Tabooo.id: Nasional – Tim gabungan BNPB, Kementerian PU, TNI, POLRI, BPBD, dan relawan bekerja tanpa henti untuk memulihkan Aceh Utara pasca-banjir besar. Hingga Senin (29/12/2025), petugas berhasil membersihkan sejumlah fasilitas pendidikan yang sebelumnya terendam lumpur dan mulai menyiapkannya untuk digunakan kembali. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan,
“Kami menargetkan sekolah dan madrasah sudah bisa beroperasi pada awal semester genap, minggu pertama Januari.” tegasnya.
Akses Jalan dan Fasilitas Umum Diperbaiki
Selain fasilitas pendidikan, tim memfokuskan upaya pada pemulihan akses jalan. Di Langkahan, Aceh Utara, petugas bekerja siang dan malam membuka jalan, membersihkan fasilitas umum, dan memastikan Yayasan Darul Huda serta sekolah setempat bisa kembali digunakan.
Abdul menjelaskan, “Kami melihat kemajuan signifikan di beberapa titik. Akses jalan, fasilitas pendidikan, fasilitas ibadah, dan fasilitas kesehatan terus kami bersihkan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.” jelasnya.
Tenda Darurat untuk Sekolah yang Masih Rusak
BNPB juga menyiapkan langkah antisipasi bagi sekolah yang masih memerlukan perbaikan lanjutan. Tenda darurat disiapkan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meski bangunan belum sepenuhnya pulih.
Abdul menambahkan, “Sekolah yang masih memerlukan perbaikan akan menggunakan tenda sementara. Dengan begitu, kegiatan belajar tidak terganggu dan anak-anak tetap bisa mengikuti pelajaran.” tambahnya.
Dampak Bagi Masyarakat
Pelajar, guru, dan keluarga terdampak menjadi kelompok yang merasakan dampak banjir paling berat. Kehilangan akses pendidikan selama beberapa minggu membuat pelajar tertinggal, sementara keluarga harus membersihkan rumah dan lingkungan yang rusak. Dengan dibukanya sekolah, masyarakat berharap kehidupan sehari-hari bisa kembali normal.
Kesiapan Menghadapi Risiko Bencana
Meski kemajuan terlihat, risiko bencana tetap membayangi Aceh Utara. Infrastruktur rapuh dan hujan ekstrem berpotensi mengulang tragedi serupa. Abdul menekankan pentingnya kesiapan dan koordinasi lintas instansi agar wilayah ini dapat menghadapi tantangan di masa depan.
Catatan Publik
Bencana banjir ini menjadi pengingat pahit pemulihan pascabanjir bukan sekadar membangun kembali fasilitas, tetapi juga menjaga hak masyarakat untuk bersekolah dan beraktivitas normal. Di balik kerja keras tim penyelamat, terselip pertanyaan seberapa siap kita menghadapi banjir berikutnya sebelum kehidupan masyarakat kembali terguncang? @dimas



