Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ini Bukan Sekadar Korupsi: Dari Sepatu Mewah ke Uang OPD yang Diperas

by dimas
April 12, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional

Tabooo.id: Nasional – Korupsi sering kita dengar sebagai angka. Tapi kali ini, ia tampil dalam bentuk yang nyata sepatu mewah.
Saat uang publik berubah jadi gaya hidup pribadi, masalahnya bukan lagi siapa pelakunya, tapi bagaimana sistem bisa membiarkannya.

Aliran Uang dan Gaya Hidup

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Dalam periode Desember 2025 hingga awal April 2026, ia mengumpulkan uang hingga Rp 2,7 miliar.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan penggunaan dana tersebut.

“Uang ini diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti untuk pembelian sepatu bermerek ya tentunya,” tegasnya dalam konferensi pers, Sabtu (11/4/2026).

KPK menyita empat pasang sepatu Louis Vuitton milik Gatut dan menampilkannya sebagai barang bukti.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Modus Tekanan ke OPD

Gatut menekan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setelah pelantikan pejabat.
Ia meminta mereka menandatangani surat pernyataan siap mundur tanpa mencantumkan tanggal.

Langkah itu menciptakan tekanan langsung. Para pejabat tidak punya ruang untuk menolak saat Gatut meminta setoran.

Selanjutnya, Gatut menaikkan anggaran OPD lebih dulu. Setelah itu, ia meminta jatah hingga 50 persen dari tambahan anggaran tersebut.

Ajudannya, Dwi Yoga Ambal, menjalankan penarikan uang. Ia memperlakukan OPD seolah memiliki utang yang harus dibayar.

Uang untuk THR hingga Kebutuhan Pribadi

Gatut menggunakan uang tersebut untuk berbagai keperluan. Ia membayar biaya berobat, menggelar jamuan makan, dan memenuhi kebutuhan pribadi lainnya.

Ia juga membagikan sebagian uang itu sebagai tunjangan hari raya (THR) untuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).

“Uang tersebut juga digunakan untuk pemberian THR kepada sejumlah Forkopimda,” kata Asep, mengutip pengakuan ajudan Gatut.

Penetapan Tersangka dan Penahanan

KPK menetapkan Gatut Sunu Wibowo dan Dwi Yoga Ambal sebagai tersangka.
Penyidik langsung menahan keduanya selama 20 hari pertama untuk mempercepat proses penyidikan.

KPK menjerat mereka dengan Pasal 12 huruf e atau 12B UU Tipikor serta ketentuan dalam KUHP terbaru.

Ini Bukan Sekadar Kasus

Kasus ini bukan sekadar soal pejabat membeli barang mewah.
Kasus ini menunjukkan bagaimana seseorang memanfaatkan jabatan untuk menekan sistem.

Ketika pemimpin memaksa bawahannya, birokrasi kehilangan fungsi dasarnya. Ia tidak lagi melayani publik, tetapi melayani kepentingan pribadi.

Dampaknya Buat Publik

Ini dampaknya buat kamu, anggaran publik berpotensi bocor sebelum sampai ke masyarakat.

Akibatnya, layanan publik bisa melemah. Program pembangunan bisa tersendat. Bahkan, kualitas hidup masyarakat ikut terdampak.

Masalahnya bukan cuma korupsi, tapi efek berantai yang jarang terlihat.

Analisis Tabooo

Kasus ini memperlihatkan pola yang jelas.
Seorang pejabat membangun sistem tekanan untuk mengamankan aliran uang.

Yang lebih mengkhawatirkan, pola ini berjalan rapi dan terstruktur. Banyak pihak mungkin tahu, tapi tidak semua berani melawan.

Dan pertanyaannya sederhana, kalau KPK tidak bergerak, apakah praktik ini akan terus berjalan?

Closing

Sepatu mewah itu hanya simbol kecil.
Di baliknya, ada sistem yang bisa ditekan dan orang-orang yang terpaksa mengikuti.

Sekarang pertanyaannya, ini benar satu kasus, atau hanya satu yang akhirnya terbuka? @dimas

Tags: DaerahForkopimdaGatut Sunu WibowoJawa TimurKorupsi di IndonesiaKPKOPDOTT KPK

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

by dimas
November 2, 2026

Banjir lahar dingin Semeru jebol tanggul Sungai Glidik di Lumajang, Jawa Timur, hingga memutus akses jalan Pororejo-Tamansari. Tabooo.id: Lumajang -...

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

by teguh
Oktober 19, 2026

BBM tersendat Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kembali mengganggu mobilitas masyarakat. Di...

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

by teguh
Oktober 19, 2026

Antrean BBM belum normal, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menerapkan kebijakan untuk ASN Jember WFH...

Next Post
Ini Bukan Sekadar Moral Rakyat, Tapi Kesenjangan yang Memicu Kecemburuan Sosial

Ini Bukan Sekadar Moral Rakyat, Tapi Kesenjangan yang Memicu Kecemburuan Sosial

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id