Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter Akibat Siklon Tropis Mitchell

by dimas
Februari 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Siklon Tropis Mitchell di kawasan selatan Indonesia. Informasi itu BMKG sampaikan melalui akun Instagram resmi @infobmkg pada Sabtu (7/2/2026).

BMKG mencatat, sistem ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 98P. Siklon Mitchell resmi mencapai intensitas siklon tropis pada Jumat (6/2/2026) pukul 19.00 WIB.

Pada Sabtu malam, BMKG memantau pusat siklon berada di perairan barat Australia. Sistem cuaca tersebut terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Sebagai badai bertekanan rendah di atas perairan hangat, siklon tropis biasanya memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Karena itu, BMKG tetap mengantisipasi dampak tidak langsung meski pusat siklon berada di luar Indonesia.

Gelombang Tinggi Mengintai Perairan Selatan

BMKG menyebut dampak utama Siklon Tropis Mitchell terhadap Indonesia berupa peningkatan tinggi gelombang laut. Dampak ini berlangsung dalam 24 jam hingga Minggu (8/2/2026) pukul 19.00 WIB.

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

Di Laut Sawu dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut masuk kategori gelombang sedang.

Sementara itu, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Barat. BMKG mengategorikan kondisi ini sebagai rough sea.

Gelombang tinggi ini berisiko bagi masyarakat pesisir. Nelayan tradisional dan pelayaran skala kecil menjadi kelompok yang paling terdampak.

BMKG Imbau Nelayan Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan agar meningkatkan kewaspadaan. Gelombang tinggi dan arus kuat dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

BMKG menilai kapal kecil dan perahu nelayan menghadapi risiko paling besar. Karena itu, BMKG meminta nelayan memantau informasi cuaca secara berkala.

BMKG juga menegaskan bahwa cuaca ekstrem bisa berubah cepat. Kondisi ini tetap berbahaya meski pusat siklon berada di luar wilayah Indonesia.

Siklon Bergerak Menjauh, Dampak Mulai Mereda

Perkembangan terbaru menunjukkan Siklon Tropis Mitchell terus menjauh dari Indonesia. Pada Minggu (8/2/2026), sistem ini sepenuhnya berada di perairan barat Australia.

Prakirawan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta BMKG, Afif Shalahuddin, menjelaskan bahwa siklon memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 65 knot atau 120 kilometer per jam. Kecepatan ini masuk kategori siklon tropis kategori 3.

Namun, arah pergerakan ke barat hingga barat daya membuat siklon semakin menjauh dari wilayah Indonesia.

“Posisi siklon sudah berada di luar wilayah monitoring TCWC Jakarta dan tidak lagi memberikan dampak terhadap cuaca maupun perairan Indonesia,” ujar Afif.

Afif memprediksi intensitas Siklon Tropis Mitchell akan melemah dalam 24 jam ke depan. Sistem ini diperkirakan turun ke kategori 2 saat mendekati pesisir barat Australia.

Cuaca Ekstrem dan Pentingnya Kesiapsiagaan

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan publik terhadap cuaca ekstrem. Perubahan iklim global membuat pola siklon semakin sulit diprediksi.

Dampak cuaca ekstrem dapat meluas meski pusat badai berada jauh dari Indonesia. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi negara kepulauan.

Siklon memang bisa menjauh, tetapi kewaspadaan tidak boleh berkurang. Di Indonesia, cuaca ekstrem bukan sekadar soal alam, melainkan juga soal keselamatan dan keberlangsungan hidup banyak orang. @dimas

Tags: bmkgCuacaEkstremGelombangKeselamatannelayanPelayaran

Kamu Melewatkan Ini

Tsunami Filipina Tiba di Kaltim: Gelombang Kecil, Ancaman Besar.

Tsunami Filipina Tiba di Kaltim: Gelombang Kecil, Ancaman Besar

by dimas
Juni 8, 2026

Tsunami akibat gempa M 7,7 di Filipina mencapai pesisir Kalimantan Timur. Meski hanya 20-30 sentimeter, BMKG mengingatkan ancamannya tidak boleh...

Kabupaten Sukabumi Gempa 4,6 M: Kecil di Angka, Besar di Kewaspadaan

Kabupaten Sukabumi Gempa 4,6 M: Kecil di Angka, Besar di Kewaspadaan

by teguh
Mei 18, 2026

Suara dentuman mungkin tak terdengar, tetapi bumi kembali memberi tanda. Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6...

Kemarau 2026 Disebut Paling Parah? Faktanya, BMKG Tak Pernah Bilang Begitu

Kemarau 2026 Disebut Paling Parah? Faktanya, BMKG Tak Pernah Bilang Begitu

by eko
April 18, 2026

Tabooo.id: Check - Isu soal musim kemarau 2026 sempat bikin banyak orang cemas. Narasi viral di media sosial menyebut BMKG...

Next Post
Kesehatan yang Terasa Lebih Ramah di Negeri Seberang

BPJS, Rumah Sakit, dan Pilihan Berobat ke Negeri Seberang

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id