Selasa, April 7, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Tabooo Today
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle Health

Bayi Harus Dijemur? Nggak Selalu, Ini Cara Aman Penuhi Vitamin D

April 7, 2026
in Health, Lifestyle
A A
Bayi Harus Dijemur? Nggak Selalu, Ini Cara Aman Penuhi Vitamin D

Bayi dijemur di pagi hari? Banyak orang tua masih percaya cara ini ampuh memenuhi vitamin D. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Health – Masih sering lihat bayi “dijemur” di pagi hari? Banyak orang tua masih percaya cara ini ampuh memenuhi vitamin D. Tapi sekarang, pertanyaannya berubah apakah cara itu masih relevan, atau justru menyimpan risiko?

Lewat unggahan resminya, Ikatan Dokter Anak Indonesia menegaskan satu hal penting “Cara memenuhi kebutuhan vitamin D anak kini tidak lagi bergantung pada paparan sinar matahari semata.”

Kebiasaan Lama, Tapi Nggak Selalu Akurat

Selama bertahun-tahun, orang tua mengandalkan sinar matahari untuk membantu tubuh bayi memproduksi vitamin D. Nutrisi ini memang berperan penting mulai dari memperkuat tulang, membantu penyerapan kalsium, hingga menjaga daya tahan tubuh.

Tapi sekarang, ilmu kesehatan memberi catatan baru. Produksi vitamin D dari matahari tidak bekerja secara konsisten. Banyak faktor ikut menentukan waktu, cuaca, lokasi, warna kulit, hingga luas kulit yang terpapar.

Akibatnya, orang tua tidak bisa memastikan hasilnya.

Melalui unggahan Instagram resmi @idai_ig pada Sabtu (04/04/2026), IDAI menegaskan bahwa cara memenuhi kebutuhan vitamin D anak kini tidak lagi bergantung pada paparan sinar matahari semata.

IDAI menyoroti masalah ini dengan jelas “Proses pembentukan vitamin D dari sinar matahari sangat dipengaruhi banyak faktor, sehingga hasilnya tidak selalu bisa dipastikan.”

Masalahnya: Nggak Semua Sinar Itu Aman

Tubuh memang membutuhkan sinar UVB. Tapi kulit bayi belum siap menerima paparan langsung.

Kulit mereka masih tipis dan sensitif. Paparan berlebih bisa merusak jaringan kulit dan meningkatkan risiko penyakit di masa depan.

IDAI bahkan mengingatkan secara tegas “Bayi di bawah enam bulan disarankan untuk tidak terkena sinar matahari langsung.”

Sebagai gantinya, orang tua bisa langsung melakukan langkah aman:

  • memakaikan baju tertutup
  • menambahkan topi pelindung
  • menjaga bayi tetap di tempat teduh

Langkah sederhana ini langsung menurunkan risiko tanpa harus “mengandalkan” matahari.

Suplemen Jadi Solusi yang Lebih Pasti

Alih-alih menebak-nebak dari paparan sinar, IDAI mendorong orang tua menggunakan pendekatan yang lebih terukur.

Rekomendasinya jelas:

RelatedPosts

Motor Matic: Pilihan Praktis atau Tanda Kita Makin Malas?

Zero Post: Saat Gen Z Capek Jadi Konten, Tapi Masih Jadi Penonton

  • Bayi di bawah 12 bulan: 400 IU vitamin D per hari
  • Anak di atas 1 tahun: 600 IU per hari

IDAI juga menekankan bahwa semua bayi tetap membutuhkan tambahan ini, termasuk yang mengonsumsi ASI.

“Rekomendasi ini berlaku untuk semua bayi, termasuk yang mendapatkan ASI eksklusif maupun sebagian.”

Dengan suplemen, orang tua bisa memastikan kebutuhan terpenuhi tanpa bergantung pada kondisi lingkungan.

Kalau Terpapar Matahari, Harus Diatur

Matahari tetap punya manfaat. Tapi sekarang, orang tua perlu mengelola paparan, bukan sekadar mengejarnya.

Untuk bayi di atas enam bulan:

  • oleskan sunscreen 15–30 menit sebelum keluar
  • ulangi setiap dua jam atau setelah berkeringat
  • pilih produk khusus kulit sensitif

Kalau muncul iritasi, orang tua sebaiknya langsung menghentikan pemakaian dan berkonsultasi.

Dari Tradisi ke Kesadaran Baru

Dulu, orang tua menjemur bayi karena percaya itu yang terbaik. Sekarang, pengetahuan berkembang dan cara merawat anak ikut berubah.

IDAI merangkum perubahan ini dengan tegas “Pendekatan yang lebih terukur seperti suplementasi menjadi pilihan yang lebih disarankan.”

Artinya jelas kita tidak lagi harus bergantung pada kebiasaan lama.

Closing Tabooo

Kamu mungkin tumbuh dengan kebiasaan “dijemur pagi”. Tapi sekarang, kamu punya pilihan yang lebih aman dan pasti untuk anakmu.

Jadi, pertanyaannya sederhana masih mau ikut tradisi, atau mulai percaya pada sains?. @teguh

Tags: ASIbayiCuacaDijemurFaktorIDAIIkatan Dokter Anak IndonesiaInstagramKalsiumKulitLokasiManfaatMatahariNutrisiResikoSensitifSuplementasiUVBVitamin D

Recommended

iPhone Limited: Gadget Ini Menjelma Jadi Artefak Steve Jobs

iPhone Steve Jobs Edition Ini Lebih Cocok Dipajang

April 1, 2026
Ayu Kynbråten: Dunia Global Terlalu Luas, Ayu Memilih Tidak Melupakan Akar

Ayu Kynbråten: Dunia Global Terlalu Luas, Ayu Memilih Tidak Melupakan Akar

April 2, 2026

Popular News

  • Kalau Syarifah Menikahi Tan Malaka, Apakah Indonesia Akan Tetap Sama?

    Kalau Syarifah Menikahi Tan Malaka, Apakah Indonesia Akan Tetap Sama?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Avtur Meroket, Maskapai Terjepit, Rakyat Siap Menjerit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Perdamaian ke Kehilangan: Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Kraton ke Sriwedari, Kirab Malam Selikuran Jadi Panggung Budaya dan Syiar Islam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.