Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bioskop Terancam Sepi: Film Berpindah ke Gadget, Siapa Bertahan?

by jeje
April 3, 2026
in Reality
A A
Home Reality

Tabooo.id: News – Kalau kebiasaan nonton terus bergeser ke layar kecil, apakah bioskop masih punya masa depan? Pertanyaan ini mulai terasa nyata.

Anggota DPR RI, Fadli, mengingatkan ancaman itu secara langsung. Ia menilai, jika masyarakat makin terbiasa menonton film lewat gadget, bioskop bisa kehilangan relevansinya.

“Bioskop bisa tutup lama-lama kalau orang sudah mulai nonton langsung di gadget,” ujarnya di Jakarta.

Ia pun mendorong regulasi yang memberi hak eksklusif penayangan film di bioskop selama empat bulan. Tujuannya sederhana: memberi ruang napas bagi bioskop agar tetap hidup di tengah gempuran platform streaming.

Sistem Pasar yang “Kejam” untuk Film Lokal

Masalahnya, kondisi industri film Indonesia tidak sesederhana itu.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Saat ini, film yang tayang di bioskop sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar. Artinya, film yang tidak cepat menarik penonton akan langsung tersingkir.

Produser akhirnya mengambil jalan lain: menjual hak siar ke platform streaming.

Pengamat film Hikmat Darmawan menyebut sistem ini bekerja seperti mesin tanpa kompromi.

“Kalau okupansi di bawah 10 persen, film bisa langsung diturunkan. Bahkan di hari kedua penayangan,” jelasnya.

Menurutnya, sistem ini tidak memberi ruang bagi film untuk berkembang secara organik. Kualitas bukan lagi satu-satunya faktor, tapi kecepatan menarik massa.

Layar Terbatas, Produksi Melimpah

Di sisi lain, jumlah layar bioskop di Indonesia masih terbatas. Sementara produksi film terus meningkat.

Akibatnya, persaingan menjadi tidak sehat. Film saling “berebut waktu hidup” di layar, bukan lagi bersaing secara kualitas.

“Secara hukum film harus diputar, tapi tidak ada aturan kapan. Ada yang baru tayang setelah bertahun-tahun,” kata Hikmat.

Kondisi ini jelas merugikan, terutama bagi investor baru yang berharap perputaran cepat.

Belajar dari Negara Lain

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia.

Fadli mencontohkan kondisi di Eropa dan Korea Selatan, di mana jumlah penonton bioskop terus menurun. Bahkan, banyak bioskop yang terpaksa tutup.

Streaming bukan lagi alternatif. Ia sudah menjadi kebiasaan.

Antara Regulasi dan Perubahan Perilaku

Pertanyaannya sekarang: apakah regulasi bisa mengubah kebiasaan?

Atau justru penonton sudah terlalu nyaman dengan fleksibilitas menonton di genggaman?

Industri film kini tidak hanya berhadapan dengan teknologi, tapi juga perubahan perilaku manusia.

Dan ketika kebiasaan berubah, siapa yang siap beradaptasi bioskop atau penontonnya? @jeje

Tags: Bioskop IndonesiaEkonomi KreatifIndustri FilmLayar LebarStreamingtabooo

Kamu Melewatkan Ini

Pokémon Masuk ke Dunia Wayang: Tradisi Sedang Diselamatkan atau Beradaptasi?

Pokémon Masuk ke Dunia Wayang: Tradisi Sedang Diselamatkan atau Beradaptasi?

by teguh
September 19, 2026

Bayangkan seorang anak mengenal Pikachu jauh sebelum mengenal Gatotkaca. Situasi itu menunjukkan perubahan cara generasi muda menemukan budaya. Di tengah...

Ketika Wayang Tak Lagi Cuma Milik Masa Lalu

Ketika Wayang Tak Lagi Cuma Milik Masa Lalu

by teguh
September 18, 2026

Pokémon masuk ke dunia wayang. Bukan sekadar crossover karakter, tetapi eksperimen tentang bagaimana budaya lokal mencari bahasa baru di tengah...

Desa Punya Cerita, SONY Hadir Membawa Teknologi Canggih, Selanjutnya?

Desa Punya Cerita, SONY Hadir Membawa Teknologi Canggih, Selanjutnya?

by teguh
Agustus 29, 2026

Jambore Nasional Perfilman Desa 2026 mempertemukan komunitas dengan teknologi audiovisual. Kehadiran SONY Indonesia membuka ruang belajar, tetapi masa depan film...

Next Post
Di Tengah Iring-Iringan Truk TNI: Nyawa Rakyat Kecil Kembali Jadi Taruhan

Di Tengah Iring-Iringan Truk TNI: Nyawa Rakyat Kecil Kembali Jadi Taruhan

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id