Risiko Diam-Diam
Di satu sisi, layanan ini memberi manfaat. Orang bisa mengurangi rasa kesepian dalam waktu singkat.
Selain itu, mereka juga bisa merasa lebih percaya diri saat menghadiri acara sosial.
Namun di sisi lain, risiko tetap ada.
“Dalam jangka panjang, orang bisa mengalami ketergantungan dan menjauh dari relasi nyata,” ujar Lena.
Jika hal itu terjadi, relasi semu justru menggantikan hubungan yang lebih sehat.
Ini Bukan Tren, Ini Pola Baru
Fenomena ini tidak muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh seiring perubahan cara orang membangun relasi.
Teori kebutuhan manusia menjelaskan hal ini. Setiap orang akan berusaha memenuhi kebutuhan sosialnya.
Namun sekarang, banyak orang memilih cara instan.
Akibatnya, relasi tidak lagi selalu tumbuh dari proses. Relasi bisa “dibeli” dalam waktu singkat.
Ini Dampaknya Buat Kamu
Sekarang, coba jujur pada diri sendiri.
Kamu benar-benar ingin ditemani, atau hanya ingin terlihat tidak sendiri?
Pertanyaan ini penting. Sebab, tidak semua relasi memberi makna yang sama.
Relasi instan memang terasa nyaman. Namun, relasi itu belum tentu memenuhi kebutuhan emosional secara utuh.
Analisis Tabooo
Jasa teman jalan hadir karena ada kebutuhan nyata. Jadi, fenomena ini tidak bisa kita anggap sekadar tren aneh.
Namun, kita perlu melihat lebih dalam.
Masalah utamanya bukan pada layanan ini. Masalahnya terletak pada cara kita memaknai relasi.
Kita hidup di era di mana orang mengejar validasi lebih cepat daripada koneksi.
Dan yang paling menyentil, kita sering takut terlihat sendiri, tapi tidak berani menghadapi kesepian.
Penutup
Relasi instan bisa mengisi ruang kosong untuk sementara.
Namun, apakah itu benar-benar menjawab kebutuhanmu?
Atau justru menunda sesuatu yang lebih dalam? @dimas






