Harga PlayStation 5 kini tembus Rp11 juta. Karena itu, banyak orang mulai merasa gaming sudah jadi hobi mahal.
Namun, benarkah demikian? Atau sebenarnya cara kita melihat gaming yang berubah?
Tabooo.id: Check – Tidak bisa dipungkiri, harga perangkat gaming memang meningkat. Konsol terbaru mahal. Game baru juga tidak murah. Bahkan aksesori ikut naik.
Karena itu, masuk ke ekosistem gaming kelas atas memang butuh biaya besar.
Tapi Gaming Tidak Hanya PS5
Masalahnya, banyak orang menyamakan gaming dengan konsol mahal.
Padahal, gaming tidak hanya soal PlayStation 5.
Masih ada banyak pilihan lain. Misalnya, PlayStation 4 yang lebih murah. Selain itu, PC gaming bisa disesuaikan dengan budget.
Bahkan, mobile gaming menawarkan pengalaman yang cukup luas dengan biaya minim.
Biaya Gaming Bisa Fleksibel
Gaming sebenarnya fleksibel.
Kalau ingin pengalaman terbaik, tentu biayanya tinggi. Namun, kalau ingin sekadar bermain, biayanya bisa jauh lebih rendah.
Selain itu, banyak game gratis tersedia. Diskon juga sering muncul di platform digital.
Karena itu, tidak semua gamer harus keluar uang besar.
Perubahan Ada di Ekspektasi
Di sisi lain, ekspektasi gamer juga berubah.
Banyak orang ingin grafis terbaik, performa tinggi, dan pengalaman maksimal.
Namun, semua itu memang punya harga.
Akibatnya, gaming terasa mahal bukan karena wajib mahal, tapi karena standar yang ikut naik.
Jadi, Mahal atau Tidak?
Jawabannya: tergantung.
Gaming bisa jadi mahal. Namun, gaming juga bisa tetap terjangkau.
Semuanya kembali ke pilihan. Mau ikut level atas, atau cukup menikmati dengan cara sederhana.
Ini Bukan Sekadar Harga
Masalah sebenarnya bukan hanya soal uang.
Ini soal bagaimana kita memaknai hobi.
Apakah harus selalu yang terbaru? Atau cukup yang bisa dinikmati?@eko





