Tabooo.id: Nasional – Rencana pembukaan jalur penerbangan langsung Surabaya–Samarkand bukan sekadar urusan transportasi. Ini soal sejarah, iman, dan koneksi yang selama ini terasa jauh secara jarak, tapi dekat secara batin.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah bertemu dengan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev dan Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (04/04/2025) untuk membahas kerja sama tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Uzbekistan kini menjajaki rute tersebut untuk mendorong wisata religi, khususnya ke makam Imam Bukhari di Samarkand. Kenapa ini penting? Karena banyak kalangan pesantren di Jatim menjadikan Imam Bukhari sebagai rujukan utama dalam mempelajari hadis.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai koneksi ini punya “gravitasi” kuat di masyarakat.
“Melihat dinamika geopolitik ini, mungkin direct flight ke Samarkand jadi lebih dimungkinkan,” ujar Khofifah.
Religi, Geopolitik, dan Peluang Ekonomi
Pertemuan antara Pemprov Jatim dan delegasi Uzbekistan di Gedung Negara Grahadi tidak hanya membahas wisata. Mereka juga membicarakan peluang kerja sama ekonomi, budaya, hingga diplomasi berbasis spiritual.
Selama ini, akses menuju Samarkand menuntut perjalanan panjang dengan transit berlapis. Kondisi itu membuat biaya tinggi dan perjalanan terasa melelahkan. Dengan jalur langsung, calon peziarah bisa memangkas waktu dan biaya secara signifikan.
“Melihat dinamika geopolitik ini, mungkin yang direct flight ke Samarkand itu barangkali jadi lebih dimungkinkan. Apalagi di Jawa Timur, mursyid thoriqoh juga sangat banyak. Sebagian adalah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah,” kata Khofifah, Minggu (05/04/2026).
Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim akan melibatkan industri pariwisata lokal, terutama agen perjalanan, untuk menangkap peluang ini. Artinya, rute ini tidak hanya menggerakkan jamaah, tetapi juga mendorong ekonomi daerah.
“Dengan konektivitas langsung, peluang kunjungan wisata religi akan semakin terbuka,” jelasnya lagi.
Jejak Sejarah yang Masih Hidup
Hubungan Jatim dan Samarkand tidak lahir hari ini. Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, bahkan mengunjungi makam Sunan Gresik tokoh yang diyakini berasal dari wilayah Samarkand dan menyebarkan Islam di Jawa.
Kunjungan itu mempertegas satu hal hubungan ini bukan sekadar kerja sama formal, tapi kelanjutan sejarah panjang.
“Kami ingin mengembangkan hubungan ekonomi, turisme, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur,” kata Boboev.
Lebih dari Sekadar Tiket Pesawat
Pemerintah pusat bersama Kedutaan Besar Uzbekistan akan melanjutkan pembahasan rute ini. Jika semua berjalan lancar, masyarakat Indonesia bisa menikmati akses langsung ke salah satu pusat peradaban Islam dunia.
Pada akhirnya, rencana ini bukan hanya soal membuka jalur penerbangan. Ini tentang membuka jalan pulang ke sejarah, ke ilmu, dan ke akar spiritual yang selama ini terasa jauh.
Lalu, ketika akses itu benar-benar terbuka, apakah kita akan datang hanya sebagai turis atau sebagai pencari makna?. @teguh



