Tabooo.id: Check – Awal Februari 2026, akun Facebook “Warung Kopi Mbok Rondo Kidul Mesjid” mengunggah narasi yang langsung memancing spekulasi. Akun itu menulis bahwa Presiden Prabowo Subianto mulai kehilangan kepercayaan terhadap Menteri ESDM, Bahlil, setelah gelombang kritik atas kebijakan energi. Dalam narasi yang sama, akun tersebut juga menyebut Ignasius Jonan dipanggil ke Istana Negara.
Unggahan itu menggiring pembaca pada satu kesimpulan: reshuffle kabinet segera terjadi. Ratusan pengguna memberi tanda suka, belasan orang berkomentar, dan beberapa lainnya membagikan ulang. Isu politik memang cepat menyebar, apalagi jika menyangkut kursi menteri.
Namun, viral tidak otomatis berarti benar.
Fakta yang Tidak Ikut Panas
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) langsung menelusuri klaim tersebut melalui mesin pencari. Mereka menemukan artikel Kompas.com berjudul “[HOAKS] Prabowo Copot Bahlil sebagai Menteri pada Awal Desember 2025.” Judul itu menunjukkan bahwa isu serupa pernah muncul dan media sudah membantahnya.
Sampai 6 Februari 2026, situs resmi esdm.go.id masih mencantumkan Bahlil sebagai Menteri ESDM. Pemerintah juga tidak mengumumkan pencopotan apa pun. Media arus utama pun tidak melaporkan adanya reshuffle.
AFP turut menelusuri isu ini dan tidak menemukan sumber kredibel yang mendukung klaim tersebut. Semua data mengarah pada satu kesimpulan: Bahlil masih menjabat.
Jika benar terjadi pergantian menteri, Presiden atau pihak Istana pasti mengumumkannya secara terbuka dan media nasional akan memberitakannya secara luas. Publik tidak perlu menebak-nebak lewat satu unggahan media sosial.
Editan yang Terlihat Janggal
Akun tersebut menyertakan gambar untuk memperkuat narasi. Namun, foto itu menunjukkan tanda-tanda manipulasi. Seseorang menggabungkan beberapa gambar menjadi satu komposisi.
Ketika diperhatikan lebih dekat, terlihat tangan dengan jempol yang tampak menembus bagian dada tokoh dalam foto. Proporsinya tidak natural dan bayangannya tidak sinkron. Kejanggalan visual seperti ini sering muncul pada gambar hasil edit cepat.
Sayangnya, banyak orang lebih fokus pada cerita besar daripada detail kecil yang justru membongkar kebohongan.
Logika Sederhana yang Terlupakan
Narasi ini memanfaatkan situasi politik yang sedang hangat. Begitu membaca frasa “dipanggil ke Istana,” sebagian orang langsung menyimpulkan bahwa pencopotan sudah terjadi. Padahal, pejabat negara sering bertemu tanpa konsekuensi reshuffle.
Pemilik akun merangkai cerita dramatis agar pembaca merasa ada peristiwa besar yang sedang berlangsung. Emosi publik yang sudah sensitif membuat klaim seperti ini mudah dipercaya.
Padahal logikanya sederhana: tanpa pengumuman resmi dan tanpa laporan media kredibel, kabar pencopotan belum bisa dianggap fakta.
Kesimpulan: Hoaks dengan Bumbu Drama
Klaim bahwa Presiden Prabowo mencopot Bahlil dari jabatan Menteri ESDM tidak memiliki dasar fakta. Tidak ada dokumen resmi, tidak ada pernyataan pemerintah, dan tidak ada laporan media tepercaya yang mendukungnya. Gambar yang beredar pun menunjukkan tanda manipulasi.
Media sosial memudahkan siapa pun menyebarkan.@eko




