Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Deretan Tambang Emas Raksasa Indonesia: Dari Martabe hingga Grasberg

by eko
Februari 10, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Indonesia memang kaya emas, dari Sabang sampai Merauke. Belakangan ini, perhatian publik mengarah ke Tambang Emas Martabe di Sumatra Utara. PT Agincourt Resources mengelola tambang tersebut sebagai anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR).

Pemerintah Siap Ambil Alih Martabe

Pemerintah kini bersiap mengambil alih konsesi Martabe melalui PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Namun hingga kini, UNTR mengaku belum menerima surat resmi terkait rencana tersebut. Saat ini, PT Danusa Tambang Nusantara anak usaha UNTR menguasai 95% saham Agincourt. Sementara itu, PT Artha Nugraha Agung, unit BUMD Tapanuli Selatan, memegang 5% sisanya.

Martabe mulai berkembang sejak 2008 dan memasuki fase produksi emas pada 2012. Awalnya, konsesi tambang ini membentang seluas 6.560 km². Seiring waktu, wilayah konsesi menyusut menjadi 130.252 hektare yang mencakup Tapanuli Selatan, Tengah, Utara, serta Mandailing Natal.

Hingga Juni 2025, perusahaan memproyeksikan cadangan mineral mencapai 6,4 juta ons emas dan 58 juta ons perak. Selain itu, cadangan bijih tercatat sekitar 3,56 juta ons emas dan 31 juta ons perak.

Tambang Emas Lain yang Jadi Sorotan

Selain Martabe, Indonesia juga memiliki sejumlah tambang besar lain yang tak kalah strategis.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Pertama, Grasberg di Papua. PT Freeport Indonesia mengoperasikan tambang emas-tembaga terbesar di dunia ini. Sepanjang 2025, perusahaan menghasilkan 1,01 miliar pon tembaga. Berdasarkan studi terbaru, cadangan hingga 2041 diperkirakan mencapai 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas. Saat ini, Freeport tengah memulihkan operasi usai longsor pada September lalu.

Berikutnya, Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengelola tambang yang menyimpan 16,6 miliar pon tembaga dan 22,5 juta ons emas. Untuk menjaga keberlanjutan produksi, perusahaan menyiapkan proyek eksplorasi Elang yang akan beroperasi mulai 2027 sebagai pengganti Batu Hijau yang diproyeksikan habis pada 2030.

Di Jawa Timur, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengoperasikan tambang Tujuh Bukit sejak 2016. Tambang ini menyimpan cadangan 8,2 juta ton tembaga dan 27,9 juta ons emas. Tak heran, banyak pihak menilai deposit ini sebagai salah satu porfiri tembaga-emas terbesar yang belum sepenuhnya dikembangkan.

Sementara itu di Gorontalo, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menargetkan Tambang Pani mulai berproduksi pada kuartal I 2026. Proyek ini menyimpan lebih dari 7 juta ons emas. Perusahaan juga merancang tambang terbuka berbiaya rendah dengan kapasitas pengolahan 19 juta ton bijih per tahun.

Di Sulawesi Tengah, PT Citra Palu Minerals anak usaha Bumi Resources Minerals Tbk mengelola tambang Pobaya. Cadangan tambang ini mencapai 34,1 juta ton bijih emas. Perusahaan pun mengantongi izin produksi hingga 2050.

Terakhir, Toka Tindung di Sulawesi Utara. PT Meares Soputan Mining bersama PT Tambang Tondano Nusajaya (Archi Indonesia Tbk) mengelola tambang ini. Hingga akhir 2020, perusahaan mencatat sumber daya 5,5 juta ons emas dan cadangan 3,9 juta ons emas.

Dampak dan Tantangan

Jika pemerintah benar-benar mengambil alih Martabe, masyarakat lokal dan negara berpeluang memperoleh kontrol lebih besar atas sumber daya serta potensi royalti. Di sisi lain, investor dan UNTR menghadapi ketidakpastian terkait kelanjutan operasi serta kepastian iklim investasi.

Pada akhirnya, di balik angka-angka fantastis tersebut, satu hal tetap jelas: Indonesia memiliki cadangan emas yang melimpah. Namun demikian, mengelolanya secara tepat tanpa mengusik kepercayaan investor masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sebab, satu langkah keliru bisa membuat emas tetap tertimbun di tanah, sementara peluang dan modal justru hengkang ke luar negeri. @sigit

Tags: Bisnisekonomi indonesiaEmaspemerintah

Kamu Melewatkan Ini

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

by teguh
Juni 28, 2026

Pemerintah janji redam PHK tapi Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menekan sejumlah sektor industri nasional. Kenaikan biaya produksi membuat...

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

by Anisa
Juni 14, 2026

Kaya di Atas Peta, tetapi tidak selalu terasa di kehidupan sehari-hari. Indonesia memiliki tanah yang subur, sumber daya alam yang...

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

by teguh
Juni 2, 2026

Lampu minimarket yang biasanya menyala hampir tanpa jeda mendadak padam saat libur nasional 31 Mei hingga 1 Juni 2026 karena...

Next Post
Solidaritas Sosial: Tabooo Network Indonesia Santuni Anak Yatim di Desa Winongo

Lebih dari Media, Tabooo Network Indonesia Memihak yang Rentan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id