Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bantargebang dan Ilusi Solusi Sampah di Indonesia

by dimas
Maret 13, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Talk – Pernahkah kamu bertanya, mengapa setiap tragedi di tempat pembuangan sampah selalu berujung pada wacana lahan baru atau teknologi modern? Mengapa diskusi jarang menyentuh akar masalahnya?

Longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu kembali menunjukkan satu hal penting Indonesia belum mengelola sampah secara menyeluruh. Kita terlalu sibuk memperbaiki akhir cerita, tetapi jarang memikirkan awalnya.

Dengan kata lain, kita fokus pada gunungan sampah di TPA, namun mengabaikan proses yang membuat sampah itu menumpuk sejak awal.

Sampah, Ekonomi Sirkular, dan Pelajaran dari Jepang

Beberapa bulan lalu, saya menghadiri seminar tentang ekonomi sirkular di Jepang. Di sana, pengelolaan sampah tidak dimulai dari truk pengangkut atau tempat pembuangan akhir. Sebaliknya, mereka memulainya dari meja desain produk.

Produsen sejak awal mempertimbangkan satu pertanyaan sederhana: apakah kemasan produk ini bisa didaur ulang?

Ini Belum Selesai

Motor Boleh Beda, Solidaritas Jangan Hilang

Karhutla Terus Berulang, Mengapa Negara Tak Belajar?

Karena itu, barang yang beredar di pasar memang dirancang agar bisa diproses kembali setelah digunakan. Sistem ini berjalan bertahap, tetapi dampaknya sangat besar terhadap pengurangan sampah.

Sebaliknya, kondisi di Indonesia masih jauh berbeda. Sebagian besar plastik sekali pakai langsung berakhir di TPA atau TPST. Selain itu, pemerintah belum memetakan aliran material secara menyeluruh. Pengawasan terhadap produsen juga masih lemah, sementara pemerintah daerah sering kewalahan menangani volume sampah.

Akibatnya, ketika gunungan sampah longsor di Bantargebang, kita hanya melihat gejala di permukaan: tanah bergerak, korban muncul, dan volume sampah melonjak. Padahal masalah utamanya jauh lebih kompleks.

Solusi Instan dan Risiko

Sebagian orang mungkin menawarkan solusi cepat. Misalnya menambah lahan TPA, membangun insinerator, atau mempercepat proyek PSEL.

Memang, langkah tersebut bisa membantu dalam jangka pendek. Namun solusi itu tidak menyentuh akar persoalan.

Tanpa desain produk yang mendukung daur ulang, tanpa edukasi masyarakat yang konsisten, dan tanpa dukungan fiskal bagi pemerintah daerah, volume sampah akan terus meningkat. Pada akhirnya, TPA hanya menjadi simbol dari rangkaian keputusan yang keliru selama bertahun-tahun.

Tabooo Bicara: Kritik yang Tetap Empatik

Kita perlu bersikap jujur. Masalah sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi atau petugas kebersihan.

Sebaliknya, persoalan ini melibatkan seluruh sistem. Produsen harus bertanggung jawab atas produknya. Konsumen harus mengubah kebiasaan. Sementara itu, pemerintah perlu membangun kerangka hukum yang jelas dan tegas.

Tanpa regulasi kuat dan kesadaran kolektif, tragedi seperti di Bantargebang akan terus terulang. Kebijakan yang bersifat reaktif hanya memadamkan gejala, bukan menyelesaikan penyebabnya.

Karena itu, kita membutuhkan pendekatan yang lebih preventif.

Refleksi Akhir: Mulai dari Meja Desain

Ekonomi sirkular sebenarnya dimulai dari keputusan yang sangat awal: desain produk.

Artinya, produsen harus merancang kemasan yang dapat didaur ulang. Pemerintah perlu memetakan aliran material secara jelas. Di sisi lain, masyarakat harus konsisten memilah sampah sejak dari rumah.

Dengan pendekatan seperti itu, TPA tidak lagi menjadi solusi utama. Sebaliknya, TPA hanya menjadi konsekuensi dari keputusan yang menumpuk selama bertahun-tahun.

Jadi, setiap kali kita melihat foto longsor Bantargebang, kita perlu mengingat satu hal masalahnya bukan hanya di TPA, tetapi sejak produk itu dirancang.

Lalu, kamu berada di kubu mana?
Masih fokus memperbesar TPA, atau mulai menuntut perubahan dari meja desain produk? @dimas

Tags: BantargebangBebasEkonomi IndonesiaKebijakanKrisis GlobalLingkunganLingkungan HidupNasionalplastikSampahSolusi

Kamu Melewatkan Ini

Karhutla Kalsel: 11 Perusahaan Disorot, Sanksi Mengintai

Karhutla Kalsel: 11 Perusahaan Disorot, Sanksi Mengintai

by dimas
Agustus 24, 2026

Karhutla Kalsel menyeret 11 perusahaan dalam sorotan. Kementerian LH mengusut dugaan pembakaran lahan dengan ancaman sanksi hingga Rp15 triliun. Tabooo.id...

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Next Post
BMKG Jelaskan Penyebab Udara Panas di Jateng: Pergerakan Semu Matahari

BMKG Jelaskan Penyebab Udara Panas di Jateng: Pergerakan Semu Matahari

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id