Empat jenazah kembali ditemukan dalam pencarian KM Virgo Transport 8. Tim SAR terus mencari korban dan mengidentifikasi jenazah yang ditemukan.
Tabooo.id: Banjarmasin – Laut Jawa kembali menghadirkan empat jenazah ketika operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari kesembilan. Tim SAR gabungan menemukan tiga jenazah melalui proses penyelaman di sekitar bangkai kapal pada Minggu (20/9/2026) hingga Senin (21/9/2026).
Tim SAR juga menemukan satu jenazah di pesisir Seruyan, Kalimantan Tengah. Hingga berita ini diturunkan, tim DVI belum mengetahui identitas keempat korban tersebut.
Tiga jenazah dari lokasi penyelaman langsung mendapat penanganan untuk proses identifikasi. Tim Basarnas Special Group (BSG) mengevakuasi ketiganya menggunakan helikopter menuju Lanud Syamsudin Noor.
Dari lanud, petugas membawa jenazah menuju RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, petugas menemukan satu jenazah lain di pesisir Seruyan. Korban mengenakan baju kerja lengan panjang, rompi pelampung berwarna oranye, serta celana pendek hitam.
Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi membenarkan penemuan tersebut. Petugas kemudian menyiapkan proses evakuasi melalui jalur darat menuju Banjarmasin.
Air Laut Mempersempit Ruang Identifikasi
Waktu menjadi salah satu tantangan terbesar bagi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan. Kombes Pol dr Much Sofwan mengatakan kondisi jenazah yang sudah beberapa hari berada di dalam air dapat menyulitkan proses identifikasi.
Tim DVI akan memeriksa sejumlah indikator. Pemeriksaan itu mencakup kedokteran forensik, odontologi forensik, Inafis, rekam medis, pemeriksaan medis, sidik jari, serta properti yang ikut ditemukan bersama jenazah.
Petugas kemudian mencocokkan seluruh temuan tersebut dengan data ante mortem dari keluarga korban.
“Kalau sudah di atas 10 hari dari kejadian musibah, kendalanya akan lebih sulit lagi, sehingga kita butuh sekali kecocokan antara informasi ante mortem dan post mortem,” kata Sofwan, Selasa (22/9/2026).
Jika pemeriksaan awal belum menghasilkan identitas yang valid, tim DVI akan mengambil langkah berikutnya melalui pemeriksaan DNA.
“Kalau dari propertinya enggak mendukung, pemeriksaan giginya juga enggak mendukung, artinya masih belum valid. Jadi kita butuh pemeriksaan penunjang, pastinya,” ujar Sofwan.
DNA Menjadi Jalan Berikutnya
Tim DVI akan mengirim sampel DNA dari jenazah yang ditemukan melalui operasi penyelaman pada Minggu dan Senin ke Jakarta. Laboratorium di Jakarta akan memeriksa sampel tersebut untuk membantu memastikan identitas korban.
Sofwan memperkirakan pemeriksaan DNA membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Namun, proses itu dapat selesai sekitar satu minggu jika kondisi laboratorium tidak terlalu padat.
“Biasanya dua minggu, tapi ada kemungkinan juga kalau memang tidak crowded seminggu,” katanya.
Tim DVI juga membutuhkan sampel pembanding dari keluarga korban. Karena itu, keluarga inti tetap memegang peran penting dalam proses pencocokan DNA.
Hingga kini, tim DVI telah menerima dan memvalidasi sekitar 135 data ante mortem dari keluarga korban. Data tersebut berasal dari laporan yang masuk melalui sejumlah Polda.
Tim masih menemukan data ganda dalam proses pendataan. Satu keluarga dapat melaporkan anggota keluarganya yang hilang kepada lebih dari satu kepolisian daerah.
RS Bhayangkara Banjarmasin juga menyiapkan dua freezer. Fasilitas itu menjadi bagian dari persiapan rumah sakit menghadapi kemungkinan kedatangan beberapa jenazah dalam waktu bersamaan.
34 Penyelam Hadapi Arus Bawah Laut
Operasi pencarian belum berhenti. Pada hari ke-10, tim SAR menyiapkan 34 penyelam untuk mengevakuasi korban yang masih berada di dalam KM Virgo Transport 8.
Sebanyak 22 penyelam dari Koarmada II akan bergabung dalam operasi tersebut. Namun, kondisi bawah laut masih menghadirkan tantangan besar.
Danlanal Banjarmasin Letkol Laut (P) Galih Nurna Putra menyebut arus bawah laut mencapai 6 hingga 6,8 knot.
“Arus bawah air sangat deras, 6 sampai 6,8 knot di bawah air,” kata Galih.
Kondisi cuaca menjadi faktor lain yang menentukan pergerakan tim penyelam. Pada Selasa (22/9/2026), tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,5 meter.
KRI Canopus-936 juga menggunakan remotely operated vehicle (ROV) untuk memantau kondisi di sekitar bangkai kapal. Namun, arus dan cuaca tetap memengaruhi penggunaan perangkat tersebut.
Pencarian Belum Menutup Tragedi
Empat jenazah kembali ditemukan. Namun, empat penemuan itu belum menjawab seluruh pertanyaan yang tertinggal dari tragedi KM Virgo Transport 8.
Tim SAR masih menghadapi dua pekerjaan sekaligus. Mereka harus menemukan korban yang masih hilang dan memastikan identitas setiap jenazah yang sudah mereka evakuasi.
Di titik ini, operasi pencarian bukan hanya soal menemukan tubuh korban. Tim juga berpacu dengan waktu untuk menjaga peluang identifikasi.
Setiap hari membawa tantangan baru. Arus bawah laut membatasi penyelaman, sementara kondisi jenazah terus berubah seiring waktu.
Karena itu, proses pencarian dan identifikasi berjalan dalam satu garis yang sama: menemukan korban, membawa mereka pulang, lalu memastikan siapa mereka.
Selama masih ada korban yang belum ditemukan dan jenazah yang belum teridentifikasi, tragedi KM Virgo Transport 8 belum benar-benar selesai. @dimas








