Tabooo.id: Sports – Langit Manahan mulai gelap, tapi tensi di dalam stadion justru membara. Ribuan suporter menahan napas ketika waktu memasuki menit akhir. Di papan skor, Persis Solo tertinggal. Kekalahan sudah di depan mata. Namun detik-detik terakhir mengubah segalanya.
Drama 90+2: Gol yang Menyelamatkan
Laga pekan ke-21 BRI Super League, Jumat (13/02/2026), menyajikan pertarungan sengit antara Persis dan Madura United. Kedua tim bermain terbuka sejak awal. Intensitas tinggi langsung terasa.
Menit ke-15, Persis mendapat penalti. Roman Paparyga maju sebagai algojo. Namun, Dicky Indrayana membaca arah bola dengan sempurna dan menggagalkan peluang emas itu. Stadion sempat terdiam.
Situasi berbalik pada menit ke-34. Madura United memperoleh penalti. Junior Brandao mengeksekusi dengan tenang dan membawa tim tamu unggul 1-0. Tekanan langsung berpindah ke kubu tuan rumah.
Persis tidak tinggal diam. Menjelang turun minum, tepatnya menit ke-42, Paparyga menebus kegagalannya. Ia mencetak gol penyeimbang dan menghidupkan kembali semangat Laskar Sambernyawa. Skor 1-1 menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, duel makin panas. Pada menit ke-66, Jorge Mendonca memanfaatkan kemelut di depan gawang dan membawa Madura United kembali unggul 2-1. Setelah itu, tim tamu menurunkan tempo dan mencoba mengamankan keunggulan.
Persis terus menggempur. Mereka menekan tanpa henti. Serangan demi serangan mengalir, tetapi waktu terus menipis. Lalu datang momen itu.
Menit 90+2. Bola liar memantul di kotak penalti. Dusan Mijic menyambar dengan refleks cepat. Dicky sempat menepis, tetapi bola tetap meluncur melewati garis. Gol! Manahan meledak. Skor berubah 2-2.
Reaksi dan Makna di Balik Skor
Pelatih Persis, Milomir Seslija, terlihat emosional di pinggir lapangan. Ia memeluk stafnya usai peluit panjang berbunyi. Hasil imbang ini terasa seperti kemenangan kecil di tengah tekanan besar.
“Kami tidak pernah berhenti percaya. Pemain menunjukkan karakter,” ujar salah satu ofisial tim seusai laga.
Di kubu Madura United, kekecewaan jelas terlihat. Mereka sudah menggenggam tiga poin, tetapi kehilangan fokus di menit akhir membuat kemenangan buyar.
Lebih dari Sekadar Satu Poin
Laga berakhir 2-2. Persis tetap berada di dasar klasemen dengan 12 poin. Madura United duduk di peringkat ke-14 dengan 19 poin. Namun angka itu tidak sepenuhnya menggambarkan drama di lapangan.
Bagi Persis, gol Mijic bukan sekadar penyama kedudukan. Gol itu menjaga harapan. Gol itu membakar semangat suporter yang tidak pernah berhenti bernyanyi.
Sepak bola sering menghadirkan kisah seperti ini. Saat segalanya tampak selesai, satu momen bisa mengubah cerita. Dan di Manahan, Jumat petang itu, Persis memilih untuk tidak menyerah. @teguh




