Banjir bandang Solok memasuki hari ketiga. SAR memperluas pencarian korban hilang Agus Ral dengan menyisir tiga sektor menggunakan 120 personel.
Tabooo.id: Solok – Hari ketiga pencarian korban galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, belum membawa titik akhir. Tim SAR gabungan masih mencari Agus Ral, 59 tahun, yang hingga Rabu, 23 September 2026, belum ditemukan.
Tim SAR kini memperluas pencarian ke sejumlah lokasi yang dinilai memiliki kemungkinan menjadi titik keberadaan korban. Lumpur tebal, kayu, dan material longsor masih memenuhi sejumlah area.
Kasi Operasi Kantor SAR Padang, Hendri, mengatakan tim membagi pencarian ke tiga sektor utama.
Sektor pertama berada di belakang Kantor Bupati Solok. Tim menemukan beberapa titik yang perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
Sektor kedua mencakup area sekitar gorong-gorong Jembatan Baru. Material longsor memenuhi bagian tersebut sehingga tim harus membuka kembali jalur pencarian.
Sektor ketiga berada di kawasan perumahan Griya Harasuka. Tim juga memeriksa area itu karena aliran galodo membawa material dalam jumlah besar.
Lumpur Menutup Jejak
Medan pencarian tidak sederhana. Lumpur menutup sejumlah permukaan. Kayu dan material lain juga bercampur dengan endapan banjir.
Kondisi itu membuat tim harus bekerja secara bertahap. Mereka tidak hanya menyisir permukaan. Tim juga membuka material yang menutup titik-titik yang mereka anggap penting.
Sekitar 120 personel gabungan terlibat dalam operasi tersebut. Tim memanfaatkan drone thermal untuk memetakan area yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Alat berat juga membantu tim membuka timbunan material. Penggunaan alat tersebut menjadi penting karena beberapa titik memiliki endapan yang cukup tebal.
Hendri mengatakan tim terus mengoptimalkan pencarian. Hingga saat ini, petugas belum menghadapi hambatan berarti di lapangan.
Namun, waktu terus bergerak.
Bagi tim SAR, pencarian harus mengikuti pola medan dan kondisi material. Bagi keluarga Agus Ral, setiap jam membawa penantian yang berbeda.
Ketika Air Surut, Bencana Belum Selesai
Galodo memang telah meninggalkan aliran utama. Namun, dampaknya masih tertinggal di daratan.
Lumpur menyimpan material yang terbawa arus. Kayu menumpuk di sejumlah lokasi. Endapan juga mengubah bentuk medan yang sebelumnya dikenal warga.
Situasi itu membuat pencarian korban tidak cukup hanya dengan menyusuri jalur aliran air.
Tim harus membaca kembali jejak yang ditinggalkan galodo.
Di titik tertentu, jejak itu muncul melalui timbunan kayu. Di tempat lain, lumpur menutup seluruh permukaan. Karena itu, setiap sektor membutuhkan pendekatan berbeda.
Pencarian Agus Ral akhirnya tidak hanya menjadi operasi menemukan satu orang. Operasi ini juga menunjukkan bagaimana galodo mengubah ruang dalam waktu singkat.
SAR Minta Warga Melapor
Kantor SAR Padang mengingatkan warga untuk segera melapor jika memiliki anggota keluarga yang hilang.
Khususnya, warga perlu melapor jika kerabat mereka berada di sekitar jalur drainase saat galodo terjadi dan hingga kini belum kembali.
Informasi dari warga dapat membantu tim mempersempit area pencarian. Setiap laporan juga dapat menjadi petunjuk untuk membaca pergerakan korban sebelum bencana.
Hingga hari ketiga, Agus Ral masih menjadi satu-satunya korban yang tercatat hilang dalam pencarian tersebut.
Tim SAR gabungan masih bergerak di tiga sektor. Drone terus memetakan area. Alat berat membuka material. Personel menyisir titik yang dianggap memiliki kemungkinan.
Air memang sudah surut.
Tetapi bagi keluarga Agus Ral, penantian belum selesai. @dimas








