Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Film Sebelum Dijemput Nenek Gabungkan Horor dan Stand Up

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Horor biasanya bikin orang teriak. Komedi bikin orang ketawa. Tapi bagaimana kalau dua-duanya terjadi bersamaan? Itulah yang dilakukan film Sebelum Dijemput Nenek. Film horor komedi ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 22 Januari.
Niatnya menakut-nakuti, tapi hasilnya sering bikin ngakak.

Bukan karena horornya gagal.
Justru karena film ini sadar: rasa takut bisa jadi lucu.

Rapi Films Buka Lemari Hantu Lama

Disutradarai Fajar Martha Santosa dan ditulis bersama Sandi Paputungan, film ini datang dengan konsep yang tidak biasa.
Ia menggabungkan banyak ikon hantu dari jagat Rapi Films.

Penonton bakal bertemu lagi dengan jin Ummu Sibyan.
Ada juga Bu Woro dari film Waktu Maghrib (2023).
Belum cukup? Pocong dan kuntilanak ikut nimbrung.

Rapi Films seperti berkata, “Semua masuk. Nggak usah antre.”

Ini Belum Selesai

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

Film Jangan Buang Ibu: Kesepian di Balik Pengorbanan

Tapi kejutan paling absurd datang dari Suster Ngesot.
Bukan cuma ngesot.
Dia lari.

Satu bioskop langsung campur aduk: panik, teriak, lalu ketawa.

Ucapan Sembarangan yang Dibayar Mahal

Cerita berpusat pada Hestu (Angga Yunanda).
Ia mendapat kabar neneknya, Mbah Marsiyem (Sri Isworowati), meninggal dunia.

Waktunya spesial: Jumat, 6 Juni, pukul 6 sore.
Angka 666.

Dalam mitos film ini, kematian dengan angka itu berbahaya.
Arwah tidak pergi sendirian.
Harus ada yang menemani.

Masalahnya, Hestu pernah berkata sinis.
Ia mengaku baru mau pulang ke rumah jika neneknya meninggal.

Ucapan bercanda itu berubah jadi petaka.

Bersama saudara kembarnya, Akbar (Dodit Mulyanto), Hestu hanya punya tujuh hari.
Mereka harus mencari tumbal pengganti.
Kalau gagal, salah satu dari mereka mati.

Ketika Nyawa Jadi Bahan Pertimbangan

Di sinilah film mulai terasa gelap.
Tapi tetap lucu.

Hestu dan Akbar menyusun kriteria calon tumbal.
Lansia yang hidup sendiri.
Orang sakit parah.
Warga yang dianggap mengganggu desa.

Kedengarannya konyol.
Tapi juga menyentil.

Karena tanpa sadar, kita sering menilai nyawa orang lain dengan cara serupa.

Humor dijaga rapi lewat konsultan komedi Erwin Wu dan Benidictus Siregar.
Lelucon muncul dari reaksi karakter, bukan dari candaan maksa.

Dodit, Nopek Novian (Ki Mangun), dan Oki Rengga (Kotrek) bermain di zona aman mereka.
Lucu, tapi tetap masuk cerita.

Hantu, Konten, dan Obsesi Viral

Karakter Nisa (Wavi Zihan) jadi sindiran paling relevan.
Setiap ada penampakan, refleksnya bukan lari.
Tapi merekam.

Nyawa terancam?
Tetap konten dulu.

Karakter ini terasa dekat dengan penonton masa kini.
Saat semua hal, termasuk horor, bisa jadi bahan pamer.

Tradisi Jawa yang Jadi Deadline Kematian

Film ini juga mengangkat tradisi Jawa Dina Geblag.
Hari ketujuh kematian seseorang.

Biasanya sakral.
Di film ini, berubah jadi tenggat waktu mematikan.

Kekacauan muncul saat mantra yang dibaca malah memanggil arwah.
Bukan mengusir.

Desa yang awalnya tenang ikut kena imbasnya.

Horor yang Menertawakan Manusia

Sebelum Dijemput Nenek bukan cuma soal hantu.
Ia bicara soal rasa bersalah.
Tentang ego.
Tentang manusia yang panik lalu salah memilih.

Film ini tidak menggurui.
Ia menakut-nakuti sambil menertawakan kita.

Dan setelah film selesai, satu pertanyaan tertinggal:
kalau kamu di posisi Hestu,
kamu akan lari…
atau mulai mencari tumbal? @eko

Tags: film 2026

Kamu Melewatkan Ini

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

by jeje
April 8, 2026

Tabooo.id: Vibes - Horor Indonesia sering mengandalkan visual. Jumpscare, suara keras, dan sosok menyeramkan jadi senjata utama. Tapi “Songko” memilih...

Empat Musim Pertiwi: Pulang ke Rumah atau Kembali ke Luka?

Empat Musim Pertiwi: Pulang ke Rumah atau Kembali ke Luka?

by jeje
April 8, 2026

Tabooo.id: Film - Pulang seharusnya terasa hangat. Tapi bagaimana jika rumah justru menjadi tempat paling asing? Film Empat Musim Pertiwi mengangkat pertanyaan...

Dari Woyla ke Layar Lebar: “Kapal Terbang” Bongkar Sejarah Penerbangan

Dari Woyla ke Layar Lebar: “Kapal Terbang” Bongkar Sejarah Penerbangan

by eko
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Film - Pernah ngebayangin nonton film aksi Indonesia yang bukan cuma kejar-kejaran cinta, tapi kejar-kejaran nyawa? Bukan sekadar plot...

Next Post
Yamaha Ganti Mesin V4, Pelajaran Adaptasi di Dunia yang Terus Update

Hadapi Regulasi 2027, Yamaha Siapkan Mesin V4 Baru

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id