Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Arti Lagu “Kita Usahakan Rumah Itu” Karya Sal Priadi, Bicara Cinta dan Tanggung Jawab

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Pernah dengar lagu cinta yang bukan cuma bikin senyum-senyum, tapi juga bikin mikir masa depan? Bukan mikir soal kencan romantis, melainkan soal hidup bareng. Tentang pulang, tentang bertahan di titik itulah “Kita Usahakan Rumah Itu” karya Sal Priadi berdiri dengan tenang dan diam-diam menampar kesadaran.

Di tengah gempuran lagu cinta instan yang manis di awal lalu cepat basi, Sal Priadi justru mengajak pendengarnya membahas hal yang jarang orang rayakan: cinta sebagai kerja jangka panjang. Bukan janji kosong, tapi komitmen yang diusahakan.

Dari Lagu Reflektif ke Soundtrack Keluarga

Sal Priadi merilis “Kita Usahakan Rumah Itu” pada 18 Maret 2022 sebagai bagian dari album MARKERS AND SUCH. Album ini juga memuat lagu-lagu bernuansa reflektif seperti “Mesra-mesraannya kecil-kecilan dulu” dan “Lewat sudah pukul dua, makin banyak kita bicara.” Dari judul-judul itu saja, Sal sudah memperlihatkan ketertarikannya pada cinta yang tenang, jujur, dan membumi.

Lagu ini tumbuh pelan, tapi kuat. Pendengar tidak sekadar memutarnya, mereka memeluk maknanya. Karena itu, pilihan lagu ini sebagai OST film 1 Kakak 7 Ponakan (2025) garapan Yandy Laurens terasa masuk akal. Film dan lagu ini berbagi napas yang sama: keluarga, tanggung jawab, dan relasi yang tumbuh lewat proses.

Keduanya tidak bertemu secara kebetulan, tapi lewat kesamaan nilai.

Ini Belum Selesai

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Rumah sebagai Kesepakatan, Bukan Pajangan

Alih-alih memaknai rumah sebagai bangunan fisik, lagu ini mengajak pendengar melihatnya sebagai visi bersama. Sal Priadi menggambarkan rumah yang tampak sederhana dari luar, namun kaya dari dalam. Ia tidak menjual kemewahan, tapi menawarkan kedalaman.

Lewat lirik-liriknya, Sal menekankan pentingnya pembagian peran dan sikap saling menghormati. Lagu ini tidak menempatkan satu pihak sebagai pahlawan. Ia juga tidak mengagungkan pengorbanan sepihak. Sebaliknya, lagu ini mendorong dua orang untuk berjalan beriringan, memikul beban bersama.

Dalam konteks sosial hari ini saat banyak pasangan sibuk memamerkan kebahagiaan di media sosial lagu ini terasa seperti pengingat halus. Cinta tidak cukup hanya terlihat manis. Isinya jauh lebih penting.

Romantis, Tapi Tetap Realistis

Menariknya, “Kita Usahakan Rumah Itu” tetap terasa romantis meski sangat realistis. Lagu ini tidak menjanjikan hidup tanpa konflik. Sal justru mengakui bahwa cinta akan melelahkan. Namun, ia menegaskan bahwa kelelahan itu layak jika dijalani bersama.

Bagi generasi yang mulai ragu pada pernikahan tapi masih mendambakan keintiman, lagu ini menawarkan ruang aman. Sal tidak menghakimi pilihan siapa pun. Ia juga tidak memaksa siapa pun untuk percaya pada akhir bahagia. Lagu ini hanya menyodorkan satu gagasan sederhana: cinta butuh kerja tim.

Dan seperti kerja tim lainnya, hasilnya bergantung pada komitmen semua pihak.

Cinta yang Diusahakan, Bukan Dituntut

Pada akhirnya, “Kita Usahakan Rumah Itu” bukan sekadar lagu cinta. Lagu ini berbicara tentang sikap hidup. Tentang memilih bertahan bukan karena segalanya mudah, tapi karena segalanya pantas diperjuangkan bersama.

Sekarang, pertanyaannya bukan lagi soal kamu suka lagunya atau tidak. Pertanyaannya jauh lebih jujur: kalau cinta memang perlu diusahakan, kamu siap ikut membangun rumahnya atau masih menunggu versi instan yang tinggal huni? @eko

Tags: EntertainmentMusikSpotify

Kamu Melewatkan Ini

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau sebuah film dapat nilai “lumayan” dari kritikus tapi dipuja fans sampai susah move on, siapa yang sebenarnya benar? Pertanyaan...

Mortal Kombat II Dipuji Fans, Dihajar Kritikus: Film Buruk atau Fan yang Jujur?

Mortal Kombat II Dipuji Fans, Dihajar Kritikus: Film Buruk atau Fan yang Jujur?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau satu film seperti Mortal Kombat II bikin kritikus mengeluh tapi fans malah tepuk tangan, siapa yang sebenarnya paling benar...

Salmokji: Mengubah Tempat Nyata Jadi Destinasi Viral

Salmokji: Mengubah Tempat Nyata Jadi Destinasi Viral

by Naysa
Mei 11, 2026

Salmokji membuktikan bahwa film horor tidak selalu selesai saat kredit muncul. Setelah Salmokji: Whispering Water viral, tempat nyata di balik...

Next Post
Timnas Futsal Bungkam Kirgistan, Tiket Perempat Final Digenggam

Timnas Futsal Bungkam Kirgistan, Tiket Perempat Final Digenggam

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id