Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gunung Ile Lewotolok Meletus Ratusan Kali, Warga Diminta Tetap Waspada

by dimas
Januari 14, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan intensitas tinggi. Dalam satu hari pengamatan, gunung api ini tercatat meletus sebanyak 341 kali, disertai suara gemuruh yang terdengar hingga ke permukiman warga.

Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, menyampaikan bahwa ratusan letusan tersebut terekam sepanjang Selasa (13/1/2026). Aktivitas erupsi muncul berulang dengan amplitudo berkisar 20,4 hingga 31,4 milimeter dan durasi antara 30 sampai 198 detik.

Kolom Abu Rendah, Frekuensi Letusan Tinggi

Stanislaus menjelaskan, setiap letusan memuntahkan kolom abu setinggi 200 hingga 350 meter dari puncak kawah. Kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dan bergerak condong ke arah timur mengikuti arah angin.

Meski kolom abu tergolong rendah, intensitas letusan yang terus berulang menunjukkan bahwa tekanan magma di dalam tubuh gunung masih aktif. Gemuruh yang menyertai erupsi terdengar lemah, namun muncul secara konsisten, terutama pada jam-jam tertentu.

Kondisi ini, menurut Stanislaus, menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi warga yang bermukim di lereng gunung.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Aktivitas Seismik Mengiringi Erupsi

Selain letusan, aktivitas seismik Gunung Ile Lewotolok juga mengalami peningkatan signifikan. Pada hari yang sama, PGA mencatat 323 kali gempa embusan serta 72 kali tremor non-harmonik.

Rangkaian gempa ini menandakan pergerakan fluida dan gas vulkanik yang masih intens di bawah permukaan. Aktivitas tersebut menjadi indikasi bahwa fase erupsi belum sepenuhnya mereda.

Petugas menegaskan bahwa suara dentuman atau gemuruh yang terdengar sewaktu-waktu merupakan karakteristik alamiah gunung api aktif. Warga diminta tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi.

Status Waspada dan Dampak bagi Warga

Hingga saat ini, Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Status Level II (Waspada). Otoritas vulkanologi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 hingga 2,5 kilometer dari kawah.

Kelompok yang paling terdampak ialah warga desa di sekitar lereng gunung, nelayan pesisir yang bergantung pada kondisi alam, serta petani yang berisiko kehilangan hasil panen jika abu vulkanik menyebar lebih luas akibat perubahan arah angin.

Pemerintah daerah bersama aparat setempat terus memantau perkembangan aktivitas gunung sembari menyiapkan langkah mitigasi jika intensitas erupsi meningkat.

Di Lembata, hidup berdampingan dengan gunung api sudah menjadi bagian dari keseharian. Namun ketika alam mulai berbicara lebih keras dari biasanya, kewaspadaan bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan agar peringatan kecil hari ini tidak berubah menjadi bencana besar esok hari. @dimas

Tags: bencanaerupsiGunung ApiIle LewotolokKeamanan NegaraLembataMitigasiNTTPGA

Kamu Melewatkan Ini

Gibran ke NTT, Trauma Korban Jadi Ujian Pascabencana

Gibran ke NTT, Trauma Korban Jadi Ujian Pascabencana

by dimas
Agustus 20, 2026

Gibran bertolak ke NTT untuk meninjau penanganan pascabencana dan memastikan pemulihan warga, termasuk trauma healing dengan melibatkan mahasiswa UI. Tabooo.id:...

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

by teguh
Agustus 17, 2026

Merah Putih tetap naik di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara HUT ke-81 RI dimulai pukul 09.00...

HUT RI Digelar di Manggarai, Tapi Kecamatan Fokus Tangani Gempa

HUT RI Digelar di Manggarai, Tapi Kecamatan Fokus Tangani Gempa

by teguh
Agustus 17, 2026

HUT RI digelar di Manggarai, Merah Putih tetap berkibar di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17/08/2026. Pemkab Manggarai menggelar...

Next Post
BTS ke Jakarta: Konser, Air Mata, dan Euforia Kolektif Akhirnya Terbayar

BTS ke Jakarta Konser, Air Mata, dan Euforia Kolektif Akhirnya Terbayar

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id