Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Desil Naik, Bansos Hilang: Warga Karanganyar Bisa Lapor

by eko
Agustus 20, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Warga Karanganyar yang kehilangan bansos karena perubahan desil bisa melapor ke Dinsos atau pemerintah desa untuk mengajukan sanggahan.

Tabooo.id: Karanganyar – Warga Karanganyar yang tiba-tiba tidak lagi menerima bantuan sosial tidak perlu hanya menunggu. Mereka bisa melapor ke Dinas Sosial Karanganyar atau pemerintah desa jika masih merasa layak menerima bansos.

Perubahan desil membuat sebagian warga kehilangan bantuan sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Bagi keluarga yang mengandalkan bantuan, perubahan itu langsung memengaruhi kebutuhan sehari-hari.

Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kabupaten Karanganyar Triwulan III 2026 mencatat 124.519 keluarga berada pada desil 1 hingga 4. Kelompok tersebut masuk kategori penerima bantuan sosial.

Bansos Berhenti, Aduan Terus Masuk

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinsos Karanganyar, Wondo, mengatakan warga terus mengajukan keluhan setiap hari.

Sebagian warga datang ke kantor Dinsos. Sebagian lainnya menghubungi operator pemerintah desa.

Ini Belum Selesai

BBMC Central Java Genap 26 Tahun, Bikers Se-Indonesia Berkumpul di Solo

Kraton Solo Gelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi Jelang Garebeg Mulud

Mereka mulai mencari penjelasan setelah bantuan yang biasa mereka terima tidak lagi masuk.

Keluhan itu mencakup bantuan sembako, PKH, hingga PBI.

Petugas lalu mengecek data warga. Dalam sejumlah kasus, petugas menemukan kenaikan posisi desil.

Syarat bansos hanya mencakup keluarga pada desil 1 hingga 4.

“Padahal syarat penerima bansos desil 1 sampai 4,” kata Wondo, Kamis (20/8/2026).

Wondo belum memiliki angka pasti tentang jumlah warga yang kehilangan bansos karena perubahan desil. Data sosial terus berubah sehingga jumlahnya juga terus bergerak.

Merasa Masih Layak? Ajukan Sanggahan

Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki kewenangan untuk mengolah perubahan desil. BPS juga memerlukan waktu untuk menjalankan proses pembaruan data.

Namun, warga tetap bisa menyampaikan keberatan.

Kementerian Sosial membuka jalur sanggahan bagi warga yang masih merasa layak menerima bansos. Warga bisa mendatangi pemerintah desa atau langsung melapor ke Dinsos Karanganyar.

Petugas akan mengecek laporan tersebut. Jika hasil pemeriksaan mendukung pengajuan warga, Dinsos akan mengusulkan nama warga kembali ke dalam daftar penerima sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kalau memang dia merasa masih layak menerima bansos lapor saja ke desa atau Dinsos. Kalau layak menerima bansos, kita usulkan kembali,” ujar Wondo.

Karena itu, warga tidak perlu pasrah saat bantuan berhenti. Mereka bisa mengecek status data, melapor, dan mengajukan sanggahan melalui jalur resmi.

Desil Naik, Hidup Belum Tentu Membaik

Persoalan ini lebih besar daripada sekadar angka.

Ini bukan hanya soal nama yang hilang dari daftar bansos. Ini soal apakah angka dalam sistem benar-benar mencerminkan kondisi hidup warga.

Sistem bisa menaikkan posisi desil seseorang. Namun, perubahan itu belum tentu berarti ekonomi keluarga ikut membaik.

Harga bahan pokok tetap menguras uang belanja. Biaya kesehatan tetap menekan pengeluaran. Kebutuhan keluarga juga terus berjalan setiap hari.

Karena itu, pemerintah perlu menjaga ketepatan data sekaligus memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi sebenarnya.@eko

Tags: bansosDesilDinsosKaranganyar

Kamu Melewatkan Ini

Desil Naik, Benarkah Hidup Warga Membaik?

Desil Naik, Benarkah Hidup Warga Membaik?

by eko
Agustus 20, 2026

Perubahan desil bisa membuat warga kehilangan bansos. Namun, apakah kenaikan angka dalam data selalu berarti kehidupan ekonomi mereka benar-benar membaik?...

Benarkah Pemerintah Tangguhkan Bansos Jika Terlibat Judol? Ini Faktanya

Benarkah Pemerintah Tangguhkan Bansos Jika Terlibat Judol? Ini Faktanya

by eko
Agustus 16, 2026

Benarkah pemerintah menangguhkan bansos bagi penerima yang terlibat judol? Cek faktanya, termasuk proses verifikasi dan status penerima. Tabooo.id - Bantuan...

Bendera Murah di Online, Pedagang Kecil Jadi Korban?

Bendera Murah di Online, Pedagang Kecil Jadi Korban?

by eko
Agustus 10, 2026

Pedagang bendera di Karanganyar mengaku sepi menjelang 17 Agustus. Persaingan harga online ikut mengubah pilihan pembeli. Tabooo.id - Merah Putih...

Next Post
Desil Naik, Benarkah Hidup Warga Membaik?

Desil Naik, Benarkah Hidup Warga Membaik?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id