Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Drama Politik Indonesia: Presiden, DPR, dan Revisi UU KPK

by dimas
Februari 20, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan ini panggung politik Indonesia berubah menjadi drama seri Netflix, tapi tanpa tombol skip intro. Kamera menyorot Presiden Jokowi yang santai menonton Persis Solo vs Madura United, lalu muncul headline “Presiden setuju UU KPK 2019 direvisi lagi.” Penonton di Twitter langsung ngetag semua partai politik, ekspresi emoji marah dan bingung bercampur.

Partai Politik: Dulu Usul, Sekarang Nyalahin

PSI menyorot kelakuan partai-partai yang dulu mengusulkan revisi UU KPK, tapi kini malah menyalahkan Jokowi. Ariyo Bimmo, Direktur Reformasi Birokrasi PSI, berkomentar dengan nada satir, “Kalau dulu mengusulkan, sekarang nyalahin Presiden, publik berhak bertanya konsistensinya di mana?”

Sebenarnya, DPR-lah yang memulai revisi UU KPK 2019, dengan lima partai pengusul PDI Perjuangan, Golkar, PPP, PKB, dan NasDem. Jokowi hanya mengirim Surat Presiden dan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) berisi catatan dan usulan perbaikan. Namun, di media sosial, narasi sering berubah menjadi, “Presiden bikin semua ini.” Seolah Jokowi menjadi villain utama soap opera anti-korupsi.

Jokowi: Setuju Tapi Bukan Pelaku Utama

PSI menegaskan bahwa Jokowi mendukung revisi UU KPK kembali sebagai bagian dari evaluasi kebijakan, bukan sekadar mencuci tangan. Ariyo menekankan, “Kalau perlu perbaikan UU KPK, mari dibahas terbuka. Namun, jangan dibalik-balik sejarah legislasi. Antikorupsi itu bukan soal nostalgia UU lama atau baru. Soalnya sederhana sistem kita bikin korupsi lebih mudah atau lebih susah?”

Dengan kata lain, Jokowi menegaskan keterbukaan dan akuntabilitas, sementara DPR tetap mengendalikan legislasi.

Ini Belum Selesai

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Efek Domino Pertamax Naik: Dari SPBU Sampai ke Dapur Rakyat

Dampak Absurd bagi Publik

Bagi warga, fenomena ini terasa absurd sekaligus lucu. Bayangkan membuka berita pagi-pagi, kopi panas masih di tangan, lalu membaca headline: “Presiden Mau Revisi UU KPK, DPR Panik” Kemudian scroll ke tweet partai politik, komentar PSI, dan meme timeline yang bercampur jadi komedi politik ala Gen Z.

Selain itu, publik mulai membandingkan narasi di media sosial dengan fakta legislasi. Akibatnya, mereka merasa seperti sedang menonton sitkom politik live, lengkap dengan plot twist setiap hari.

Punchline: Season yang Tak Pernah Tamat

Akhirnya, drama revisi UU KPK ini seperti season yang tidak pernah tamat. Jokowi bilang iya tapi bukan dia, DPR bilang kita yang usul, partai politik lain bilang Presiden harus tanggung jawab. Publik? Hanya bisa tepuk jidat sambil ngequote meme favorit, “Drama politik Indonesia, ada yang nonton real life tapi rasanya sitcom.”

Di tengah semua klaim dan revisi, satu pertanyaan tetap menggelitik apakah semua drama ini benar-benar menegakkan akuntabilitas, atau sekadar menjadi bahan meme untuk timeline publik? @dimas

Tags: 2026DPRdramaGen ZjokowiKPKPartaiPolitik IndonesiapresidenPSIRevisiSatirtimeline

Kamu Melewatkan Ini

Seruan Reformasi Jilid 2: Aspirasi Publik atau Nostalgia Politik?

Seruan Reformasi Jilid 2: Aspirasi Publik atau Nostalgia Politik?

by teguh
Juni 13, 2026

Beberapa hari ini publik kembali mendengar sebuah istilah yang pernah mengubah arah sejarah Indonesia yaitu, Reformasi. Bedanya, kali ini istilah...

Reformasi Jilid 2: Gerakan Moral atau Sekadar Label Politik?

Reformasi Jilid 2: Gerakan Moral atau Sekadar Label Politik?

by teguh
Juni 12, 2026

Aksi mahasiswa kembali memenuhi jalanan. Spanduk kritik bermunculan. Tagar perlawanan beredar luas di media sosial. Di tengah suasana itu, satu...

Melawan Simplifikasi Sejarah: Indonesia Sedang Menuju Reformasi Jilid 2?

Melawan Simplifikasi Sejarah: Indonesia Sedang Menuju Reformasi Jilid 2?

by teguh
Juni 12, 2026

Di bawah terik siang yang membakar aspal ibu kota, mahasiswa kembali berdiri di jalanan. Mereka membawa poster, pengeras suara, dan...

Next Post
Tanpa Rizki, Indonesia Tahan Langkah di Panggung Asia

Tanpa Rizki, Indonesia Tahan Langkah di Panggung Asia

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id