Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Baterai Smartwatch Cepat Tumbang? Ini yang Diam-Diam Menguras Daya

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality

Tabooo.id: Teknologi – Smartwatch seharusnya menjadi partner setia di pergelangan tangan. Perangkat ini mencatat langkah, memantau detak jantung, dan mengirim notifikasi dari ponsel. Namun banyak pengguna justru menghadapi masalah klasik baterai cepat habis.

Situasi ini sering memicu kebingungan. Produsen biasanya menjanjikan daya tahan baterai yang cukup panjang. Contohnya smartwatch Garmin Instinct Crossover AMOLED. Garmin mengklaim perangkat ini mampu bertahan hingga 14 hari dalam mode smartwatch dan bahkan 18 hari dalam mode hemat daya.

Namun dalam penggunaan nyata, sebagian pengguna hanya merasakan daya tahan sekitar 10 hari. Perbedaan itu muncul karena beberapa faktor yang sering luput dari perhatian.

Layar Terlalu Terang

Layar menjadi komponen yang paling banyak mengonsumsi energi. Ketika pengguna menaikkan tingkat kecerahan layar terlalu tinggi, baterai akan terkuras lebih cepat.

Masalah ini semakin terasa ketika pengguna mengaktifkan fitur Always-On Display (AoD). Fitur ini membuat layar tetap menyala sepanjang waktu agar pengguna dapat melihat jam tanpa mengangkat pergelangan tangan.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Sayangnya, kemudahan itu menuntut konsumsi energi lebih besar. Karena itu, pengguna sebaiknya menurunkan kecerahan layar atau mematikan AoD ketika tidak diperlukan.

Aplikasi Terlalu Banyak Berjalan

Smartwatch modern memungkinkan pengguna memasang berbagai aplikasi. Namun setiap aplikasi yang berjalan di latar belakang akan memicu prosesor bekerja.

Selain itu, sinkronisasi data, getaran notifikasi, dan pembaruan informasi juga memerlukan energi tambahan. Semakin banyak aplikasi aktif, semakin besar pula konsumsi daya.

Jika pengguna ingin menghemat baterai, mereka perlu menghapus aplikasi yang jarang dipakai dan membatasi notifikasi yang tidak penting.

Baterai Smartwatch Cepat Tumbang? Ini yang Diam-Diam Menguras Daya
Kecerahan layar tinggi Layar salah satu komponen yang paling banyak mengonsumsi daya pada smartwatch.

GPS Menguras Energi

Banyak orang mengandalkan GPS untuk melacak aktivitas olahraga seperti lari atau bersepeda. Fitur ini memang sangat membantu karena dapat mencatat jarak, rute, dan kecepatan secara real time.

Namun GPS juga terkenal boros energi. Ketika GPS aktif terus-menerus, smartwatch harus memproses data lokasi tanpa henti. Dalam beberapa kasus, aktivitas olahraga dengan GPS aktif dapat menghabiskan sekitar 30 persen baterai dalam satu jam.

Koneksi Nirkabel Terlalu Aktif

Sebagian smartwatch terhubung ke ponsel melalui Bluetooth, WiFi, bahkan jaringan seluler. Setiap koneksi yang aktif membutuhkan daya.

Semakin banyak koneksi aktif, semakin besar pula konsumsi energi perangkat. Smartwatch dengan jaringan seluler bahkan sering mengonsumsi baterai lebih besar dibandingkan model yang hanya memakai Bluetooth. Karena itu, pengguna sebaiknya mematikan koneksi yang tidak diperlukan.

Perangkat Lunak dan Usia Baterai

Perangkat lunak juga berperan besar terhadap efisiensi daya. Produsen biasanya merilis pembaruan sistem untuk memperbaiki bug dan meningkatkan efisiensi baterai. Jika pengguna menunda pembaruan, sistem lama dapat membuat perangkat bekerja lebih berat.

Selain itu, baterai juga mengalami penurunan kapasitas seiring waktu. Semakin banyak siklus pengisian daya, semakin berkurang kemampuan baterai untuk menyimpan energi.

Mengatur Penggunaan Lebih Bijak

Pengguna sebenarnya dapat memperpanjang daya tahan smartwatch dengan langkah sederhana. Mereka bisa menurunkan kecerahan layar, mematikan AoD, membatasi notifikasi, serta menonaktifkan GPS dan koneksi yang tidak diperlukan.

Langkah kecil tersebut sering memberi dampak besar. Dengan pengaturan yang tepat, smartwatch dapat bertahan lebih lama dan tetap siap menemani aktivitas sehari-hari. @teguh

Tags: AplikasiBateraiEfisiensiEnergigpsHPLayarNotifikasiProdusenSmartphoneSmartwacth

Kamu Melewatkan Ini

Handphone Belum Mati, Tapi Ekosistem Sudah Mengusirnya

Handphone Belum Mati, Tapi Ekosistem Sudah Mengusirnya

by teguh
September 10, 2026

Sebuah Handphone belum mati karena jatuh dan pecah, Atau kehilangan fungsi kamera untuk dianggap tua. Cukup satu persoalan yaitu, Sistem...

Powerbank Ugreen MagFlow Pro: Powerbank dengan Liquid Cooling

Powerbank Ugreen MagFlow Pro: Powerbank dengan Liquid Cooling

by teguh
September 9, 2026

Powerbank biasanya cuma punya satu tugas menyimpan daya sebanyak mungkin dan mengeluarkannya ketika baterai smartphone mulai sekarat. Namun, Powerbank MagFlow...

Oppo Dikabarkan Beralih ke 200 MP Samsung, Apa Foto Ikut Naik Kelas?

Oppo Dikabarkan Beralih ke 200 MP Samsung, Apa Foto Ikut Naik Kelas?

by teguh
Agustus 11, 2026

Ada satu angka yang gampang membuat calon pembeli terpukau 200 MP. Oppo kini dikabarkan menguji sensor 200 MP Samsung untuk...

Next Post
Keluarga dan Kerabat Antar Pemakaman Vidi Aldiano di Tanah Kusir

Keluarga dan Kerabat Antar Pemakaman Vidi Aldiano di Tanah Kusir

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id