• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter Akibat Siklon Tropis Mitchell

Februari 8, 2026
in Nasional, News
A A
BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter Akibat Siklon Tropis Mitchell

BMKG mendeteksi Siklon Tropis Mitchell di selatan Indonesia yang berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan. (Foto: BMKG)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Siklon Tropis Mitchell di kawasan selatan Indonesia. Informasi itu BMKG sampaikan melalui akun Instagram resmi @infobmkg pada Sabtu (7/2/2026).

BMKG mencatat, sistem ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 98P. Siklon Mitchell resmi mencapai intensitas siklon tropis pada Jumat (6/2/2026) pukul 19.00 WIB.

RelatedPosts

Beckham Menggila! Dua Gol Bungkam Kritik, Garuda Libas Saint Kitts 4-0

Balik Kampung Jadi Balik Macet: Pemudik Liburan di Jalanan

Pada Sabtu malam, BMKG memantau pusat siklon berada di perairan barat Australia. Sistem cuaca tersebut terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Sebagai badai bertekanan rendah di atas perairan hangat, siklon tropis biasanya memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Karena itu, BMKG tetap mengantisipasi dampak tidak langsung meski pusat siklon berada di luar Indonesia.

Gelombang Tinggi Mengintai Perairan Selatan

BMKG menyebut dampak utama Siklon Tropis Mitchell terhadap Indonesia berupa peningkatan tinggi gelombang laut. Dampak ini berlangsung dalam 24 jam hingga Minggu (8/2/2026) pukul 19.00 WIB.

Di Laut Sawu dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut masuk kategori gelombang sedang.

Sementara itu, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Barat. BMKG mengategorikan kondisi ini sebagai rough sea.

Gelombang tinggi ini berisiko bagi masyarakat pesisir. Nelayan tradisional dan pelayaran skala kecil menjadi kelompok yang paling terdampak.

BMKG Imbau Nelayan Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan agar meningkatkan kewaspadaan. Gelombang tinggi dan arus kuat dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

BMKG menilai kapal kecil dan perahu nelayan menghadapi risiko paling besar. Karena itu, BMKG meminta nelayan memantau informasi cuaca secara berkala.

BMKG juga menegaskan bahwa cuaca ekstrem bisa berubah cepat. Kondisi ini tetap berbahaya meski pusat siklon berada di luar wilayah Indonesia.

Siklon Bergerak Menjauh, Dampak Mulai Mereda

Perkembangan terbaru menunjukkan Siklon Tropis Mitchell terus menjauh dari Indonesia. Pada Minggu (8/2/2026), sistem ini sepenuhnya berada di perairan barat Australia.

Prakirawan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta BMKG, Afif Shalahuddin, menjelaskan bahwa siklon memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 65 knot atau 120 kilometer per jam. Kecepatan ini masuk kategori siklon tropis kategori 3.

Namun, arah pergerakan ke barat hingga barat daya membuat siklon semakin menjauh dari wilayah Indonesia.

“Posisi siklon sudah berada di luar wilayah monitoring TCWC Jakarta dan tidak lagi memberikan dampak terhadap cuaca maupun perairan Indonesia,” ujar Afif.

Afif memprediksi intensitas Siklon Tropis Mitchell akan melemah dalam 24 jam ke depan. Sistem ini diperkirakan turun ke kategori 2 saat mendekati pesisir barat Australia.

Cuaca Ekstrem dan Pentingnya Kesiapsiagaan

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan publik terhadap cuaca ekstrem. Perubahan iklim global membuat pola siklon semakin sulit diprediksi.

Dampak cuaca ekstrem dapat meluas meski pusat badai berada jauh dari Indonesia. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi negara kepulauan.

Siklon memang bisa menjauh, tetapi kewaspadaan tidak boleh berkurang. Di Indonesia, cuaca ekstrem bukan sekadar soal alam, melainkan juga soal keselamatan dan keberlangsungan hidup banyak orang. @dimas

Tags: bmkgCuacaEkstremGelombangKeselamatannelayanPelayaranPerairanSamudra HindiaSelatanSiklonSiklon MitchellTinggiTropis
Next Post
Kesehatan yang Terasa Lebih Ramah di Negeri Seberang

BPJS, Rumah Sakit, dan Pilihan Berobat ke Negeri Seberang

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Kuasai Musik, Cuan Lari ke Mana?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Internet Bisa Mati Gara-Gara Iran? Cek Faktanya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Terlalu kuat atau Saint kitts yang lemah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cantik Itu Luka: Ketika Kecantikan Jadi Kutukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.