Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dua Periode Prabowo-Gibran: Drama Politik Menuju 2029

by dimas
Januari 30, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Mantan Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bakal menjabat dua periode, 2029-2034. “Prabowo dan Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” kata Jokowi saat ditemui di Solo, menutup semua spekulasi publik.

Sebelumnya, Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyoroti potensi Gibran menjadi kompetitor kuat di Pemilu 2029 dalam Podcast Gaspol (22/1/2026). “Gibran bisa jadi kompetitor. Kompetitor yang cukup kuat menurut saya, kalau ada calon lebih baik daripada Gibran? Emang ada?” ujar Ali, sebelum menambahkan dengan senyum tipis.

Kompetitor Muda vs Pengalaman Eksekutif

Ali menekankan pengalaman Gibran sebagai Wakil Presiden selama lima tahun dan sebelumnya menjabat wali kota, menjadikannya figur muda dengan modal politik matang. Dibanding Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Gibran sudah lebih dulu berhadapan langsung dengan rakyat.

Dalam bahasa Gen Z politik sementara calon lain baru latihan tutorial, Gibran sudah masuk “level boss fight.” Pengalaman ini jadi pembeda utama, kata Ali.

Muda tapi Independen: Nilai Tambah atau Trend Politik?

Selain pengalaman, status Gibran yang relatif independen dari struktur partai menjadi nilai plus. Generasi muda, menurut Ali, melihatnya sebagai figur segar yang tidak terlalu terjebak drama partai lama.

Ini Belum Selesai

Air Keras untuk Kritik: Demokrasi Sedang Sakit?

Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabil atau Berbahaya?

Dengan kombinasi pengalaman, usia muda, dan posisi independen, Gibran muncul seperti upgrade terbaru dalam game politik nasional: siap tampil, tapi tetap gaya.

Satir Politik: Dua Periode, Dua Porsi Kopi

Dua periode Prabowo-Gibran terdengar mantap, tapi bagi publik absurd, ini seperti menu kopi yang selalu refill otomatis: sudah tahu rasanya tapi tetap dibahas. Netizen menyorot jika ini panggung politik, siapa yang sebenarnya menonton? Apakah rakyat atau para elite yang menilai drama ini sebagai strategi politik terselubung?

Politik Indonesia kadang absurd seperti stand-up comedy. Fakta, opini, dan drama bercampur jadi satu paket. Dua periode Prabowo-Gibran menunjukkan perpaduan pengalaman, usia muda, dan simbolisme politik yang mudah jadi meme di timeline. Punchline-nya netizen tinggal duduk, nyeruput kopi, sambil menonton politik versi reality show nasional. @dimas

Tags: dramagibranjokowiNasionalPemiluPolitik Indonesiaprabowo

Kamu Melewatkan Ini

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

by dimas
Juni 9, 2026

Sosialisme pernah menjadi bagian penting dari sejarah pergerakan Indonesia. Namun kekuasaan mengubahnya menjadi kata terlarang yang terus dibayangi stigma, ketakutan,...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Tan Malaka vs Soekarno-Hatta: Pertarungan Kuasa di Awal Republik

Tan Malaka vs Soekarno-Hatta: Pertarungan Kuasa di Awal Republik

by Tabooo
Juni 8, 2026

Di awal berdirinya republik, Tan Malaka menuntut Merdeka 100%, sementara Soekarno-Hatta memilih jalan negara, pengakuan internasional, dan kalkulasi politik yang...

Next Post
Monumen Kempetai Solo: Jejak Keberanian dan Perjuangan Rakyat

Monumen Kempetai Solo: Jejak Keberanian dan Perjuangan Rakyat

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id