Tabooo.id: Nasional – Gelombang kedua arus balik Lebaran 2026 diprediksi memuncak pada Minggu, 29 Maret. Korps Lalu Lintas Polri menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah (one way) yang bisa berlaku secara nasional saat volume kendaraan melonjak.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, memastikan seluruh personel tetap berjaga di lapangan. Meski Operasi Ketupat 2026 berakhir pada 25 Maret, polisi terus meningkatkan patroli melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Ia menegaskan, aparat kini fokus mengawal arus balik yang belum selesai.
Gelombang Kedua Tertahan di Kampung
Korlantas mencatat sekitar 42 persen kendaraan pemudik belum kembali ke Jakarta. Data ini menunjukkan potensi lonjakan besar dalam waktu bersamaan. Banyak pemudik memilih bertahan di kampung halaman untuk bersilaturahmi atau berwisata.
Kondisi ini menahan pergerakan kendaraan. Namun, begitu para pemudik mulai kembali secara bersamaan, kepadatan bisa meningkat tajam dalam waktu singkat.
Kalikangkung Jadi Titik Ukur
Polisi menggunakan gerbang tol Kalikangkung sebagai indikator utama. Jika volume kendaraan mendekati 4.000 unit, petugas segera menerapkan skema one way. Jika jumlah kendaraan masih berkisar antara 2.500 hingga 3.800 unit, arus tetap berjalan dua arah.
Pendekatan ini memberi ruang kendali yang lebih cepat. Dalam situasi darurat, Korlantas siap menerapkan one way parsial hingga skala nasional tanpa menunggu kemacetan meluas.
Polisi Percepat Informasi ke Publik
Polisi memulai setiap rekayasa lalu lintas dengan sosialisasi dan sterilisasi jalur. Petugas menyebarkan informasi lebih awal agar pengguna jalan bisa menyesuaikan rute dan waktu perjalanan.
Langkah ini menekan risiko kepadatan akibat perubahan arus mendadak. Tanpa informasi yang jelas, pengendara mudah terjebak di titik kemacetan baru.
Pemudik Hadapi Tekanan Waktu
Para pemudik, terutama pekerja, menghadapi tekanan terbesar. Mereka harus kembali tepat waktu di tengah ketidakpastian durasi perjalanan. Perubahan arus, kepadatan kendaraan, dan kelelahan menjadi tantangan yang sulit dihindari.
Sebagian memilih berangkat lebih awal, sebagian menunda perjalanan, sementara lainnya tetap nekat berangkat di puncak arus.
Arus balik bukan sekadar soal pulang ke kota. Ia memperlihatkan bagaimana jutaan orang bergerak dalam waktu yang hampir bersamaan, sementara ruang jalan tetap terbatas. Di titik ini, manajemen lalu lintas diuji dan kesabaran pemudik kembali jadi taruhan. @dimas



